Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rasa Sakit
1
Suka
31,186
Dibaca

Suatu malam, ular yang kelaparan menemukan katak gemuk terdiam dekat bebatuan.

Tahu akan dimangsa, si katak tidak melarikan diri, justru menikmati detik-detik si ular menuju arahnya. Ular jadi heran, laparnya seolah hirap.

Semakin dekat, ular justru bertanya kepada katak dan bukan melahapnya bulat-bulat.

"Mengapa kau tidak kabur?"

"Kau terlambat, Ular. Alexithymia telah memakanku terlebih dahulu. Jika kau memakanku, aku tidak akan merasa sakit. Karena aku juga tidak bisa merasakan emosi apa-apa."

Ular terdiam sejenak, kemudian berkata menantang. "Mari kita buktikan. Aku akan memakanmu sekarang juga, dan rasakan sakitnya."

Katak menyetujui. Seperti perkataan awal, dia amat yakin meski tubuhnya berpindah di mulut ular, dia mati rasa. Katak menganalogikan dirinya cangkang hidup.

Hanya sebatas kedipan mata manusia, katak sudah dalam mulut ular.

Si ular menelan katak, dan saat turun ke perut, katak baru merasakan dirinya tersedot sedikit demi sedikit bersama napasnya yang tidak lagi leluasa.

Katak menerima rasa sakit pada menit terakhir dia bernapas. Ular merasa puas, karena setidaknya ia telah berbuat baik. Mengapa? Katak tidak bisa merasakan emosi apa-apa; marah, sedih, dan kecewa, tapi ternyata katak masih punya rasa sakit ketika tubuhnya terluka. Katak hanya tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaannya saking terlalu banyak terpendam.

Maka demikian, ular telah membantu katak mencicipi namanya sakit. Lagipula menurut ular, dalam pertarungan hidup, setidaknya ada jeda dimana dirimu mesti mengalami kesakitan. Entah sakit hati, sakit fisik, sampai kacau pikiran disebut sakit. Dan kini katak tak lagi kesakitan. Ini akan menjadi wajar.

"Memiliki emosi negatif dan tidak tahu cara membuangnya sungguh melelahkan, bukan?

"Ah, omong-omong rasa tubuhmu lezat sekali, Katak. Semoga kau ditempatkan di surga Tuhan."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Bagaimana Jika Aku Tidak Menikah?
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Dirapihin
Reyan Bewinda
Flash
Bronze
Kencan
Afri Meldam
Novel
Mawar Putih Untuk Sepasang Merpati
Putri Nabila
Flash
Bronze
Joe Sang Kapten
Onet Adithia Rizlan
Flash
Happy Birthday 22
Rumpang Tanya
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Novel
Pejuang Konten
Marlina Lin
Skrip Film
BRAJA PUSAKA LANGIT
Altrada Aryo Istiyantho
Novel
Bronze
Bus Kota Warna Merah (Cerpen Pilihan Editor#1)
Imajinasiku
Novel
Proyek Buku Besar
Foggy FF
Flash
Bronze
What If (part 1)
Nita Roviana
Novel
LOCKDOWN
Lilis Setyowati
Novel
Bronze
Before Metamorphosis
THIRZA EUNIKE SILABAN
Rekomendasi
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Jangan Percaya Narasi Ini
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Flash
The Last Painting
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Pretensi
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Gandark
Ilestavan
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Flash
Sintas
Ilestavan
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Flash
Buta Nikmat
Ilestavan