Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Jati Diri
2
Suka
12,225
Dibaca

Dunia kini berputar dengan serius. Orang-orang bahkan berjalan dengan tergesa dan hampir berlari seolah tak pernah melihat keberadaan ku diantara mereka. Padahal aku hanya ingin bertanya sedikit saja. Setidaknya bahkan pertanyaan ku ini tak ada hubungannya dengan luka atau bahkan permasalahan mereka. Jadi tak akan menyakiti siapapun. Namun mereka memilih bergeming dan cepat-cepat berpaling kembali melangkah menuju jalan masing-masing.

Jadi, aku hanya terdiam sendiri. Menelan kembali pertanyaan bulat-bulat, lalu kembali mengamati setiap orang yang lewat tanpa permisi.

Mereka terlalu sibuk dengan kehidupan yang realistis, tak ubah seperti diri ku yang sibuk mempertanyakan banyak hal yang imajinatif. Sebenarnya berada di persimpangan itu membingungkan. Dan tampaknya memang kehidupan muda seperti ini sulit untuk ku jalankan. Karena selain tak mengerti jalan yang pasti, aku juga kebingungan akan jati diri.

“Kak, sebenarnya arah yang benar itu ke mana?”

Lantas aku terpaksa bertanya dan menjegal lengan seorang wanita muda usia dua puluhan tahun yang masih berjibaku dengan ponselnya meski sedang berjalan sekalipun. Ia langsung menoleh dan menghujamiku dengan menampilkan raut wajah yang tak ramah sama sekali. Aku tersadar dan segera melepaskan cekalan tangan ku seraya meminta maaf dengan sorot pandang penuh rasa sesal.

Sebenarnya aku tak sengaja melakukan tindakan spontanitas yang mengganggu. Namun seperti ada paksaan yang membelenggu. Pikiran di kepala pun kian tak waras mempertanyakan arah yang benar yang harus aku lalui.

“Memang kamu mau ke mana?” tanyanya balik dengan sorot tajam dan wajah yang kaku seperti sedang mengintimidasi musuh.

“Nggak tau,” ujarku pelan dan hilang dalam sepersekian detik menyatu dengan suasana yang kelabu.

“Bodoh!” makinya dengan segera. “Percuma tanya jalan yang benar, tujuan saja nggak ada. Sana, buang-buang waktu aja!”

Aku lantas melangkah mundur. Membiarkan wanita muda itu pergi dengan gaya dominan yang cukup angkuh. Terkadang aku heran, kenapa aku selalu mendapati makian, padahal pertanyaan ku sama sekali tak menyakiti luka mereka. Bahkan aku hanya berkata jujur jika aku memang tak tau mau ke mana.

Namun seiring berjalannya waktu, langit pun mulai kelabu menandakan akan datangnya malam yang sayu. Tapi mirisnya, aku belum menemukan jawaban yang pasti tentang arah yang benar yang harus ku lalui. Aku memang masih berada di sini, di depan persimpangan jalan yang tak pasti. Hanya memandangi orang-orang yang berjalan ke sana-ke sini sibuk sendiri-sendiri. Bahkan tak ada satupun yang tau, bahwa seiring berjalannya waktu aku frustasi dengan diri ku sendiri.

Sungguh ironi, tidak adakah yang peduli di sini?

Rasanya aku ingin berteriak saja sekarang ini. Semua orang terlalu apatis untuk diri ku yang masih imajinatif.

“HAH! SEMUANYA BRENGSEK! HIDUP INI BRENGSEK!”

Aku lantas memilih berlari ke segala arah yang tak pasti, seraya meneriaki orang-orang yang tak pernah mengerti. Mereka melihati ku, mereka jadi berdecih dan tak suka kepada ku. Bagi mereka aku biang kerusuhan. Bagi mereka aku adalah pengganggu yang tak tau aturan.

“Dasar urakan!” ujar sebagian orang yang semakin tak senang dengan apa yang ku lakukan.

Lantas aku berteriak kalau aku bukan urakan.

“Tak tau aturan.”

Lagi, mereka melabeli tanpa mengerti. Sungguh aku bukan urakan atau pun tak tau aturan. Hanya saja aku belum mengerti jalan yang benar. Berlari ke segala arah sebagai pilihan karena tak ada yang bantu memahami. Supaya kelak aku bisa paham dengan diri sendiri dan menemukan jati diri.

19/11/2023

By : Diyanti Rita

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Jati Diri
Diyanti Rita
Novel
Yakuza van Java
A.M.E chan
Flash
Bronze
Suatu Hari Di Kongo
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Aiden: Pandeka Withernsea
Mila Phewhe
Flash
FATHERLESS
Dwi Budiase
Flash
LUPUT
Edelmira (Elmira Rahma)
Novel
Remarkable
FS Author
Novel
CHAINS : Beyond The Mist of Shattered Illusion
Lyneetra
Cerpen
Bronze
Earth's Defenders, Pasukan Penjaga Bumi
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Bronze
Politikus adalah Pemain Golf Jenius
Silvarani
Novel
Bronze
Sekolah petarung
Bungaran gabriel
Skrip Film
Hanya Cerita Sebuah Keluarga
Alim Alghani Achmad Winardi
Flash
Aksara Puisi
Ainun Zakiyah
Cerpen
Bronze
Pohon Api
Affad DaffaMage
Cerpen
Bronze
Tanpa Kantor, Tanpa Takut
Muhammad Ari Pratomo
Rekomendasi
Flash
Jati Diri
Diyanti Rita
Novel
Goodbye.
Diyanti Rita
Flash
Takdir Kehidupan
Diyanti Rita
Flash
Masa Remaja Ku
Diyanti Rita
Skrip Film
Broken Home [Skrip Film Pendek]
Diyanti Rita
Flash
Menuju Pergantian Tahun Baru
Diyanti Rita
Flash
Terkurung
Diyanti Rita
Cerpen
[CERPEN] Surat Dari Alan
Diyanti Rita
Cerpen
[CERPEN] Ganda
Diyanti Rita
Cerpen
[CERPEN] Pergi
Diyanti Rita