Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Memories
3
Suka
31,502
Dibaca

Aku tidak dapat melangkah lebih jauh lagi, saat mata kami bertatapan. Sosok yang sangat kurindukan. Kutemukan kesedihan, kehampaan, kehilangan dan juga kerinduan di dalam matanya yang bersinar. Wajah tampannya tersenyum begitu manis.

“Key.” Suaranya yang berat memanggilku dengan begitu lembut. Ia berjalan mendekat, perlahan, hingga mata kami bertatapan. Ia membelai rambutku yang tersapu angin. Sentuhan hangat jemarinya begitu terasa di pipiku.

Tak terasa air mata terjatuh tanpa di minta. Sambil kupeluk ia dengan begitu erat. Tak ingin kulepas lagi. Aroma tubuhnya masih dapat kurasakan. Lama kupeluk ia, sambil menangis di dadanya.

“Key, sekarang sudah tidak apa-apa.”

Kudongakan kepalaku, menatapnya lekat, ia tersenyum. Aku hanya mengangguk, tanda setuju. Kulepaskan pelukanku, kusapu air mataku. Kutatap ia sekali lagi dan kusentuh pipinya sembari tersenyum.

Ku ulurkan jemariku membentuk tanda janji. Ia pun membentuk jemari tanda janji dan melingkarkan jari kelingkingnya padaku.

“Keysha!”.

Seseorang di ujung jalan sana berteriak dengan keras, hingga akupun menoleh.

“Kembalilah, Key.”

Hatiku terasa begitu sakit, tidak rela rasanya meninggalkannya di sini. Tapi ia meyakinkanku, bahwa ini adalah jalan terbaik. Kulepaskan tautan jariku dan mulai berjalan menjauhinya.

Sosok di ujung jalan itu melihatku dengan wajahnya yang begitu sedih. Apakah ini akhirnya? Aku harus meninggalkan segalanya?

Namun entah mengapa, setelah berjalan cukup jauh, aku tak juga menoleh kebelakang. Ada rasa sedih yang begitu mendalam.

Sesampainya di ujung jalan, ia lalu memelukku dengan erat. Suara nafasnya begitu terasa. Air matanya juga mulai membasahi pipinya.

“Terima kasih, Key. Terima kasih karena telah kembali padaku,” katanya sambil memelukku semakin erat. Kupejamkan mataku, mengelus dengan lembut punggung gagahnya yang terasa bergetar.

Aku tidak tahu sudah berapa lama kami berpelukan. Saat ku buka mata, banyak orang yang menangis di sekitarku. Wajah-wajah yang kurindukan terlihat begitu sedih juga khawatir. Ada Ayah, Ibu dan juga...

“Dimas,” lirihku. Ia lalu menggenggam tanganku dan menempelkannya di dahinya.

“Iya ini aku, Key,” katanya dengan nada yang begitu sedih. “Terima kasih, terima kasih telah kembali.” Air matanya sudah tidak bisa dibendung kembali.

Ternyata selama dua bulan ini aku mengalami koma setelah kecelakaan mobil. Dokter sebenarnya mengatakan seharusnya keadaanku bisa pulih dengan cepat. Tapi entah mengapa, aku justru tidak sadar sampai dua bulan.

Ku pandangi langit-langit kamar Rumah Sakit. "Ternyata aku hanya bermimpi, Alex," lirihku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pagi yang Damai
Bima Kagumi
Flash
Hipokrit
pelantunkata
Flash
Memories
Rahara Meraki
Cerpen
Bronze
Perihal Premis dan Penulis Aidul
Habel Rajavani
Skrip Film
MORE THAN ME
Masella Dwi Lestari
Flash
Mangga di Luar Jendela Kamar
Sulistiyo Suparno
Novel
The Woman with Purpose
judea
Skrip Film
Perjalanan Dinas (Bagian 3: Persinggahan Terakhir)
Nadya Wijanarko
Flash
Cafe
Aneidda
Novel
- REDLINE -
Sf_Anastasia
Novel
Lima Tahun dalam Lingkaran Desember
ibupertiwi
Flash
Bronze
Aku, Dia dan Sahabatku
Christya Dita Yeskiaulina
Cerpen
Bronze
Rara (bukan) Jonggrang
Melaningsih
Cerpen
Abhia & Chaz
Pink Unicorn
Cerpen
Bronze
Hitung Untung Sampai Desimal, Hitung Nyawa Sampai Lupa
Ahmad Wahyudi
Rekomendasi
Flash
Memories
Rahara Meraki
Flash
BIAS
Rahara Meraki