Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tidak Hanya Wanita
1
Suka
23,699
Dibaca

Gelap. Tapi ada panas yang samar di pelupuk mata. Setelahnya, matanya yang besar kemudian terbuka. Cahaya horizontal membentuk bayangan di wajahnya.

Pada seragam sekolah TK-nya yang acak-acakan, ada penunjuk nama Mila. Boneka beruangnya melekat dalam dekap. Telapak tangan Mila mendorong pintu. Kakinya ke luar lemari dan menjejak di lantai dengan ragu-ragu. Kegelapan seketika berganti dengan sinar seolah nyalanya tungku.

Pendengarannya menangkap teriakan dan sahut-sahutan yang riuh. Asalnya dari pemilik suara bariton dan sopran yang beradu angkuh.

“Kamu egois,” kata Suara Bariton.

Suara Sopran membalas, “Kamu... aku... lemah,” dengan terputus-putus.

“Kamu istriku, nurut dong sama aku.”

Isakan tangis berlangsung beberapa saat sebelum digantikan dengan suara bantingan. Mila terkesiap.

“Aaargh,” teriakan tertahan muncul dari Suara Bariton.

Bukan hanya bantingan, kali ini bunyi kaca pecah mengisi gendang telinga. Tidak hanya sekali, tapi berentetan. Mila memegang dada seakan-akan menghentikan degupan jantungnya yang semakin kencang.

“STOP!” Ini kali Suara Sopran yang layangkan perintah.

Suara tamparan berbuah kesunyian.

Mila berjingkat-jingkat ingin mendekati tempat kejadian perkara.

“SINI KAMU!”

Jeda semenit kemudian, “Aaargh,” teriak Suara Bariton.

Mila berhenti. Derap langkah bertalu-talu mendekati kamarnya. Mila kembali ke lemari. Tergesa-gesa menutup pintu agar ia tersembunyi dengan sempurna.

Mila menutup mulut dan menahan perut agar napas tidak berembus.

Pintu lemari terbuka. Suara Sopran muncul di hadapannya. “Cepat, Nak. Ikut Mama. Kita harus pergi! Sekarang juga.”

Tangan Mila tertarik dan kakinya terseret ketika Mama menggandeng lengannya, sampai-sampai boneka beruangnya terlepas. Keduanya silam dari pandangan.

Sunyi dan sepi menyelimuti.

***

Tidak sampai setengah jam kemudian, seorang laki-laki masuk ke dalam kamar dengan langkah yang tergopoh-gopoh.

“Milaaa,” panggilnya. “Nak! Mila sayaaang.”

Suara Bariton meneliti seluruh ruangan, termasuk pintu lemari yang terbuka lebar. Meskipun telah melihat lemari itu dipenuhi baju-baju semata, ia tetap memeriksanya.

Bahunya melorot menyadari orang yang ia cari tidak ada di sana. Ia memiringkan wajah dan pandangan matanya tertubruk pada sebuah benda. Boneka beruang milik Mila.

Ia mengambilnya dan terduduk lemas di pinggiran tempat tidur. Ia lalu menengadahkan kepala.

Tampaklah wajahnya yang penuh lebam dan goresan berdarah. Dahinya dibalut perban yang tidak dapat menyembunyikan bercak merah. Ia meringis karena gembung pipi yang tidak juga mereda.

Perlahan-lahan air mata mengaliri pipinya. Benaknya dipenuhi kebingungan yang melanda. Bagaimana jelaskan pada dunia bahwa ia bukanlah pelaku dan justru ia yang harus menyelamatkan Mila?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Arga My First Love
Nita Fitriana
Novel
Bronze
(Un) happy Marriage
Citra Wardani
Novel
Sekata Lampau dari Sangkala
Eva Cristyani Tarigan
Novel
DI UJUNG PRAHARA
Nuraini Mufidah
Novel
Singa yang Tersesat
diana primanita
Novel
Bronze
Promise, That You'll be Promise Me
Andhika Rivani
Novel
Bronze
Keluarga Sederhana
Dwiky Meidian
Novel
Gagal move on
Suyanti
Novel
No Matter What You Are
Adristia Kusumo P
Novel
Gold
KKPK Kupetik Bintang
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Sebilah Silsilah
Mila Phewhe
Novel
Tak Seindah Fiksi
Ravistara
Novel
Tidak Apa-apa Tidak Ada Papa
Fatkhiyatu Rizkill
Komik
Extra...
'Aisyah
Flash
Guru Killer
Luca Scofish
Rekomendasi
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Novel
Cinta Ini Rasa Itu
SURIYANA
Flash
Badut
SURIYANA
Flash
Hidup tanpa Warna
SURIYANA
Flash
Tiga Menit untuk Selamanya
SURIYANA
Flash
BAHASA
SURIYANA
Novel
Berharap Madu, Terdulang Permata
SURIYANA
Cerpen
Karmini Karmila
SURIYANA
Flash
Sang Pengasuh
SURIYANA
Cerpen
Obituarium
SURIYANA
Flash
TERLALU BAIK
SURIYANA
Novel
Bronze
Pinjaman Berbunga Cinta
SURIYANA
Cerpen
Memori Menari
SURIYANA
Cerpen
Usia 12
SURIYANA
Cerpen
Ibuku Bukan Ibu-Ibu
SURIYANA