Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rasa Sakit
0
Suka
7,817
Dibaca

Suatu malam, ular yang kelaparan menemukan katak gemuk terdiam dekat bebatuan.

Tahu akan dimangsa, si katak tidak melarikan diri, justru menikmati detik-detik si ular menuju arahnya. Ular jadi heran, laparnya seolah hirap.

Semakin dekat, ular justru bertanya kepada katak dan bukan melahapnya bulat-bulat.

"Mengapa kau tidak kabur?"

"Kau terlambat, Ular. Alexithymia telah memakanku terlebih dahulu. Jika kau memakanku, aku tidak akan merasa sakit. Karena aku juga tidak bisa merasakan emosi apa-apa."

Ular terdiam sejenak, kemudian berkata menantang. "Mari kita buktikan. Aku akan memakanmu sekarang juga, dan rasakan sakitnya."

Katak menyetujui. Seperti perkataan awal, dia amat yakin meski tubuhnya berpindah di mulut ular, dia mati rasa. Katak menganalogikan dirinya cangkang hidup.

Hanya sebatas kedipan mata manusia, katak sudah dalam mulut ular.

Si ular menelan katak, dan saat turun ke perut, katak baru merasakan dirinya tersedot sedikit demi sedikit bersama napasnya yang tidak lagi leluasa.

Katak menerima rasa sakit pada menit terakhir dia bernapas. Ular merasa puas, karena setidaknya ia telah berbuat baik. Mengapa? Katak tidak bisa merasakan emosi apa-apa; marah, sedih, dan kecewa, tapi ternyata katak masih punya rasa sakit ketika tubuhnya terluka. Katak hanya tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaannya saking terlalu banyak terpendam.

Maka demikian, ular telah membantu katak mencicipi namanya sakit. Lagipula menurut ular, dalam pertarungan hidup, setidaknya ada jeda dimana dirimu mesti mengalami kesakitan. Entah sakit hati, sakit fisik, sampai kacau pikiran disebut sakit. Dan kini katak tak lagi kesakitan. Ini akan menjadi wajar.

"Memiliki emosi negatif dan tidak tahu cara membuangnya sungguh melelahkan, bukan?

"Ah, omong-omong rasa tubuhmu lezat sekali, Katak. Semoga kau ditempatkan di surga Tuhan."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Novel
After School
Nadya Wijanarko
Skrip Film
Kepingan Hati Milik Anggit (Script)
Yeni Shelpi Aliani
Flash
Surat Kabar
Yuanita Faridatun Ni'mah
Novel
Seperti awan,hujan dan ombak
athifsyaa
Novel
Sebelum Toga di Bawah Awan
Leni Juliany
Novel
Bronze
Matahari Terbenam bersama Cinta
Sarah Teplaka
Komik
Reff[RAIN]
Rii Zu
Komik
RECLIMB
Katsuri
Flash
Laba-Laba
H.N.Minah
Flash
Tunggu Iklan
Reyan Bewinda
Flash
Bronze
Tak Ingin Terulang
Nabilla Shafira
Cerpen
Belenggu yang Memudar Dimakan Zaman
Yutanis
Novel
Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au
Christina Septi
Flash
Beban Orang Tua
Sathya Vahini
Rekomendasi
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Cerpen
Gandark
Ilestavan
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Flash
The Last Painting
Ilestavan
Flash
Secangkir Kopi tak Bersuara
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Cerpen
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Flash
Gugur
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Cerpen
Pretensi
Ilestavan