Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Joy
5
Suka
39,440
Dibaca

"Apakah kau selalu tidak becus dalam mengerjakan pekerjaanmu?!" bentak wanita paruh baya pada gadis di depannya yang tertunduk. "Maafkan aku Nyonya."

"Sudah cukup! Keluar dari sini!" dengan terpaksa Alin keluar dari restoran itu.

Alin memutuskan duduk di taman sekitar restoran tadi. Dia menghela nafas, banyak bocah-bocah kecil yang bermain di taman tersebut, membuat Alin setidaknya cukup menghibur dirinya.

Tetiba ada seorang bocah menjatuhkan es krim yang dipegangnya mengenai celana Alin. "Maafkan aku Nona." bocah itu tertunduk. Alin memegang tangan bocah tersebut. "Aku tidak apa-apa, apakah kamu baik-baik saja?" bocah itu mengangguk namun wajahnya sedikit murung.

"Kemarilah, akan kubelikan es krim yang baru untukmu," bocah itu kembali tersenyum dan mengekori Alin. Setelah memberikan es krim tersebut pada bocah itu, Alin memutuskan pulang ke rumahnya.

Saat hendak masuk ke rumah Alin mendapati Neneknya yang sedang menguleni adonan kue yang besok akan dijualnya. "Nenek, aku pulang." Alin memeluk Neneknya erat.

"Cucuku sudah pulang." Nenek Alin tersenyum balas memeluk Alin. "Bagaimana harimu?"

"Begitulah," Alin tersenyum masam.

"Apa wanita itu memecatmu?" Alin mengangguk. "Tak apa, kau akan menemukan pekerjaan yang lebih baik daripada hanya menjadi pelayan restoran."

"Apalagi yang bisa dilakukan pelajar sepertiku?"

"Jangan berkata demikian! Hidupmu akan jauh lebih mudah jika kau sudah lulus dan kuliah di kampus favorit."

"Apakah aku bisa melakukannya, Nek? Aku selalu merasa putus asa dengan hidupku,"

"Tentu saja kau bisa! Kau pintar, kau bahkan mendapat beasiswa, janganlah berputus asa! Kelak kau akan menjadi orang yang sukses dan bahagia seperti Ibumu dulu!"

"Begitu ya, Nek?"

Nenek memegang tangan Alin. "Jangan takut bermimpi. Kau begitu pintar seperti Ibumu, aku sangat yakin kau akan bahagia dan sukses. Sejak Ibumu memilikimu, aku sangat bahagia, seperti saat aku memiliki Ibumu! Aku berharap banyak padamu, jangan membuatku hanya berangan-angan pada harapanku."

"Bahagia diciptakan diri kita sendiri. Hidup bersamamu sudah membuatku bahagia!" lanjut Neneknya.

Alin tersenyum, "Baiklah, aku akan sukses demi Nenek bagaimanapun caranya. Aku bahagia bisa hidup bersama Nenek."

Dalam hati Alin, dia sudah mengukuhkan tekatnya membahagiakan Nenek yang sudah merawatnya semenjak orang tua Alin meninggal saat usianya baru dua tahun. Bagaimanapun, hidup bersama Neneknya sudah lebih dari cukup bagi Alin saat ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Prahara di Langit Borneo
Raida Hasan
Flash
Joy
Yaz
Flash
Dunia dalam Tas
Rafael Yanuar
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Novel
The Woman with Purpose
judea
Novel
Surat Cinta Untuk Ayah
Aries Supriady
Skrip Film
KOMA
Kris Halomoan Simanjuntak
Skrip Film
yjmkhmgkhml
M. Rusni
Skrip Film
Jadikan Aku Islam
Herman Sim
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Flash
SEKALI SAJA
Sera Summer
Novel
Bronze
Certainties
S. F. Hita
Novel
Bronze
Rosemary's Life Story
Sofia Grace
Novel
Ketika Ibu (Tak Lagi) Dirindukan
Wulansaf
Skrip Film
Untuk Abang
Muhammad Zein Hanafi
Rekomendasi
Flash
Joy
Yaz
Flash
Youth
Yaz
Novel
My Amazing Brother
Yaz
Novel
Nan
Yaz