Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Jalan Setapak
1
Suka
10,514
Dibaca

Di minggu sore yang cerah, Dito memutuskan untuk mengambil jalan ke pedalaman hutan yang sebenarnya merupakan jalan paling dekat menuju rumahnya. Dito jarang sekali ke sana bukan karena jalan tersebut menakutkan seperti rumor-rumornya. Dia tidak terlalu memikirkan persoalan itu. Alasan dia tidak mengambil jalan itu karena Dito sudah terbiasa pulang pergi dari pekerjaannya atau lain-lain dengan berkendara. Dito harus melalui jalan setapak ini karena mobilnya sedang diperbaiki.

“Nyak.”

“Hayu, hayu.”

Dito mulai masuk setelah dia berpisah dengan teman sehobinya. Semakin dalam dia masuk cahaya matahari semakin redup karena pohon-pohon yang rapat juga tanda bahwa jam ke malam semakin dekat. Suasana sangat sepi hanya diisikan suara-suara jangkrik atau suara dari serangga kecil lainnya. Jalan ini sebenarnya cukup sering dilalui warga desa. Dito juga pada saat itu berpapasan dengan beberapa orang.

Ada semacam perasaan nostalgia karena mungkin sudah begitu lama tidak melewati jalan ini. Di pertengahan jalan ketika dia kembali mengingat masa lalu Dito dihentikan oleh percabangan jalan. “Dulu enggak ada kanan kiri deh, lurus-lurus aja.” Jalannya tidak lurus tetapi memang hanya satu jalan. “Ujungnya kemana ya yang kanan?” Begitu kata hatinya berbicara. Karena waktu semakin maju ke malam, Dito bergegas saja mengikuti yang dia ingat.

Matahari tenggelam lebih cepat dari yang Dito duga. “Terlalu banyak mikir gak kerasa udah malem aja,” kata Dito menghilangkan rasa kesepiannya. “Sayang sekali padahal di depan bisa lihat pemandangan desa.”

Hutan ini adalah kaki gunung. Daratannya sedikit lebih tinggi. Jalan setapaknya membentuk huruf S. Tidak lama dari posisi Dito terdapat area terbuka tepat menghadap ke desa dan perkotaan. Namun, ketika sampai di sana dia sangat-sangat terkejut dan rasa senangnya berubah waswas. Suara-suara serangga yang tadinya masih ramai tiba-tiba senyap menciptakan suasana yang benar-benar tanpa suara. Saat dia memandang ke arah desa instingnya berteriak, “LARI.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Jalan Setapak
Bima Kagumi
Cerpen
Bronze
WENGI
Umi Istiqomah
Flash
Cahaya di Ujung Terowongan
Ahmad R. Madani
Flash
Anona
winda nurdiana
Novel
Gold
Fantasteen 22 Boards
Mizan Publishing
Novel
Kisah Horor
Maghfira Izani
Flash
Gadis di Dalam Cermin
Irma Susanti Irsyadi
Cerpen
The Game of Ghost
Rama Sudeta A
Flash
Istana Buah
Braindito
Novel
MAKOM KERAMAT SYEH SIRNA JAYA
Rana Kurniawan
Novel
Gold
Surat dari Kematian
Falcon Publishing
Novel
Inner Eye
Khoirun Nisa
Novel
Gold
Sing, Unburied, Sing
Mizan Publishing
Novel
Gold
Fantasteen Haunted School
Mizan Publishing
Novel
Gold
Rumah Teteh
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Jalan Setapak
Bima Kagumi
Cerpen
03 Rumah di Keabadian
Bima Kagumi
Flash
Hanya Sampah
Bima Kagumi
Flash
Terbaik Selamanya
Bima Kagumi
Cerpen
Bronze
06 Sang Pengamat
Bima Kagumi
Cerpen
07 Raesha
Bima Kagumi
Cerpen
Debu Pembangunan
Bima Kagumi
Cerpen
Regulasi
Bima Kagumi
Novel
The Other Sides: Next World
Bima Kagumi
Cerpen
Glitched Apocalypse
Bima Kagumi
Cerpen
01 Pemuja
Bima Kagumi
Cerpen
お医者さんのリリスト
Bima Kagumi
Novel
Dark Magic
Bima Kagumi
Flash
Pagi yang Damai
Bima Kagumi
Cerpen
08 Air Suci
Bima Kagumi