Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Hayyin Itu Spesial
1
Suka
15,827
Dibaca

Kuperhatikan dari jarak sepuluh langkah, derapnya semakin melambat. Lengannya terangkat menutupi kedua telinga. Badannya semakin merapat ke dinding lorong. Oleng. Aku mempercepat langkah. Meraih kedua bahu gadis tersebut, mencegahnya jatuh.

“Berisik.” Ia mengulang kata yang sama dengan gemetar. Dapat kurasakan, tubuhnya juga gemetaran.

Aku menengok ke kanan kiri. Berharap ada yang dapat menjelaskan situasi apa yang sedang aku hadapi sekarang.

“Hayyin!” Seorang laki-laki memanggil dari kejauhan. Ia mendekat dengan berlari. Kemudian mengambil alih gadis tersebut dariku. Menumpuk telapak tangannya di tangan Hayyin yang menekan telinga. “Tarik napas panjang, Hayyin. Nah, bagus. Lagi. Bagus. Ya, seperti itu.”

Aku mundur selangkah. Memperhatikan cara Win menenangkan Hayyin. Ia tampak sudah berkali-kali menghadapi situasi ini.

Perlahan, Hayyin mulai tenang dan tampaknya sudah kembali ke kesadaran semula. Tidak lagi meracau “berisik” seperti sebelumnya.

Win memasangkan earpods ke telinga Hayyin. “Maaf, aku datang terlambat,” katanya. “Kamu juga enggak membawa penyumbat telinga. Tidak apa-apa. Aku di sini bersamamu.” Win menenangkan Hayyin dengan kata-katanya. “Terima kasih. Kamu menemani Hayyin saat aku tidak ada.” Win beralih menatapku.

Padahal aku tidak melakukan apapun dan hanya terdiam bingung. Sebagai laki-laki yang menyukai Hayyin, tindakanku sama sekali tidak pantas diapresiasi.

Win membantu Hayyin berdiri. Kemudian mengantarnya masuk kelas. Lantas keluar lagi menemuiku.

“Maaf, ya. Tadi kamu pasti kebingungan,” katanya.

Aku menggeleng pelan. Memang kebingungan, tapi itu sudah berganti dengan kelegaan sejak Win datang. Jadi tidak masalah.

“Hayyin itu spesial,” lanjutnya. “Ia membutuhkan perlakuan khusus seperti tadi. Oh, ya, kamu sekelas dengan Hayyin, kan?”

Aku mengangguk.

“Kamu juga sudah melihat caraku menangani Hayyin saat sedang kambuh. Kedepannya, jika aku tak ada dan kamu melihat Hayyin meracau seperti tadi, tolong bantu dia, ya?”

Aku mengangguk lagi.

“Sebenarnya, aku tidak enak padamu. Tapi sekalipun aku pacarnya, tetap saja tidak bisa terus-terusan ada untuknya. Manusia selalu memiliki batas dan serba terbatas.”

Aku terdiam lama. Lama sekali.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Istri Dari Masa Depan
Rizka Dahlila
Flash
Hayyin Itu Spesial
Syafira Muna
Flash
Bronze
Valentine Setiap Hari
Silvarani
Novel
Wedding Key's
Olivia Lin
Komik
Thirtysomething
Kanistha
Cerpen
Bronze
Payung Hujan dan Teh Ajaib
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Assalamu'alaikum Cinta
Bazigha
Novel
RAHASIA HATIKU
MILLA AULIYA
Novel
Luka & Lara
Hana Lestari
Novel
Garden Of Love
Afifah Fitri Ramadhani
Novel
Trap in Mind
Mahina 'Ai
Komik
Water
Dinda Maulidya Putri Badar
Novel
I love my lecturer
Vivin Manzuroh
Novel
BAPER: Balon Perindu
Priy Ant
Cerpen
Dari Dua Dunia
Adelia Putri Sukda, S.Sos.
Rekomendasi
Flash
Hayyin Itu Spesial
Syafira Muna
Flash
Dari Serulian, Untuk Rehan
Syafira Muna
Flash
Engklek
Syafira Muna
Flash
Mom's Fiftieth Birthday
Syafira Muna
Flash
A Cup of Roselle Tea
Syafira Muna
Flash
Bronze
Lambat Bukan Berarti Tak Berguna
Syafira Muna
Flash
Cita, Cinta, dan Realita
Syafira Muna
Flash
Wherever You Are, I'll Find You
Syafira Muna
Flash
Egoisme Imajiner
Syafira Muna
Cerpen
Identitas Kedua Sang Master
Syafira Muna
Flash
Back to The Day Before Today
Syafira Muna
Flash
Hanya Saja yang Mana?
Syafira Muna
Novel
Limit: Rahasia Si Pencuri
Syafira Muna
Flash
One, Two, Lost You
Syafira Muna
Flash
Cinta Tak Terdefinisi
Syafira Muna