Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Jalan Setapak
1
Suka
13,580
Dibaca

Di minggu sore yang cerah, Dito memutuskan untuk mengambil jalan ke pedalaman hutan yang sebenarnya merupakan jalan paling dekat menuju rumahnya. Dito jarang sekali ke sana bukan karena jalan tersebut menakutkan seperti rumor-rumornya. Dia tidak terlalu memikirkan persoalan itu. Alasan dia tidak mengambil jalan itu karena Dito sudah terbiasa pulang pergi dari pekerjaannya atau lain-lain dengan berkendara. Dito harus melalui jalan setapak ini karena mobilnya sedang diperbaiki.

“Nyak.”

“Hayu, hayu.”

Dito mulai masuk setelah dia berpisah dengan teman sehobinya. Semakin dalam dia masuk cahaya matahari semakin redup karena pohon-pohon yang rapat juga tanda bahwa jam ke malam semakin dekat. Suasana sangat sepi hanya diisikan suara-suara jangkrik atau suara dari serangga kecil lainnya. Jalan ini sebenarnya cukup sering dilalui warga desa. Dito juga pada saat itu berpapasan dengan beberapa orang.

Ada semacam perasaan nostalgia karena mungkin sudah begitu lama tidak melewati jalan ini. Di pertengahan jalan ketika dia kembali mengingat masa lalu Dito dihentikan oleh percabangan jalan. “Dulu enggak ada kanan kiri deh, lurus-lurus aja.” Jalannya tidak lurus tetapi memang hanya satu jalan. “Ujungnya kemana ya yang kanan?” Begitu kata hatinya berbicara. Karena waktu semakin maju ke malam, Dito bergegas saja mengikuti yang dia ingat.

Matahari tenggelam lebih cepat dari yang Dito duga. “Terlalu banyak mikir gak kerasa udah malem aja,” kata Dito menghilangkan rasa kesepiannya. “Sayang sekali padahal di depan bisa lihat pemandangan desa.”

Hutan ini adalah kaki gunung. Daratannya sedikit lebih tinggi. Jalan setapaknya membentuk huruf S. Tidak lama dari posisi Dito terdapat area terbuka tepat menghadap ke desa dan perkotaan. Namun, ketika sampai di sana dia sangat-sangat terkejut dan rasa senangnya berubah waswas. Suara-suara serangga yang tadinya masih ramai tiba-tiba senyap menciptakan suasana yang benar-benar tanpa suara. Saat dia memandang ke arah desa instingnya berteriak, “LARI.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Jalan Setapak
Bima Kagumi
Komik
Bronze
Me !
Willy Reichi
Novel
Bulan Madu yang Tertunda
Innuri Sulamono
Komik
Bronze
REBORN
Aitzuga
Flash
Anatomi Tempat Tidur
Jasma Ryadi
Novel
Gold
Sleepy Hollow and Other Horror Stories
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Kamar Nomor 7
Fahri Nurul A'la
Flash
Bronze
Uang berdarah
Bungaran gabriel
Flash
Kapok!
Impy Island
Flash
Gadis Itu
Suzie S. Something
Novel
Bronze
PELUKAN
Akira Ken Yuri
Novel
Bronze
RUWAT ~Novel~
Herman Siem
Flash
Hutan Berkabut Putih
Martha Z. ElKutuby
Novel
Bronze
Devil
Katia
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Flash
Jalan Setapak
Bima Kagumi
Cerpen
Debu Pembangunan
Bima Kagumi
Flash
Pagi yang Damai
Bima Kagumi
Cerpen
05 Path to Happiness
Bima Kagumi
Cerpen
07 Raesha
Bima Kagumi
Cerpen
03 Rumah di Keabadian
Bima Kagumi
Flash
Terbaik Selamanya
Bima Kagumi
Cerpen
02 Balasan Penuh
Bima Kagumi
Cerpen
Bronze
04 Dia Tabib
Bima Kagumi
Cerpen
Glitched Apocalypse
Bima Kagumi
Cerpen
09 Halaman Kosong
Bima Kagumi
Cerpen
Regulasi
Bima Kagumi
Cerpen
01 Pemuja
Bima Kagumi
Novel
Proyek Superkuasa
Bima Kagumi
Novel
The Other Sides: Next World
Bima Kagumi