Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Perampok Gila
7
Suka
15,245
Dibaca

Di tengah-tengah usahanya dalam merampok Bank, Dodi bertekuk lutut sambil menutup kedua telinganya.

"Dodi! Kamu tidak apa-apa?" tanya Revy yang mengarahkan kepalanya ke Dodi sambil menodongkan pistol ke arah para sandera.

Terdengar beberapa sandera mulai menggerutu. Yang mana di telinga Dodi, hal tersebut membuat pikirannya semakin terganggu.

"Arrggh, Diaaam! Suruh mereka diam Rev!" teriak Dodi.

"Mereka tidak berbicara sedikit pun Dod! Kamu kenapa sih!?" tanya Revy kembali sambil memerintahkan rekan-rekan lainnya. "Asep, Akil, Dimas! Tolong jaga para sandera dulu. Dodi butuh bantuan. Nggak tau ini Dodi kesambet atau apa."

Dengan serentak mereka bertiga menjawab, "Baik Rev!"

"Arrrgghhh!" teriak Dodi kembali.

Revy pun berdiri dan segera menendang tubuh Dody ke lantai. "Hey Dod! Sadar kamu!"

Brak!

Dari kondisi terkapar, Dodi langsung duduk dan melihat ke arah Revy dengan tatapan kosong. Dodi benar-benar terlihat seperti orang yang ketakutan.

"Rev, aku takut ... aku teringat mama ku dulu yang pernah—"

Revy menarik baju Dodi. "Heh! Waktu itu kan kamu cerita kalo udah lupa semuanya! Kamu dengar dari orang lain, bahwa kamu sempat ditendang oleh salah satu perampok itu hingga kepala kamu terbentur kan? Kenapa sekarang kamu jadi ingat kembali tentang masa lalumu itu?"

Dodi pun tersenyum dengan mata yang terbuka dengan sangat lebar.

"—di tembak! Mama di tembak oleh orang gila ... mama ditembak oleh orang gila ... Hahaha!"

Dodi yang ingin berdiri pun, langsung mendorong Revy hingga Revy terjatuh. 

Bruk!

Dodi pun langsung berjalan untuk menghampiri salah satu sandera. Seorang wanita tua yang melihat Dodi dengan rasa takut.

Saat itu juga Revy melepaskan 3 tembakan yang mengarah ke sandera tersebut secara asal.

Dor! Dor! Dor!

"Hahaha!" tawa Dodi yang tampak puas sekali.

"Aaaaak!" teriak para sandera lain sambil melindungi kepalanya masing-masing.

Revy langsung menghampiri Dodi dan menarik lengan kirinya. "Hei Dod! Apa yang kamu lakukan?!"

Dodi berbalik badan untuk menatap Revy dengan muka yang penuh cipratan darah. "Hahahaha! Dendam! Dendamku selesai!"

Di saat yang sama, ada seorang anak kecil yang berlari menghampiri wanita yang tertembak itu.

"Mama!"

Mama? pikir Dodi.

Mendengar itu, Dodi kembali berbalik badan lagi dan langsung menendang anak itu secara asal hingga terjatuh dan kepalanya si anak itu terbentur di salah satu sudut meja Teller Bank.

"Hei Dod! Kamu tuh kenapa? Dia masih kecil!" bentak Revy.

Dodi hanya ternganga melihat ke arah anak kecil itu.

Baju ini ... Sepatu ini ... bahkan wajah ini ... hah? Berarti wanita ini....

"Dod?" tanya Revy.

Dodi menatap Revy kembali dengan senyuman dan langsung mengarahkan pistolnya ke arah kepalanya sendiri.

Dor!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Perampok Gila
Jaydee
Cerpen
Kita, Rumah yang tak pernah selesai dibangun
Septia Arya Nugraha
Novel
Gold
The Woman in the Window
Noura Publishing
Komik
Stick on you
keni suriya
Novel
My Truly Destiny
Vina Marlina
Flash
Bronze
Kakak
Gia Oro
Novel
Night Shift: The Silent Hour
R. Rusandhy
Skrip Film
Pesanan Keenam
Sky Eyes
Cerpen
Sasab
Topan We
Novel
Bronze
Rama's Story : Gita Chapter 3 - La isla Bonita
Cancan Ramadhan
Flash
Your Sweet Rabbit
Alviona Himayatunisa
Flash
Who is the Killer?
Via S Kim
Flash
Bronze
Bahkan Matahari dan Bulan Iri Kepadamu
Jie Jian
Flash
neraka ditelapak kaki siapa?
Raja Alam Semesta
Flash
Potret
Cheri Nanas
Rekomendasi
Flash
Perampok Gila
Jaydee
Novel
The Diary of The Unlucky Boy : B-Side
Jaydee
Flash
Menahan
Jaydee
Skrip Film
Buku Catatan Papa (Script)
Jaydee
Flash
Sang Penghibur Kerajaan
Jaydee
Flash
Senyuman Penyihir
Jaydee
Novel
The Diary of The Unlucky Boy : A-Side
Jaydee
Novel
Buku Catatan Papa
Jaydee