Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Joy
5
Suka
37,926
Dibaca

"Apakah kau selalu tidak becus dalam mengerjakan pekerjaanmu?!" bentak wanita paruh baya pada gadis di depannya yang tertunduk. "Maafkan aku Nyonya."

"Sudah cukup! Keluar dari sini!" dengan terpaksa Alin keluar dari restoran itu.

Alin memutuskan duduk di taman sekitar restoran tadi. Dia menghela nafas, banyak bocah-bocah kecil yang bermain di taman tersebut, membuat Alin setidaknya cukup menghibur dirinya.

Tetiba ada seorang bocah menjatuhkan es krim yang dipegangnya mengenai celana Alin. "Maafkan aku Nona." bocah itu tertunduk. Alin memegang tangan bocah tersebut. "Aku tidak apa-apa, apakah kamu baik-baik saja?" bocah itu mengangguk namun wajahnya sedikit murung.

"Kemarilah, akan kubelikan es krim yang baru untukmu," bocah itu kembali tersenyum dan mengekori Alin. Setelah memberikan es krim tersebut pada bocah itu, Alin memutuskan pulang ke rumahnya.

Saat hendak masuk ke rumah Alin mendapati Neneknya yang sedang menguleni adonan kue yang besok akan dijualnya. "Nenek, aku pulang." Alin memeluk Neneknya erat.

"Cucuku sudah pulang." Nenek Alin tersenyum balas memeluk Alin. "Bagaimana harimu?"

"Begitulah," Alin tersenyum masam.

"Apa wanita itu memecatmu?" Alin mengangguk. "Tak apa, kau akan menemukan pekerjaan yang lebih baik daripada hanya menjadi pelayan restoran."

"Apalagi yang bisa dilakukan pelajar sepertiku?"

"Jangan berkata demikian! Hidupmu akan jauh lebih mudah jika kau sudah lulus dan kuliah di kampus favorit."

"Apakah aku bisa melakukannya, Nek? Aku selalu merasa putus asa dengan hidupku,"

"Tentu saja kau bisa! Kau pintar, kau bahkan mendapat beasiswa, janganlah berputus asa! Kelak kau akan menjadi orang yang sukses dan bahagia seperti Ibumu dulu!"

"Begitu ya, Nek?"

Nenek memegang tangan Alin. "Jangan takut bermimpi. Kau begitu pintar seperti Ibumu, aku sangat yakin kau akan bahagia dan sukses. Sejak Ibumu memilikimu, aku sangat bahagia, seperti saat aku memiliki Ibumu! Aku berharap banyak padamu, jangan membuatku hanya berangan-angan pada harapanku."

"Bahagia diciptakan diri kita sendiri. Hidup bersamamu sudah membuatku bahagia!" lanjut Neneknya.

Alin tersenyum, "Baiklah, aku akan sukses demi Nenek bagaimanapun caranya. Aku bahagia bisa hidup bersama Nenek."

Dalam hati Alin, dia sudah mengukuhkan tekatnya membahagiakan Nenek yang sudah merawatnya semenjak orang tua Alin meninggal saat usianya baru dua tahun. Bagaimanapun, hidup bersama Neneknya sudah lebih dari cukup bagi Alin saat ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Joy
Yaz
Flash
Anak Profesor Mental Terminal
kutipan.izs
Cerpen
Surga Para Raja
Rizki Mubarok
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Novel
Seberkas Kisah SMK
zahra riyadi
Novel
Sampai Jumpa Besok
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
JALAN AYAH
Ranang Aji SP
Cerpen
Bronze
Kucing Tak Kunjung Bahagia
Gesha Yuliani Nattasya
Novel
Manusia Yang Hilang Arah
Ahmadan Aulia Jauhar
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
Beginilah, Tak Ada yang Perlu Dirisaukan
Zaki S. Piere
Cerpen
Jejak Es Lilin di Bawah Pohon Mahoni
Ezra Jo
Novel
Alon3
sulistyo handini
Novel
Bukit Bintang
yoursweetcrush
Novel
Cintai Aku Tanpa Buah Dada
Eka Retnosari
Rekomendasi
Flash
Joy
Yaz
Novel
My Amazing Brother
Yaz
Flash
Youth
Yaz
Novel
Nan
Yaz