Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Krasa.
3
Suka
27,627
Dibaca

Sebotol kaleng soda terlempar tepat didepan ku, pelakunya tidak lain adalah Tamara gadis 2 hari kemarin yang tidak sengaja bertemu dijalan waktu motor Tamara mogok. Masih sama seperti terakhir kali ketemu rambut tergelung dengan kuncir berbandol mickey mouse berwarna merah. Dan tas selempang yang tak pernah ketinggalan berada dipundaknya. Wangi Aquatic yang terhirup jika bersebalahan.

"Re-take berapa kali hari ini Mar?" katanya yang dia tahu bahwa aku baru saja syuting MV untuk album terbaruku.

“Cuma 3 kali.” Berbeda dengan waktu pertama datang dia merubah ekspresinya. Wajah datar dengan tatapan menyelidik membuatku terdiam sejenak. Membuatku menerka nerka apa yang salah dengan diriku. Dahiku berkerut, seakan bertanya ada apa dengan eskpresi Tamara.

“Enggak kayak biasanya, lagi banyak pikiran ya?” seakan tahu Tamara bersuara. Sepenggal pertanyaan itu benar-benar membuatku tidak bisa berkata-kata. Padahal hanya sekali bercerita kupikir dia sudah lupa dengan keadaanku. Hanya helaan nafas yang menjadi jawabnku.Terdengar tawa yang khas mengiterupsi sunyi ini.

"Selama kamu berada di lingkup rasa aman. Dari sekian banyak hal yang kamu lewatin udah termasuk hebat," katanya dengan senyuman yang tak luput ada pada wajahnya.

"Mar, se independent diri mu suatu saat juga butuh seseorang untuk memenuhi inner child dalam dirimu. Jangan bosan cerita ke aku ya," lanjutnya. Rasanya sudah terlalu dalam aku jatuh pada paras dan sifatnya yang sama-sama mengagumkan.

Berdehem sedikit menetralkan rasa gugup yang semakin dirasa semakin kuat efeknya. Entah sejak kapan, perasaan yang belum pernah aku rasakan bebas berkeliaran.

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Bersiap mengutarakan kalimat yang sudah kurangkai.

"Meski aku gak lama disini. Terimakasih sudah menjadi tempat ku berpulang walau hanya beberapa hari. Itu sangat berarti." Lanjutnya lagi.

Seakan tahu kemana arahnya pertanyaan konyol terlontar tanpa peringatan “Udah baikan?” Melupakan fakta bahwa dia sudah tidak sendiri lagi.

Tamara mengangguk, menunjukkan jari manis dengan senyum ceriahnya “2 bulan lagi mau nikah”

Bungkam. hanya seutas senyum yang terukir dibibirku.

I don't know what that feeling is. But I know you. And I fells.

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Pulang
Nasrani Lumban Gaol
Flash
Monokrom
Nadia Auliyah
Flash
Krasa.
Ninazyn
Novel
Cerita Kita Hari Ini Tak Harus Indah
ken fauzy
Novel
Bronze
Muara Rindu
penamaliafara
Novel
Sinar-Sinar Cinta
Novia dewi
Flash
BALAPAN
Lirin Kartini
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Flash
Terlanjur #02
Tanti Ardiana
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra
Novel
Tempat Pembuangan Akhir
Nuka Asrama
Flash
Tamu di Rumah Pinggir Kota
Halo Oys
Cerpen
Until We Meet Again
Fanny F. Cussoy
Cerpen
Bronze
Tante sedang birahi
Rizky fauzan
Skrip Film
BRAJA PUSAKA LANGIT
Altrada Aryo Istiyantho
Rekomendasi
Flash
Krasa.
Ninazyn
Flash
Berawal dari menfess
Ninazyn
Flash
Dansa Diketiadaan
Ninazyn
Novel
KANDIRSA || STRANGER INVESTOR
Ninazyn