Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mendadak Terbang
0
Suka
35,171
Dibaca

Egel bersarang di pucuk pohon mahoni yang tinggi. Ia ingin sekali belajar terbang, namun ayah dan ibunya belum mengizinkan, karena sayap Si Elang Kecil itu belum kokoh.

Egel kecewa, tapi ia punya rencana. Ia melaksanakan rencananya ketika ayah dan ibunya pergi mencari makan,

Egel berdiri di tepian sarang. Ia merentangkan kedua sayapnya, melompat, lalu, wuusss .... Ia melayang di angkasa, mengepakkan kedua sayapnya sekuat tenaga.

“Terbang, terbang, ayo terbang,” kata Egel. Tetapi tubuhnya meluncur ke bawah. Buk, buk! Egel jatuh dan berguling beberapa kali di tanah berumput.

“Aduh, sakit sekali,” kata Egel.

Egel mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ia berada di tempat yang asing. Di sekelilingnya banyak pohon besar dan tinggi serta belukar.

Seekor anjing hutan muncul dari balik belukar, mendekati Egel dengan tatapan tajam.

“Mau apa, kau? Pergi, pergi,” kata Egel, mundur beberapa langkah.

Grrr ..., grrrr. Anjing itu bersiap menerkam Egel..

“Tolong, tolong!” Egel berteriak dan berlari.

Egel terus berlari dan mengepakkan sayap sekuat tenaga. Egel merasakan kakinya tidak lagi menyentuh tanah.

“Oh, aku terbang. Aku bisa terbang,” kata Egel gembira.

Egel terus mengepakkan sayapnya. Tubuhnya melayang semakin tinggi meninggalkan anjing hutan. Ia segera terbang menuju sarangnya.

“Wow, luar biasa. Aku bisa terbang,” kata Egel bangga.

Ketika ayah dan ibu pulang, Egel bercerita pada mereka.

“Sungguh, Egel sudah bisa terbang.”

Tapi ayah dan ibu tidak percaya.

“Kau terlalu berkhayal, anakku. Mungkin karena kau sudah lapar. Ini, makanlah cacing ini,” kata ibu.

“Kalau ibu tidak percaya, akan Egel buktikan,” kata Egel, lalu melompat dari sarang. Wussss ..., tubuh Igel meluncur ke bawah dan jatuh ke tanah berumput.

“Aduh, sakit sekali,” kata Egel.

Ibu segera terbang meluncur ke bawah.

“Sudah ibu bilang, sayapmu belum cukup kuat untuk terbang,” kata ibu, lalu kedua kakinya mencengkeram tubuh Egel, membawanya terbang kembali ke sarang.

“Tapi, ibu ....”

“Cukup! Seminggu lagi, ibu akan mengajarimu belajar terbang,” kata ibu.

Keesokan harinya, ketika ayah dan ibu pergi mencari makan, Egel mengulangi lagi perbuatannya. Ia melompat dari sarang, mencoba untuk terbang. Seperti kemarin, ia gagal. Tubuhnya jatuh ke tanah.

Dari semak belukar muncul anjing hutan yang kemarin, hendak menerkam Egel. Elang kecil itu segera berlari dan mengepakkan sayap. Ia yakin akan bisa terbang lagi seperti kemarin. 

Aha, Egel merasakan tubuhnya melayang. Ia terbang!

Tetapi Egel juga merasakan sesuatu di punggungnya. Egel menoleh ke atas. dan melihat seekor elang tua mencengkeram punggungnya, membawanya terbang.

“Paman?” kata Egel. Rupanya, paman telah menyelamatkan Egel. Paman menyambar Egel yang hampir diterkam oleh anjing hutan.

Paman mengantarkan Egel kembali ke sarang.

“Terimakasih, Paman,” kata Egel.

“Ibumu telah bercerita pada paman. Ibumu meminta paman menjagamu, selagi ia pergi,” kata paman.

“Jadi, paman sudah tahu semuanya?”

“Ya.”

“Egel heran, Paman. Kemarin Egel bisa terbang, tapi mengapa hari ini tidak bisa?” tanya Egel.

“Keajaiban belum tentu datang dua kali, Egel,” kata paman.

“Maksud paman?”

“Kemarin kau mendadak bisa terbang, karena Tuhan memberikan keajaiban padamu. Seharusnya, kau bersyukur. Tapi, kau malah mengulangi kesalahan yang sama,” kata paman.

“Maafkan Egel, paman.”

“Kau harus meminta maaf pada ibumu. Jangan lagi membantah perintah ibumu,” kata paman.

“Ya, paman. Egel menyesal.”

Egel memandang pada kejauhan, berharap ibu segera pulang. Egel ingin meminta maaf pada ibu. Egel janji tak akan lagi melanggar perintah ibu. 

**SELESAI***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gang Merpati
Anon1m
Flash
Langit Kelabu Pun Hujan Tak Kunjung Datang
winda aprillia
Flash
Mendadak Terbang
Sulistiyo Suparno
Flash
Secret Lover
Ika nurpitasari
Novel
I ( Everything In My Life )
Liepiescesha
Skrip Film
MIMPI BESAR KANAYA NIRMALA
Reiga Sanskara
Flash
Bronze
my wife di dunia maya
Okhie vellino erianto
Flash
Merayakan Kehilangan
Mutichan
Cerpen
Bronze
family
desi lestari
Novel
Menanti
Wulan Qurotul A'iyun
Skrip Film
Anak Kos
Kinanti Atmarandy
Flash
PESAN UNTUK MELATI HATI
Deasy Wirastuti
Flash
Bronze
JAKARTA
Deeta Pratiwi
Flash
Bronze
Roberto
Rere Valencia
Novel
Bronze
FASE: Pernah Nggak Pernah...
Ara Segara
Rekomendasi
Flash
Mendadak Terbang
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Nasib Buruh Demonstran
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Liontin Si Anak Kembar
Sulistiyo Suparno
Flash
Pengkhianat
Sulistiyo Suparno
Flash
Hormat Bendera Grak !!!
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Penggemar Ernest Hemingway
Sulistiyo Suparno
Flash
Membunuh Tanpa Senjata
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Pendengar Setia
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Judi
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Patmo & Cerita Kematian Anaknya
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Pisau
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Ide-Ide Pak Edi
Sulistiyo Suparno
Flash
Kursi Goyang Nenek
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Kiat Sukses Wawancara Kerja
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Ketika Marina Suntuk
Sulistiyo Suparno