Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tidak Hanya Wanita
1
Suka
24,388
Dibaca

Gelap. Tapi ada panas yang samar di pelupuk mata. Setelahnya, matanya yang besar kemudian terbuka. Cahaya horizontal membentuk bayangan di wajahnya.

Pada seragam sekolah TK-nya yang acak-acakan, ada penunjuk nama Mila. Boneka beruangnya melekat dalam dekap. Telapak tangan Mila mendorong pintu. Kakinya ke luar lemari dan menjejak di lantai dengan ragu-ragu. Kegelapan seketika berganti dengan sinar seolah nyalanya tungku.

Pendengarannya menangkap teriakan dan sahut-sahutan yang riuh. Asalnya dari pemilik suara bariton dan sopran yang beradu angkuh.

“Kamu egois,” kata Suara Bariton.

Suara Sopran membalas, “Kamu... aku... lemah,” dengan terputus-putus.

“Kamu istriku, nurut dong sama aku.”

Isakan tangis berlangsung beberapa saat sebelum digantikan dengan suara bantingan. Mila terkesiap.

“Aaargh,” teriakan tertahan muncul dari Suara Bariton.

Bukan hanya bantingan, kali ini bunyi kaca pecah mengisi gendang telinga. Tidak hanya sekali, tapi berentetan. Mila memegang dada seakan-akan menghentikan degupan jantungnya yang semakin kencang.

“STOP!” Ini kali Suara Sopran yang layangkan perintah.

Suara tamparan berbuah kesunyian.

Mila berjingkat-jingkat ingin mendekati tempat kejadian perkara.

“SINI KAMU!”

Jeda semenit kemudian, “Aaargh,” teriak Suara Bariton.

Mila berhenti. Derap langkah bertalu-talu mendekati kamarnya. Mila kembali ke lemari. Tergesa-gesa menutup pintu agar ia tersembunyi dengan sempurna.

Mila menutup mulut dan menahan perut agar napas tidak berembus.

Pintu lemari terbuka. Suara Sopran muncul di hadapannya. “Cepat, Nak. Ikut Mama. Kita harus pergi! Sekarang juga.”

Tangan Mila tertarik dan kakinya terseret ketika Mama menggandeng lengannya, sampai-sampai boneka beruangnya terlepas. Keduanya silam dari pandangan.

Sunyi dan sepi menyelimuti.

***

Tidak sampai setengah jam kemudian, seorang laki-laki masuk ke dalam kamar dengan langkah yang tergopoh-gopoh.

“Milaaa,” panggilnya. “Nak! Mila sayaaang.”

Suara Bariton meneliti seluruh ruangan, termasuk pintu lemari yang terbuka lebar. Meskipun telah melihat lemari itu dipenuhi baju-baju semata, ia tetap memeriksanya.

Bahunya melorot menyadari orang yang ia cari tidak ada di sana. Ia memiringkan wajah dan pandangan matanya tertubruk pada sebuah benda. Boneka beruang milik Mila.

Ia mengambilnya dan terduduk lemas di pinggiran tempat tidur. Ia lalu menengadahkan kepala.

Tampaklah wajahnya yang penuh lebam dan goresan berdarah. Dahinya dibalut perban yang tidak dapat menyembunyikan bercak merah. Ia meringis karena gembung pipi yang tidak juga mereda.

Perlahan-lahan air mata mengaliri pipinya. Benaknya dipenuhi kebingungan yang melanda. Bagaimana jelaskan pada dunia bahwa ia bukanlah pelaku dan justru ia yang harus menyelamatkan Mila?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Bising
Rinov
Novel
Bronze
1950
Onet Adithia Rizlan
Novel
Sampai Ujung Sembilu
Yuna
Novel
Bronze
BONO 13.15
Onet Adithia Rizlan
Skrip Film
CONSCIENCE
Ni Luh Putu Anggreni
Skrip Film
Gue Anak IPA
Gading A
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Cerpen
Bronze
PELARIAN
Iman Siputra
Novel
Cinta Dalam Mimpi
decellyne beatricia
Novel
Eternity
bintaro bastard
Novel
Omaku Sayang, Omaku Malang
Fii
Novel
KERUSUHAN 1998: Harapan dan Perjuangan
Nuh Hawari
Novel
Jejak Kelabu Jakarta
Ula
Novel
Kausatif
Topan Adiningrat
Skrip Film
(Gak) Butuh Mama Baru!!!
Annisa Nurul Fitri Holle
Rekomendasi
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Flash
TERLALU BAIK
SURIYANA
Flash
BAHASA
SURIYANA
Flash
Tumbal Tambal
SURIYANA
Cerpen
Pashmina Perpisahan
SURIYANA
Cerpen
Nanti juga Bahagia
SURIYANA
Flash
Badut
SURIYANA
Flash
Apa Artinya Cinta
SURIYANA
Novel
Bronze
Pinjaman Berbunga Cinta
SURIYANA
Cerpen
Ibuku Bukan Ibu-Ibu
SURIYANA
Cerpen
Cinta yang Tersisa
SURIYANA
Novel
Berharap Madu, Terdulang Permata
SURIYANA
Cerpen
Dear Mima
SURIYANA
Cerpen
Karmini Karmila
SURIYANA
Flash
Sang Pengasuh
SURIYANA