Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mobil Lampu Merah
1
Suka
32,168
Dibaca

"Bram, tolong belikan papa kue pukis dong ... yang isinya selai nanas, cokelat, stroberi dan keju. Terus,di atasnya cokelat tabur sedikit saja."

"Kenapa tiba-tiba mau makan kue pukis pa? sudah bosan dengan makanan restoran sendiri ya? hehe ... canda Bram ke papa nya."

"Oh tentu saja tidak, makanan khas Padang adalah makanan Favorit papa sampai mati. Hmmm ... Papa kepingin kue pukis dari kemarin Bram. Bayangkan! aroma nya saja sudah bikin ngiler, apalagi di makan pas lagi hangat, dikunyah empuk dan ada rasa-rasanya juga. Duh Bram, buruan deh beli!"

"Ok bos, laksanakan" jawab Bram.

Baru saja Bram keluar dari restoran menuju jalan raya, skuter matik yang di kendarai nya sudah di selip sebuah mobil besar yang ngebut bersuara nyaring dan kasar. Bram pun membiarkan mobil itu berlalu begitu saja.

Di lampu lalu lintas berwarna merah, Bram berhenti dan melihat mobil yang menyelip tadi berada di depan motornya.

"Sudah ngebut-ngebut, pas di lampu merah ketemu juga. Hehehe ..." Ucap Bram dalam hati.

Lampu berubah menjadi warna hijau, mobil itu membunyikan klakson seperti suara terompet yang nyaring. Posisi Bram berdekatan dengan mobil itu menjadi kaget.

"Buset dah.. kaget gue ... kaget ..." Bram sambil tepuk-tepuk dadanya lalu kembali melanjutkan perjalanan di mana mobil itu sudah mendahuluinya.

Kembali berhenti di lampu merah kedua dan Bram berpapasan lagi dengan mobil itu.

"Kenapa mobil ini sama gue lagi ? jalanan padat merayap begini susah buat ngebut-ngebut, yang ada rem-rem terus.. pencet klakson terus.." ketika Bram sedang menggerutu,lampu berubah berwarna hijau dan mobil itu kembali membunyikan klakson terompet nya.

"teeeettttt ... tet ... tetttttt .... tet ... tet .... tet ... treeeeeeeettttt" mobil itu jalan dan belok ke kanan dengan ngebut.

"Ya Tuhan ... tolong ... bisa kena serangan jantung gue kalau begini." Bram kembali terkejut dan pasrah dengan apa yang dialaminya.

Namun Bram menjadi lega, karena mobil itu belok ke arah kanan. Sedangkan ia, lurus. Berharap tidak akan bertemu dengan mobil itu lagi.

Bram tiba di kedai kue pukis dan langsung memesan untuk dibawa pulang sesuai permintaan sang papa. Setelah itu duduk dan sambil menunggu, ia mengeluarkan ponsel nya.

Konsentrasi Bram buyar ketika mendengar suara mobil yang tak asing. Ternyata, itu adalah mobil yang mengganggunya sedari awal pergi ke kedai pukis. Perhatian pun berubah ke arah sana.

Pengemudi nya seorang pria kira-kira berusia 30-40 tahunan, ia turun lalu membuka pintu di sebelah nya. Memegang tangan seorang wanita tua dan menuntun nya, berjalan hingga duduk di salah satu kursi dan meja yang kosong di kedai pukis. Pria itu memesan beberapa kue pukis yang sudah tersedia, ditaruh ke sebuah piring kecil. Ia juga memesan dua gelas minuman ringan. Si wanita tua menunggu, sambil tersenyum tipis memperhatikan pria itu.

Pria itu membawa piring berisi kue pukis. Si wanita tua, tersenyum memperlihatkan gigi-gigi palsu nya. Pria itu mengambil satu pukis dan menyuap kan ke mulut si wanita tua, ia mengunyah sambil mengangguk-angguk kan kepala. Lalu tersenyum lagi.

Kini, Bram pun paham dan ingin segera memberikan kue pukis itu kepada papa nya.

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Mobil Lampu Merah
Putri Rafi
Flash
ORANG DALAM
Hans Wysiwyg
Flash
Impian
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Manusia
Rere Valencia
Novel
Cahaya yang Tertunda
Ririn Nuraeni
Skrip Film
Short Film Script Volume II
Yorandy Milan Soraga
Flash
Engklek
Syafira Muna
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa
Flash
Bronze
Akar Belati Bunga Warna-Warni
Silvarani
Flash
Ayah
Savana Radiani
Novel
Batas Karsa
Aesya Muhami
Novel
Riflessione
Al-al Malagoar
Novel
To Be Honorer
Dila April
Flash
SHIKI -Anak Anjing yang Baik- part 1
Kosong/Satu
Flash
Bronze
Dunia Nyata
Erena Agapi
Rekomendasi
Flash
Mobil Lampu Merah
Putri Rafi
Flash
Rumah Kunci
Putri Rafi
Flash
Koin Odong-odong
Putri Rafi
Flash
Bronze
Gara-Gara PR sekolah
Putri Rafi
Flash
Bayang Pengkhianat
Putri Rafi
Flash
Sekejap Senja, Selamanya Rasa.
Putri Rafi
Flash
Aku Lihat Surga di Mata Ibu
Putri Rafi
Flash
Bronze
Antara Jeda Titik Koma dan Tanda Seru
Putri Rafi
Flash
Bronze
Langit Kita, Langkah Kita
Putri Rafi
Flash
Bronze
Genggaman Tangan Aruna
Putri Rafi
Skrip Film
Hilangnya Juru Masak Bebek Peking
Putri Rafi
Novel
Si Kecil di Dalam Diriku
Putri Rafi
Cerpen
Bronze
Sekolah Orang Dalam
Putri Rafi
Flash
Kala Hujan
Putri Rafi
Novel
Bronze
Rumah, Langit, dan Mimpi
Putri Rafi