Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Joy
5
Suka
36,668
Dibaca

"Apakah kau selalu tidak becus dalam mengerjakan pekerjaanmu?!" bentak wanita paruh baya pada gadis di depannya yang tertunduk. "Maafkan aku Nyonya."

"Sudah cukup! Keluar dari sini!" dengan terpaksa Alin keluar dari restoran itu.

Alin memutuskan duduk di taman sekitar restoran tadi. Dia menghela nafas, banyak bocah-bocah kecil yang bermain di taman tersebut, membuat Alin setidaknya cukup menghibur dirinya.

Tetiba ada seorang bocah menjatuhkan es krim yang dipegangnya mengenai celana Alin. "Maafkan aku Nona." bocah itu tertunduk. Alin memegang tangan bocah tersebut. "Aku tidak apa-apa, apakah kamu baik-baik saja?" bocah itu mengangguk namun wajahnya sedikit murung.

"Kemarilah, akan kubelikan es krim yang baru untukmu," bocah itu kembali tersenyum dan mengekori Alin. Setelah memberikan es krim tersebut pada bocah itu, Alin memutuskan pulang ke rumahnya.

Saat hendak masuk ke rumah Alin mendapati Neneknya yang sedang menguleni adonan kue yang besok akan dijualnya. "Nenek, aku pulang." Alin memeluk Neneknya erat.

"Cucuku sudah pulang." Nenek Alin tersenyum balas memeluk Alin. "Bagaimana harimu?"

"Begitulah," Alin tersenyum masam.

"Apa wanita itu memecatmu?" Alin mengangguk. "Tak apa, kau akan menemukan pekerjaan yang lebih baik daripada hanya menjadi pelayan restoran."

"Apalagi yang bisa dilakukan pelajar sepertiku?"

"Jangan berkata demikian! Hidupmu akan jauh lebih mudah jika kau sudah lulus dan kuliah di kampus favorit."

"Apakah aku bisa melakukannya, Nek? Aku selalu merasa putus asa dengan hidupku,"

"Tentu saja kau bisa! Kau pintar, kau bahkan mendapat beasiswa, janganlah berputus asa! Kelak kau akan menjadi orang yang sukses dan bahagia seperti Ibumu dulu!"

"Begitu ya, Nek?"

Nenek memegang tangan Alin. "Jangan takut bermimpi. Kau begitu pintar seperti Ibumu, aku sangat yakin kau akan bahagia dan sukses. Sejak Ibumu memilikimu, aku sangat bahagia, seperti saat aku memiliki Ibumu! Aku berharap banyak padamu, jangan membuatku hanya berangan-angan pada harapanku."

"Bahagia diciptakan diri kita sendiri. Hidup bersamamu sudah membuatku bahagia!" lanjut Neneknya.

Alin tersenyum, "Baiklah, aku akan sukses demi Nenek bagaimanapun caranya. Aku bahagia bisa hidup bersama Nenek."

Dalam hati Alin, dia sudah mengukuhkan tekatnya membahagiakan Nenek yang sudah merawatnya semenjak orang tua Alin meninggal saat usianya baru dua tahun. Bagaimanapun, hidup bersama Neneknya sudah lebih dari cukup bagi Alin saat ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Joy
Yaz
Novel
Awas Jatuh Cinta
AyundaFransisOctavia
Flash
TEGO
Martha Z. ElKutuby
Flash
Bronze
Je T"aime à La Folie
B12
Cerpen
Bronze
LINKED HEART
Lirin Kartini
Novel
Bronze
Soledad
Anindya Oli
Novel
Bronze
Sepotong Kisah tanpa Akhir
Ansar Siri
Novel
EVERY SECOND
Nisa Jihad
Novel
Istikharah Cinta
Mudjilestari
Novel
Kisah yang Belum Usai
Husni Magz
Novel
Bronze
Odik Teros
Yesno S
Skrip Film
Love From The Sea
Affa Rain
Flash
Hari Ketika Aku Mati Sebentar
lidia afrianti
Novel
Bronze
Rumah
(Nur) Rohayati
Skrip Film
The barbershop
fasya aditya
Rekomendasi
Flash
Joy
Yaz
Flash
Youth
Yaz
Novel
My Amazing Brother
Yaz
Novel
Nan
Yaz