Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
๐‘ฏ๐‘ฐ๐‘ณ๐‘จ๐‘ต๐‘ฎ
1
Suka
11,654
Dibaca

Pada akhirnya, tak lagi kutatap senyum pria yang sempat menemaniku beberapa minggu ini. Tak lagi kudengar suaranya saat menyapaku setiap pagi. Tak bisa kupandang kembali lambaian tangannya. Kini posisinya telah digantikan orang lain. Bahkan baju kerjanya pun dipakai oleh orang lain. Kepergiannya menimbulkan beribu pertanyaan yang ingin kulontarkan. Pertemuan singkat itu bermakna, namun kehilangannya masih melekat.ย ย 

Hari itu, sekitar pukul enam sore, aku bersama rekan kerja pergi mencari makan malam. Dari kejauhan, di tempat biasa aku membeli makanan, terlihat dua pria sedang menunggu antrean. Mungkin mereka sama sepertiku, terbiasa jajan di pinggir jalan. Saat aku datang, salah satu dari mereka memandangku lama. Sempat risih, tapi aku tak menggubris. Aku hanya ingin membeli Pop Mie kesukaanku. Sayangnya, Pop Mie sudah habis. Aku pun memutuskan pulang.ย ย 

Setelah pertemuan pertama itu, setiap kali aku belanja di depan bangunan baru, ia bersama temannya duduk di bawah pohon. Tiba-tiba saja ia memanggilku.ย ย 

โ€œMau ke mana?โ€ tanyanya.ย ย 

โ€œAlfa,โ€ jawabku singkat.ย ย 

Hingga aku selesai belanja, ia masih di posisi yang sama, kembali bertanya:ย ย 

โ€œUdah apa dari Alfa?โ€ย ย 

โ€œTop up,โ€ jawabku.ย ย 

โ€œTop up apa?โ€ย ย 

โ€œDana,โ€ kataku singkat sambil berlalu.ย ย 

Dua hari setelah kejadian itu, ia semakin sering menyapaku. Setiap pagi aku melewati tempat kerjanya, karena itu jalan satu-satunya menuju kantor. Ia bekerja di bangunan baru. Lama-lama aku bosan dengan pertanyaan yang sama: โ€œMau ke mana? Abis dari mana?โ€ Tapi sapaan itu tetap hadir, bahkan dengan panggilan akrab, โ€œTeh,โ€ dalam bahasa Sunda.ย ย 

Hari-hari berikutnya terasa berbeda. Laki-laki berkulit hitam manis itu menghilang beberapa minggu. Padahal ia mampu membuatku merasa kehilangan. Ciri-cirinya sederhana: tinggi sekitar 160 cm, kulit hitam manis, dengan kumis tipis. Setiap pagi kami bertegur sapa, walau hanya sekadar โ€œHai.โ€ Tak bosan-bosannya ia menyapaku, hingga aku semakin akrab dengannya. Kami mulai berkomunikasi, meski hanya dua atau tiga kalimat.ย ย 

Namun entah ke mana ia sekarang. Setiap pagi aku melewati tempat kerjanya, tapi tak lagi kutemukan kehadirannya. Aku merindukan gurauannya, senyumnya, keramahan yang membuatku hangat. Ia selalu memanggil namaku, melambaikan tangan, berteriak menyapaku. Kini semua itu hilang.ย ย 

Akhir-akhir ini, posisinya di tempat kerja sudah digantikan orang lain. Bahkan baju kerjanya dipakai oleh pria lain. Aku kecewa, meski kami tak pernah benar-benar dekat. Keramahannya membuatku merasa dihargai. Aku yakin, jika takdir mempertemukan kami lagi, aku ingin bertanya lebih banyak kepadanya: ke mana ia pergi, mengapa menghilang begitu saja. Karena aku merindukan kehadirannya yang dulu mampu menyemangati hari-hariku.ย ย 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
๐‘ฏ๐‘ฐ๐‘ณ๐‘จ๐‘ต๐‘ฎ
Ismawati
Cerpen
Bronze
Satu Bab Lagi di Kafe Hujan
Shinta Larasati Hardjono
Novel
PACAR SEKELAS
Frasyahira
Flash
Bronze
Sudah Tahu Dilarang, tapi Perasaan Ini Tak Bisa Hilang
Nuel Lubis
Novel
Bronze
DianTara
Viky Aulia Safitri
Novel
Bronze
Cinta untuk sahabat
Widayanti
Skrip Film
Logika Dan Lukisan Langit
sela dahyanti
Flash
Jodoh di Balik Pintu
Sulistiyo Suparno
Novel
Gold
Jatuh Cinta Diam-Diam 2
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Suami
OvioviO
Cerpen
Bronze
Swipe Kanan, Takdir Kiri
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Dua Garis Menjadi Satu
Hilda Resina
Novel
High Romance Shoot : Trisha Version
eliyen
Novel
Bronze
LONG DISTANCE
Farida Ilma
Flash
Bronze
Sabar adalah Sungai, Senyumanmu adalah Muaranya
Ron Nee Soo
Rekomendasi
Flash
๐‘ฏ๐‘ฐ๐‘ณ๐‘จ๐‘ต๐‘ฎ
Ismawati
Flash
Sumi Arwah penasaran
Ismawati
Flash
Sebatas Kenangan
Ismawati
Cerpen
BAYANG YANG TAK PERNAH SELESAI
Ismawati
Cerpen
Pelantara Hijrah
Ismawati
Flash
SIAPAKAH DIRIKU?
Ismawati
Flash
DUNIA MALAM
Ismawati
Cerpen
Sehimpun Cerita Masalalu
Ismawati
Cerpen
Takdir Di Gazebo Tua Sekolah
Ismawati
Flash
Langkah Lelaki di Kota orang
Ismawati
Flash
PIKIRANMU MEMBUNUHMU
Ismawati
Cerpen
RINDU DI MIMPI
Ismawati
Novel
GADIS SENJA
Ismawati