Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Hayyin Itu Spesial
1
Suka
14,084
Dibaca

Kuperhatikan dari jarak sepuluh langkah, derapnya semakin melambat. Lengannya terangkat menutupi kedua telinga. Badannya semakin merapat ke dinding lorong. Oleng. Aku mempercepat langkah. Meraih kedua bahu gadis tersebut, mencegahnya jatuh.

“Berisik.” Ia mengulang kata yang sama dengan gemetar. Dapat kurasakan, tubuhnya juga gemetaran.

Aku menengok ke kanan kiri. Berharap ada yang dapat menjelaskan situasi apa yang sedang aku hadapi sekarang.

“Hayyin!” Seorang laki-laki memanggil dari kejauhan. Ia mendekat dengan berlari. Kemudian mengambil alih gadis tersebut dariku. Menumpuk telapak tangannya di tangan Hayyin yang menekan telinga. “Tarik napas panjang, Hayyin. Nah, bagus. Lagi. Bagus. Ya, seperti itu.”

Aku mundur selangkah. Memperhatikan cara Win menenangkan Hayyin. Ia tampak sudah berkali-kali menghadapi situasi ini.

Perlahan, Hayyin mulai tenang dan tampaknya sudah kembali ke kesadaran semula. Tidak lagi meracau “berisik” seperti sebelumnya.

Win memasangkan earpods ke telinga Hayyin. “Maaf, aku datang terlambat,” katanya. “Kamu juga enggak membawa penyumbat telinga. Tidak apa-apa. Aku di sini bersamamu.” Win menenangkan Hayyin dengan kata-katanya. “Terima kasih. Kamu menemani Hayyin saat aku tidak ada.” Win beralih menatapku.

Padahal aku tidak melakukan apapun dan hanya terdiam bingung. Sebagai laki-laki yang menyukai Hayyin, tindakanku sama sekali tidak pantas diapresiasi.

Win membantu Hayyin berdiri. Kemudian mengantarnya masuk kelas. Lantas keluar lagi menemuiku.

“Maaf, ya. Tadi kamu pasti kebingungan,” katanya.

Aku menggeleng pelan. Memang kebingungan, tapi itu sudah berganti dengan kelegaan sejak Win datang. Jadi tidak masalah.

“Hayyin itu spesial,” lanjutnya. “Ia membutuhkan perlakuan khusus seperti tadi. Oh, ya, kamu sekelas dengan Hayyin, kan?”

Aku mengangguk.

“Kamu juga sudah melihat caraku menangani Hayyin saat sedang kambuh. Kedepannya, jika aku tak ada dan kamu melihat Hayyin meracau seperti tadi, tolong bantu dia, ya?”

Aku mengangguk lagi.

“Sebenarnya, aku tidak enak padamu. Tapi sekalipun aku pacarnya, tetap saja tidak bisa terus-terusan ada untuknya. Manusia selalu memiliki batas dan serba terbatas.”

Aku terdiam lama. Lama sekali.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Hayyin Itu Spesial
Syafira Muna
Cerpen
Bronze
Percakapan Kekasih
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Tiga warna dalam persahabatan
angkaribut
Cerpen
Milikku Sejak Pandangan Pertama
Dear An
Cerpen
Botol Surat
Galang Gelar Taqwa
Novel
Kalau Takdir Kita yang Tulis
aydife
Novel
Gold
Listen to My Heartbeat
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
I'm First
Karin Vayra
Novel
Selamat datang, 62!
Vica Lietha
Novel
A Star Between Us
Pojin Marble
Cerpen
Bronze
Cinta di Negeri Awan
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
SEMESTA RASA
Nerisyah putri cahyani
Novel
My Perfect Husband
Ayu Andita
Novel
Bronze
Satu Januari
B12
Flash
Cintaku, Duke of Edinburgh
Zi Chaniago
Rekomendasi
Flash
Hayyin Itu Spesial
Syafira Muna
Flash
Cinta Tak Terdefinisi
Syafira Muna
Flash
One, Two, Still Love You
Syafira Muna
Flash
Egoisme Imajiner
Syafira Muna
Flash
Mom's Fiftieth Birthday
Syafira Muna
Flash
Dari Serulian, Untuk Rehan
Syafira Muna
Flash
Engklek
Syafira Muna
Flash
One, Two, Lost You
Syafira Muna
Flash
Bronze
Lambat Bukan Berarti Tak Berguna
Syafira Muna
Flash
Hanya Saja yang Mana?
Syafira Muna
Flash
Wherever You Are, I'll Find You
Syafira Muna
Flash
Back to The Day Before Today
Syafira Muna
Flash
A Cup of Roselle Tea
Syafira Muna
Flash
Cita, Cinta, dan Realita
Syafira Muna
Novel
Limit: Rahasia Si Pencuri
Syafira Muna