Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Dua Ribu Rupiah Hadiah Surga?
1
Suka
4,297
Dibaca

Ungkapan ini sering kali kita dengar dari pembicara-pembicara yang berbicara di depan audiences. Yang sebenarnya kalau kita tafsirkan ia punya maksud yang lebih dari satu.

Jika dua ribu ini di posisi orang yang berduit, yang selalu mencari recehan untuk diberikan (disedakhakn, diinfakkan atau semacamnya), maka dua ribu rupiah adalah sebuah pengorbanan yang tak sebanding dengan apa yang ia harapkan, yaitu berupa balasan surga. Kita tidak berfokus pada kata "sebanding" dulu, sebab tak ada hal apa pun di dunia ini yang sebanding dengan nikmat Allah, lebih-lebih adalah surganya Allah Subhanahu wata'ala. 

Dua ribu rupiah di tangan orang yang mudah mendapatkannya memang dianggap hal yang tak seharusnya ia lakukan, jika penghasilan bulanannya adalah gaji UMR atau pun pengusaha, pedagang dan lainnya yang omsetnya bisa ratusan juta perbulan. Maka dua ribu rupiah di tangan mereka kita pandang sebagai nilai yang sangat rendah dan tak selayaknya diberikan kepada orang lain jika ia berharapan dapat balasan yang jauh lebih besar dibanding itu, meskipun ia ikhlas. Benar janji Allah satu kebaikan nilainya dilipatkan sepuluh kali lipat dan kelipatan ganda lainnya, namun dua ribu rupiah memang pantas dipertanyakan keseriusannya dalam berharapa, surga? 

Berbeda dengan yang sehari mungkin cuma makan sekali bahkan tidak pernah makan nasi dalam seminggu, hanya makan roti tawar dengan cara berhemat atau menunggu santunan dan hajatan orang lain. Maka dua ribu rupiah adalah nilai yang besar! Meskipun mereka tidak ikhlas. Oleh karena itu, dua ribu rupiah tidaklah bisa disama ratakan nilainya dengan yang berduit.

Masalahnya, kita tidak tahu mana yang benar-benar berduit atau tidak!? Sebab zaman ini, yang kelihatannya sederhana, ternyata berpunya. Hanya saja ia tidak menampakkannya. Maka pembicara-pembicara di depan menghukumi secara zhahir saja untuk kemudian pendengar lah menilai mana yang dimaksud, tinggal disesuaikan dengan fakta di lapangan. Tentu yang kita ketahui hanyalah orang-orang sekitar kita saja, takkan mungkin kita intip-intip gerak-gerik anggota DPR RI.

Maka harapannya, bagi yang berduit, cobalah mudah tangan memberikan minimal seratus ribu untuk setiap kesempatan. Jangan pelit, Allah Maha Melihat, tetangga juga pengamat, hati-hati jika berbuat, setidaknya siapkanlah yang angka nolnya lebih dari empat. Jangan terpancing dengan ungkapan, "daripada tidak sama sekali?" Wallahu 'alam.

Gamaliyah, 10/8/2023

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Dua Ribu Rupiah Hadiah Surga?
Daud Farma
Novel
Gold
Dan Muhammad adalah Utusan Allah
Noura Publishing
Novel
Anak Diujung Pelukan
Temu Sunyi
Novel
Gold
Marry me! Or Never!
Mizan Publishing
Novel
Gold
Aku Bukan Siti Nurbaya
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Perjalanan Menggapai Ridha sang Illahi
Violet Senja
Novel
Gold
Sukses di Usia Muda, Harga Mati
Mizan Publishing
Novel
Bukan Surga Impian
Teh Fika
Novel
Gold
Tanggung Jawab Pemimpin Muslim
Bentang Pustaka
Cerpen
Waktu, Alien, dan Plasma
M. Faizal Armandika
Novel
Bronze
Hari-Hari Berat
Titin Widyawati
Flash
Izinkan Aku Bertanya Kepada-Nya
Mufidah Raihana
Flash
Layang-Layang
Rafael Yanuar
Novel
Gold
Jangan Khawatir, Allah Bersamamu
Bentang Pustaka
Novel
Sinama [Sina & Sima]
Nurul Sa'adah
Rekomendasi
Flash
Dua Ribu Rupiah Hadiah Surga?
Daud Farma
Novel
Bronze
IYYAAKI HUBBII
Daud Farma
Novel
Kamukah Jodohku?
Daud Farma
Novel
Bronze
HARUN HILWA
Daud Farma
Novel
Thawiyyah
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Happy Birth Day Our Queen
Daud Farma
Novel
Bronze
SENJA DATANG AYO PULANG
Daud Farma
Flash
Bronze
Khayalan Pembaca Ayat-Ayat Cinta
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Iyyaki Hubbi
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Terima Kasih Pernah Singgah Di Hati
Daud Farma
Novel
Menjemput Cinta
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Happy Birth Day Our Queen
Daud Farma
Flash
Bronze
Kata Penyemangat!
Daud Farma
Flash
Bronze
Ibu Merindukanmu
Daud Farma
Novel
SEPULUH MAYAM SEPULUH JUTA
Daud Farma