Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Maaf pada Bapak
9
Suka
28,057
Dibaca

Cara penyampaian, baginya itu hal vital yang akan menentukan ia akan mendengarkan nasihat orang atau mengabaikannya. Tak peduli sebaik atau sebenar apapun perkataan orang itu, bila dengan teriakan, bentakan, ia akan meledak. Batinnya berontak. Itu juga yang akan menentukan bentuk respectnya pada orang tersebut.

Kinan, seorang gadis 18 tahun, ia hanya ingin kedamaian. Tapi Bapaknya sangat suka berteriak. Entah pada ibunya, dirinya, atau adik dan juga kakaknya, tiap kali marah beliau sangat suka membentak dan berkata kasar. Semua orang takut padanya ketika ia marah. Dan itu membuat Kinan membencinya. "Jangan suka ngelawan. Gimanapun itu Bapak kamu." Ibunya berkali-kali mengingatkan. Kinan tahu itu benar. Akan bagus bila ia bisa mempraktikannya, tapi pada akhirnya emosinya memuntahkan amarahnya lebih dulu. Keduanya bertengkar. Terakhir Kinan akan membanting pintu kamar dan menguncinya. Bersembunyi dengan degup jantungnya yang berdetak kencang. Ia tahu sebenarnya ia takut.

Orang seperti itu akan sangat berguna untuk menguji kesabaran orang-orang di sekitarnya. Karena itu mereka pasti akan berumur panjang, seperti itu pikiran Kinan, bahkan setelah tahu Bapaknya didiagnosis dokter mengidap penyakit gagal ginjal dan menjadi pasien terminal. 

Hingga 1.5 tahun kemudian Yang Maha Kuasa pun memanggilnya.

"Apa kamu udah minta maaf sama Bapak?" dengan mata yang merah sehabis mengusapnya yang berderai air mata, Ibu bertanya padanya. Kinan mengangguk. Berbohong. Ia hanya tak ingin membuat kegaduhan. Dan ia perlu menenangkan hati ibunya yang tengah duka saat ini. 

Sejujurnya selagi ia mendapat giliran menemui Bapaknya di ruang ICU, Kinan tak pernah mengeluarkan kata apapun selain bisikan kecil di telinga Bapaknya, "Laa illa ha ilallah". Ia seperti tak punya kalimat lain selain itu.

Sampai ia mendengar Bapaknya meninggal pun, Kinan tak menangis. Pikirannya seperti kosong. Jiwanya bergemuruh tak menentu. 

Maaf itu... sesungguhnya hatinya sudah menyesap rasa itu, hanya mulutnya tak pernah sempat mengeluarkan suara. Apa yang seperti itu pesannya akan tetap sampai? Seketika Kinan merasa dirinya menjadi manusia paling terkutuk.

Di satu malam mata Kinan yang terpejam itu mengeluarkan butir air mata. Bapak datang menemuinya dalam mimpi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Maaf pada Bapak
Chie Kudo
Cerpen
Bronze
Surat untuk Ayah di Surga
White Blossom
Novel
Bronze
Maret dan rahasia
haniifa_
Novel
Bronze
Janji Allah~Novel~
Herman Sim
Skrip Film
Merasuk
Dewi Yuliyanti
Skrip Film
Yang tertinggal, rasa, cinta, di masa depan
Maina Zegelman
Flash
Double Chocolate Cake Girl
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Sungai Pasir
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bronze
Haji Ramli dan Kuntilanak Cantik
Agus Fahri Husein
Novel
Bronze
Jessica, Luka Yang Terpendam
Sofia Grace
Skrip Film
ELEGI SEORANG BIDUAN
Ronie Mardianto
Flash
AKU
Anisa Rahayu
Flash
Bronze
Fantasi Dini Hari
Silvarani
Cerpen
Bronze
Perihal Premis dan Penulis Aidul
Habel Rajavani
Novel
Bronze
One Persen Of People
Renita Sylvia
Rekomendasi
Flash
Maaf pada Bapak
Chie Kudo
Flash
Mengeja Angka
Chie Kudo
Flash
Drama Korea vs Sinetron Indonesia
Chie Kudo
Cerpen
Anak Kidal
Chie Kudo
Cerpen
Bronze
Satu Paket Cinta yang Tak Pernah Kedaluwarsa
Chie Kudo
Cerpen
Duo Wijaya
Chie Kudo
Cerpen
Bronze
Nil Desperandum
Chie Kudo
Cerpen
Berbagi Ibu
Chie Kudo
Cerpen
Love All ; The Tree You Lean Against
Chie Kudo
Flash
Diari SSRKJSM
Chie Kudo
Cerpen
Alexithymia
Chie Kudo
Cerpen
Permainan Kematian
Chie Kudo
Skrip Film
Free!
Chie Kudo