Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tidak Hanya Wanita
1
Suka
19,812
Dibaca

Gelap. Tapi ada panas yang samar di pelupuk mata. Setelahnya, matanya yang besar kemudian terbuka. Cahaya horizontal membentuk bayangan di wajahnya.

Pada seragam sekolah TK-nya yang acak-acakan, ada penunjuk nama Mila. Boneka beruangnya melekat dalam dekap. Telapak tangan Mila mendorong pintu. Kakinya ke luar lemari dan menjejak di lantai dengan ragu-ragu. Kegelapan seketika berganti dengan sinar seolah nyalanya tungku.

Pendengarannya menangkap teriakan dan sahut-sahutan yang riuh. Asalnya dari pemilik suara bariton dan sopran yang beradu angkuh.

“Kamu egois,” kata Suara Bariton.

Suara Sopran membalas, “Kamu... aku... lemah,” dengan terputus-putus.

“Kamu istriku, nurut dong sama aku.”

Isakan tangis berlangsung beberapa saat sebelum digantikan dengan suara bantingan. Mila terkesiap.

“Aaargh,” teriakan tertahan muncul dari Suara Bariton.

Bukan hanya bantingan, kali ini bunyi kaca pecah mengisi gendang telinga. Tidak hanya sekali, tapi berentetan. Mila memegang dada seakan-akan menghentikan degupan jantungnya yang semakin kencang.

“STOP!” Ini kali Suara Sopran yang layangkan perintah.

Suara tamparan berbuah kesunyian.

Mila berjingkat-jingkat ingin mendekati tempat kejadian perkara.

“SINI KAMU!”

Jeda semenit kemudian, “Aaargh,” teriak Suara Bariton.

Mila berhenti. Derap langkah bertalu-talu mendekati kamarnya. Mila kembali ke lemari. Tergesa-gesa menutup pintu agar ia tersembunyi dengan sempurna.

Mila menutup mulut dan menahan perut agar napas tidak berembus.

Pintu lemari terbuka. Suara Sopran muncul di hadapannya. “Cepat, Nak. Ikut Mama. Kita harus pergi! Sekarang juga.”

Tangan Mila tertarik dan kakinya terseret ketika Mama menggandeng lengannya, sampai-sampai boneka beruangnya terlepas. Keduanya silam dari pandangan.

Sunyi dan sepi menyelimuti.

***

Tidak sampai setengah jam kemudian, seorang laki-laki masuk ke dalam kamar dengan langkah yang tergopoh-gopoh.

“Milaaa,” panggilnya. “Nak! Mila sayaaang.”

Suara Bariton meneliti seluruh ruangan, termasuk pintu lemari yang terbuka lebar. Meskipun telah melihat lemari itu dipenuhi baju-baju semata, ia tetap memeriksanya.

Bahunya melorot menyadari orang yang ia cari tidak ada di sana. Ia memiringkan wajah dan pandangan matanya tertubruk pada sebuah benda. Boneka beruang milik Mila.

Ia mengambilnya dan terduduk lemas di pinggiran tempat tidur. Ia lalu menengadahkan kepala.

Tampaklah wajahnya yang penuh lebam dan goresan berdarah. Dahinya dibalut perban yang tidak dapat menyembunyikan bercak merah. Ia meringis karena gembung pipi yang tidak juga mereda.

Perlahan-lahan air mata mengaliri pipinya. Benaknya dipenuhi kebingungan yang melanda. Bagaimana jelaskan pada dunia bahwa ia bukanlah pelaku dan justru ia yang harus menyelamatkan Mila?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
A Straight Rain: A Story about Their Gathering in Tokyo
Anis Maryani
Komik
Bronze
This is Classic Love Story
Drawshocker
Skrip Film
Kekasih Halu Jadi Nyata (Skrip)
sapriani
Flash
Bronze
Potong Tangan
Sulistiyo Suparno
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Cerpen
Bronze
Sesal
Adel Romanza
Cerpen
Lampu
Titin Widyawati
Novel
Bronze
CERMIN DARI TIMUR
Greace Lee Mayer Ectas Latul
Komik
Bronze
KUNTILANAK FALLING IN LOVE
Dy williams7
Komik
JE"TIME
Tashannie abigail loekman
Skrip Film
We Were Ship In The Night
Lilly Amundsen
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana
Flash
PENJARA
Aniela
Flash
Jalan Pintas
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Pendongeng
Afri Meldam
Rekomendasi
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Cerpen
Pashmina Perpisahan
SURIYANA
Flash
TERLALU BAIK
SURIYANA
Cerpen
Usia 12
SURIYANA
Cerpen
Memori Menari
SURIYANA
Flash
BAHASA
SURIYANA
Cerpen
Kembar Satu Jiwa
SURIYANA
Cerpen
Nanti juga Bahagia
SURIYANA
Cerpen
Dear Mima
SURIYANA
Flash
Badut
SURIYANA
Flash
Sang Pengasuh
SURIYANA
Flash
Apa Artinya Cinta
SURIYANA
Flash
Tiga Menit untuk Selamanya
SURIYANA
Novel
Berharap Madu, Terdulang Permata
SURIYANA
Flash
Hidup tanpa Warna
SURIYANA