Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Di Sebuah Hutan
20
Suka
18,593
Dibaca

Sssttt … ssstt … ssstt ….

Hitam pekat sepanjang mata memandang. Dinginnya malam saat itu menusuk dalam lapisan epidermis kulit. Indra pendengar didominasi oleh suara-suara tak kasat mata.

Suara itu kembali terdengar. Desisan ular yang sedang mencari mangsanya. Hening sejenak. Lantas, gerakannya kembali, namun dengan suara yang berbeda. Hewan reptil itu menerobos semak-semak di hutan belantara, dengan kecepatan penuh bah kereta api yang berjalan di atas rel—lurus ke depan siap menyergap satu titik.

“TIDAK …,” teriakan seorang anak kecil, berusia sekitar 5 tahun, memecah keheningan. “Ayah!” paggilnya pada sosok pahlawan dalam hidupnya.

“Diam, nak …. Jika kamu bergerak dia akan memangsa kita,” ucap sang Ayah.

“Ayah, aku takut!”

Hewan bertubuh lentur dan panjang itu terdiam. Kepalanya mendongak, lidahnya menjulur.

Sssttt … sssttt … ssstt ….

“Diam … Nak! Jangan bergerak!” bisik sang Ayah.

Sang anak mengangguk, bersendekap, dan duduk di bawah gelapnya malam.

Anehnya, kepala ular itu tak terlihat lagi. Yang terlihat hanya ekornya yang bergerak ke kanan dan ke kiri.

“Seekor katak raksasa telah melahap ular itu,” ucap sang Ayah.

Pada detik itu pula, terlihat cahaya putih menerangi malam.

Sang anak melihat Ayahnya dengan kepala miring ke kanan serta pandangan mata yang kosong. “Ayah … tak ada katak yang memakan ular, ularlah pemangsa katak.”

“Siapa bilang? Ada kok, tadi itu, katak makan ular.”

“Bu guru bilang, ular adalah hewan pemangsa hewan lain, seperti katak dan tikus.”

“Tapi … ini katak raksasa. Dia bisa menelan ular,” sanggah sang Ayah.

Sang anak memicingkan mata.

“Lampunya sudah hidup, matikan lilinnya!” titah sang Ayah.

“Siap!” Sang anak berdiri, tangannya digerak-gerakkan membentuk beberapa jenis hewan—burung, ular, katak, kelinci dan kijang. Ia mengangkat kedua tangannya setinggi dada dan mengamati bentuk hewan yang ia ciptakan di dinding rumahnya. “Ssstt …. Koak-koak.” Ia naik ke atas kursi, menunduk, lalu meniup lilin yang berada di atas meja. “Memangnya ada katak raksasa?” tanya sang anak yang sudah duduk di atas kursi.

“Itu hanya cerita Ayah, tentu saja Ibu Gurumu yang lebih benar,” sahut sang Ayah sembari mencubit pipi sang anak.

“Hemm …. Ayah … gak lucu,” ucap sang anak mengulurkan tangan—meminta digendong.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (14)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Di Sebuah Hutan
Sena N. A.
Novel
ELOK BERDARAH
Monacino
Novel
Train to Another World
Katia
Cerpen
Bronze
Tetangga Sebelah
muhaibra
Skrip Film
Tertawalah Carola
Roufy Nasution
Novel
Bronze
Hero or Zero
Aylanna N. Arcelia
Cerpen
Bronze
Langit Dua Dunia JANJI PUTRI DAN ROH SERIGALA
Mochammad Ikhsan Maulana
Flash
Kama
Gita Oktavia
Cerpen
Bronze
Jiwa yang Terkutuk
Ron Nee Soo
Flash
Lembar-lembar Foto di Bangku Taman
Ryan Esa
Cerpen
Katalog Bau di Kamar Mayat
muhaibra
Flash
Bronze
Kak Isah dan Ilmu Penunduk
ANINZIAH
Cerpen
Buku yang Hilang
zain zuha
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Flash
Bronze
Puzzle History
Miss Anonimity
Rekomendasi
Flash
Di Sebuah Hutan
Sena N. A.
Flash
Brownies (O)Rasa Bayar
Sena N. A.
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Novel
Satu Lustrum Bercerita
Sena N. A.
Novel
Bronze
Gerbang Ke Empat
Sena N. A.
Flash
Kapan Aku Bangun?
Sena N. A.
Flash
Mimpi Kita
Sena N. A.
Flash
Yang Tak Nyata
Sena N. A.
Novel
Bronze
Dawuh
Sena N. A.
Flash
Jam Tangan
Sena N. A.
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Flash
Salah Sambung
Sena N. A.
Flash
Batal Berbuka
Sena N. A.
Flash
Suapan Terakhir
Sena N. A.
Flash
Jangan Makan Pisang Itu! Pamali!
Sena N. A.