Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ketika
1
Suka
31,803
Dibaca

Ketika daun-daun kecil itu berjatuhan, ibu membawakanku makanan. Ketika angin itu berembus lebih kencang, ibu kembali membawa makanan di mulutnya. Hanya dengan menatapku makan, ibu seolah sudah merasa kenyang.

Ketika gelap meraja juga, ibu membawakanku sepotong ayam. Ibu ingin menggigitnya sedikit, tapi aku langsung menggeram. Tidak ada satupun yang boleh meminta makananku, tanpa terkecuali ibu.

Ketika kupu-kupu terbang dan menyerap sari bunga, aku memunggungi ibu yang sudah tua. Dia tidak bisa lagi membawakanku makanan. Ibu yang merasa bersalah, beranjak dari baringnya dan memintaku menunggu.

"Ibu akan bawa sesuatu yang bisa dimakan," katanya.

Ketika bulat cahaya merangkak naik, ibu tidak kembali.

Dia tidak akan kembali. Kata manusia-manusia itu, ada kucing tua berwarna hitam kuning yang mati akibat dipenggal oleh pemilik kedai daging.

Itu ibuku.

Selama ini ibu yang selalu membawakanku makanan, tapi aku tidak pernah balas memberi. Aku memang anak tidak tahu diri. Tahukah dari mana ibu mendapatkan semua makanan yang dikasih untukku? Dia mencuri, dan aku hanya menuruti titahnya.

"Tidak ada hal baik dari mencuri, jangan mengikuti ibu, selapar apa pun kamu."

Tetapi, saat ini aku tidak percaya pada perkataan ibu. Setidaknya, ada hal baik dari mencuri; dia bisa membesarkanku, membuatku tetap hidup sampai sekarang.

Bukankah ibu terlalu mementingkan sudut pandanganya sendiri? Dia tidak membolehkanku mencuri, tapi kenyataan, dari mencuri kaum seperti kami bisa mengisi perut untuk bertahan.

Oh ya, aku juga terlalu sibuk memunggungi ibu kala dia tidak bisa memberiku makan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Warna Pelangi
Rafael Yanuar
Flash
Toxic Words
Rahmatul Husni
Flash
Ketika
Ilestavan
Cerpen
Langit yang Tak Mendengar Dirinya Sendiri
Innuri Sulamono
Komik
Bronze
LooP
Mufti wahyudi saili
Flash
Selenophile
Melia
Flash
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Novel
Bukan Rumah untuk Pulang
Naa Ruby
Novel
Little Bird Can't Remember
jughivara
Novel
Dealova story cafe and coffe,by khaerunnisa
Khaerunnisa
Komik
Mataram In Memory
Uco Penguin
Novel
Wanda Cinta Putri Biarawati untuk Ayahnya
princess bermata biru
Novel
Bronze
jika rindu salah haruskah menyerah (?)
Nia Kurniasih
Novel
[FAKE] IDOL
Diva Amane
Novel
The Day We Find Love
L
Rekomendasi
Flash
Ketika
Ilestavan
Flash
Jangan Percaya Narasi Ini
Ilestavan
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Delas
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Flash
Sintas
Ilestavan
Flash
The Last Painting
Ilestavan
Flash
Bertumbuh
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Gandark
Ilestavan
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan