Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Gugur
1
Suka
22,845
Dibaca

Kata-kata beraroma sendu sudah biasa terdengar, seraya percikan hujan mendominasi, didukung petir menggelegar.

Bertubi-tubi kamu mendapat pukulan melalui kalimat, tapi dengan keyakinan diri, kamu percaya apa yang terlontar dari bibirnya adalah kesedihan amat mendalam.

"Kamu anak haram!"

"Seharusnya kamu mati!"

Fisikmu sudah memar, batinmu ikut membiru, hampir membusuk jika tidak punya harapan barangkali setelah melihatmu secara sering luka-lukanya dapat berguguran.

Kamu tahu benar, bukan kamu yang haram, melainkan kedua orang tua yang melakukan hal bejat dan membuahkanmu. Bukan kamu yang mesti mati, melainkan pemikiran sang bunda terhadapmu.

Iya, ini kisah sederhana, tapi rumit. Kisah klasik, tapi senantiasa menjadi topik tiada henti. Menjamur, dan berakhir menjadi budaya. Sungguh, kamu tidak paham letak kesalahanmu. Apakah hanya sebab kamu terlahir?

Namun, di luar kendali, kamu menyayangi sang bunda. Jauh amat dalam melebihi rasa sakitmu, kamu memahami bagaimana bunda bersedih. Saat mengandung, bunda selalu membagi kesedihannya kepadamu, membagi luka serta cemooh orang. Kamu selalu ingin memeluknya, kemudian berjanji akan membawa sinar.

Lantas ketika kamu harus tidak bernapas di kedua tangan hangat itu, kamu tidak paham; mengapa setelah lahir ke dunia, bunda tidak pernah membagi deritanya lagi, dan justru melampiaskan semua lara kepadamu?

Mengapa, seseorang begitu mudah menyakiti orang lain di luar diri, hanya karena mereka terluka?

Memberi luka besar, padahal belum tentu lukanya akan sebesar itu jika mau berbagi dibanding menghakimi.

Tubuhmu masih begitu mungil, tapi kamu pernah punya angan-angan tinggi untuk memeluk dan bersinar di hadapan bunda sehingga kamu bisa menyaksikan senyumnya meski secuplik.

Kamu gugur, harapanmu turut gugur.

Demikian, hatimu juga layu lalu mati. Kamu tidak ingin memahami lagi bagaimana situasi berjalan, kamu sudah terlalu lelah hingga pasrah.

Kamu membiarkan udara memanas turun, membiarkan telingamu tuli, dan bibirmu rapat sampai bisu.

Jika bisa mendaur ulang waktu soal perjanjian dari Tuhan yang bahkan jauh sebelum kamu lahir, kamu tidak mau memilih bunda sepertinya. Kamu, tidak sudi jika hanya dianggap sebagai timbangan berat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Gugur
Ilestavan
Novel
Menanti
Virgorini Dwi Fatayati
Flash
Bronze
Janji Kosong Nyaring Bunyinya
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Ombak Luka yang Tak Surut
Rahmi Azzura
Cerpen
Abhia & Chaz
Pink Unicorn
Novel
Bronze
JIGAR & RISMA
Ellit Wijaya
Novel
A Piece of Puzzle
Yovi Eviani Chandra
Novel
Bronze
Dilema Istri Pengganti
Aydhaa Aydhaa
Novel
Bronze
Half of Lemon
Sinta Yudisia
Novel
Volatile
Ayu Fitria
Novel
LELAKI DITITIK NADIR
Bhina Wiriadinata
Novel
Bronze
Hi Cold Prince
Jalvanica
Novel
Perjalanan Cinta
Haida Lee
Flash
Double Chocolate Cake Girl
Irma Susanti Irsyadi
Cerpen
Bronze
RUMAH KACA
Sri Wintala Achmad
Rekomendasi
Flash
Gugur
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Bronze
Secangkir Kopi tak Bersuara
Ilestavan
Flash
Jangan Percaya Narasi Ini
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Flash
Bertumbuh
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Cerpen
Gandark
Ilestavan
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan