Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Jiwa Kecil
6
Suka
29,561
Dibaca

Ada seseorang yang pantas untuk ku benci sebegitu banyaknya.

Dia seorang pecundang, pengecut, dan tidak punya nyali apa-apa. Seseorang mungkin bisa membodohinya kapan saja.

Mengingatnya saja membuatku tertawa. Dia akan gemetar hebat hanya karena mendapatkan perhatian. Dia tidak akan marah bahkan jika seseorang menginjak kepalanya.

"Harusnya kamu memarahinya, dia menginjakmu dengan sengaja." Kataku geram.

"Dia anak sebatang kara yang berjuang juga untuk hidupnya, bagaimana mungkin aku marah. Aku masih bisa memaafkannya, aku akan lebih hati-hati kedepannya agar tidak terinjak lagi." Jawabnya tenang.

Aku tahu ada tangis yang tertahan di pelupuk matanya, tapi kenapa dia sebegitu hebatnya menahan air mata itu hingga tidak tumpah ruah di pipi halusnya?

"DIA YANG SALAH! Kenapa kamu yang harus berhati-hati?!" Amarahku meledak seketika.

"Aku tidak punya hak."

"Apa maksudmu?"

"Aku seorang pendosa."

Aku menatapnya hati-hati. "Kita semua pendosa."

"Aku sering berbohong, kadang iri dan berpura-pura, bahkan aku pernah menyumpah-serapahi atau mengutuk orang lain. Sampai sekarang ada banyak janji yang belum kutepati. Aku ini benar-benar bajingan."

"Kamu?" Aku terhenyak mendengar semua pengakuannya.

"Aku bahkan tak tahu harus berada dimana."

"Bagaimana bisa kamu tidak menghargai dirimu sendiri?"

"Aku harus bagaimana?" Tanyanya dengan mata bergetar. "Semua tempat yang kutuju buntu. Aku tahu kalian semua juga punya masalah hidup sendiri, bagaimana mungkin aku menambahinya."

"Kenapa kamu bicara begitu?" Aku benar-benar tidak habis pikir.

"Aku sering berdoa agar menghilang, tapi dilain sisi aku tidak bisa menghilang begitu saja. Aku anak pertama, ada ibu yang menungguku pulang ke rumah. Tapi aku ini tidak bisa apa-apa."

"Bertahanlah."

"Aku sudah melakukannya."

"Jangan menghilang."

"Aku berusaha."

"Minta tolonglah, akan ada yang membantumu."

"Tidak bisa, aku sudah berhenti melakukannya. Mereka membuatku kecewa kesekian kalinya. Jangan membuatku berharap."

"Teruslah berharap, kamu sudah jatuh berkali-kali, berharap tidak membuatmu rugi."

"Tidak, berharap juga mematahkan hatiku berkali-kali."

Aku memeluknya canggung. Aku belum pernah memeluk seseorang lebih dulu. Hanya ini yang bisa kulakukan.

Kuusap pelan punggungnya yang kini bergetar. "Setidaknya harapan memberimu sedikit keinginan. Kumohon."

"Kamu kini memberiku harapan. Ini menyakitkan."

"Tidak apa-apa, aku akan menemanimu."

Tangisnya pecah, begitu pula rasa benciku padanya. Seharusnya aku memeluknya lebih cepat. Dia hanya jiwa kecil yang menunggu seseorang meraihnya.

"Maafkan aku karena terlambat memahamimu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bronze
Sebuah Kisah yang Tertinggal
Nabil Bakri
Flash
Jiwa Kecil
SIONE
Novel
Bronze
2 Anak Surga
Paul Siem
Skrip Film
Kolam Ikan
Aulia Adli Putra Ersa
Flash
Pendakian
Ejas Intan
Komik
Sincerely Change
erwinsyah nurdin
Flash
Bullying
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Menebus Rasa
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Interval Langkah
Tarisa Adistia
Cerpen
Bronze
Mimpi Ku Adalah Kamu
karin olivia
Novel
25
Imajiner
Novel
Keep Your Lamp Burning
rismas
Novel
Bronze
CERMIN DARI TIMUR
Greace Lee Mayer Ectas Latul
Flash
Semua Untuk Yasmin
Hanachan
Flash
Bronze
KHWATIRKU
Yattis Ai
Rekomendasi
Flash
Jiwa Kecil
SIONE
Cerpen
Ricuh
SIONE
Flash
Bronze
Mendung dan Bayangan
SIONE
Flash
Bronze
Frekuensi
SIONE
Flash
Bronze
Ulang Tahun
SIONE
Novel
Rumahku?
SIONE
Flash
Abe's Journey
SIONE
Cerpen
Bronze
Jejal Nestapa
SIONE
Flash
Ambil porsimu
SIONE
Novel
Euforia
SIONE
Flash
Jam Lima
SIONE
Flash
Marah
SIONE
Cerpen
Bronze
NURAGA
SIONE
Flash
Bronze
Bocah Cilik
SIONE
Flash
Bronze
Foto Keluarga
SIONE