Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Orang - Orang Hilang
4
Suka
11,496
Dibaca

Satu bulan berlalu sejak jatuhnya Rintik Hitam misterius di bumi, orang-orang baru menyadari jumlah populasi mereka turun drastis, tidak hanya karena serangan monster dan perebutan pangan, namun juga karena sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

"Hanya menunggu waktu sampai kita semua mati di daratan hitam ini."

"Katanya, bagian timur kota tidak terkena badai Rintik Hitam." Seseorang membalas usai mematikan radionya.

"Mustahil." Kawannya membalas sebal.

Sosok itu mengangkat bahu tak acuh, "Kita harus terus berpindah, kota ini mungkin sedang dikutuk."

"Hidup kita sudah terkutuk sejak lahir," kesal kawannya. "Para pejabat gila itu membuat segalanya jadi makin sengsara."

"Ngomong-ngomong soal pejabat," gumam kawannya yang lain, "Kudengar mereka juga ada di bagian timur kota."

"Kalau begitu kita tak punya harapan, mustahil mereka mau menyelamatkan rakyat sendiri. Kau ingat covid dulu berakhir bagaimana bukan? Lebih baik di sini bersama yang lain, dari pada di dalam perlindungan tak manusiawi itu."

Mereka semua terdiam, bukan karena perkataan yang baru saja ia lontarkan melainkan karena suara geraman keras yang mulai terdengar, lengkap dengan langkah kaki yang menggetarkan tanah.

Lilin dimatikan, semuanya bersembunyi di balik pintu dan bawah jendela yang tertutup tirai. Geraman itu adalah geraman terkeras yang pernah mereka dengar, langkah kaki yang sangat mengerikan, mungkin ini makhluk terbesar yang pernah melintas di tengah kota yang sudah luluh-lantak itu.

"Satu ..." Semua orang di dalam ruangan itu membisu, tangan mereka saling genggam untuk menahan rasa takut yang mengutuk di kepala. "Dua ..."

Monster itu ternyata bisa berbicara.

"Tig-"

Semuanya menutup mata, tak berani untuk melihat sekeliling bahkan untuk menarik napas. Cahaya tiba-tiba terlihat jauh di depan bangunan mereka baru disusul oleh ledakan keras. Mereka semua menunduk, langkah itu tak lagi terdengar, geraman itu menghilang tanpa tanda.

Lalu, jalanan di hadapan mereka bersih, rata oleh pasir hitam tanpa celah.

"Bukankah sebelumnya area itu adalah toko sembako?" Mereka semua mengangguk membenarkan. "Ada dua orang di dalam sana, dan satu yang sedang sakit."

"Mereka dibunuh."

Kawannya menggeleng, "Mereka, mungkin hilang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Orang - Orang Hilang
Akara Drawya
Flash
Sis, She Died In Vain
Kata tanpa suara
Cerpen
Kemala Kembali (1)
Omius
Flash
Sang Rembulan
Dhea FB
Flash
Dia Seharusnya Mau Melihatku
Rimadian
Flash
Bronze
Cenayang dan Arwah Baru
Omius
Cerpen
Arsip Suara di Frekuensi 108.4
Amir Ghozaly Prasetyo
Cerpen
Temaram
Elkanara K.
Cerpen
Sisi Lain Dimensi Mimpi
adinda pratiwi
Flash
Garis Takdir
MAkbarD
Cerpen
Wanita Berkulit Pisang
Donny Sixx
Flash
Bronze
Keluarga
Hesti Ary Windiastuti
Flash
REMEMBER ME
Ocha
Cerpen
Bronze
Runtuhnya Ilmu Kualat
brobin
Novel
Hayalism
Pipo Vernandes
Rekomendasi
Flash
Orang - Orang Hilang
Akara Drawya
Flash
Riang Dalam Hening
Akara Drawya
Cerpen
Bronze
Are You Mine?
Akara Drawya
Cerpen
Bronze
Have You Ever Liked Me?
Akara Drawya
Flash
Kematian Sebuah Bangsa
Akara Drawya
Novel
Bronze
Rintik Hitam
Akara Drawya