Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Memories
3
Suka
32,063
Dibaca

Aku tidak dapat melangkah lebih jauh lagi, saat mata kami bertatapan. Sosok yang sangat kurindukan. Kutemukan kesedihan, kehampaan, kehilangan dan juga kerinduan di dalam matanya yang bersinar. Wajah tampannya tersenyum begitu manis.

“Key.” Suaranya yang berat memanggilku dengan begitu lembut. Ia berjalan mendekat, perlahan, hingga mata kami bertatapan. Ia membelai rambutku yang tersapu angin. Sentuhan hangat jemarinya begitu terasa di pipiku.

Tak terasa air mata terjatuh tanpa di minta. Sambil kupeluk ia dengan begitu erat. Tak ingin kulepas lagi. Aroma tubuhnya masih dapat kurasakan. Lama kupeluk ia, sambil menangis di dadanya.

“Key, sekarang sudah tidak apa-apa.”

Kudongakan kepalaku, menatapnya lekat, ia tersenyum. Aku hanya mengangguk, tanda setuju. Kulepaskan pelukanku, kusapu air mataku. Kutatap ia sekali lagi dan kusentuh pipinya sembari tersenyum.

Ku ulurkan jemariku membentuk tanda janji. Ia pun membentuk jemari tanda janji dan melingkarkan jari kelingkingnya padaku.

“Keysha!”.

Seseorang di ujung jalan sana berteriak dengan keras, hingga akupun menoleh.

“Kembalilah, Key.”

Hatiku terasa begitu sakit, tidak rela rasanya meninggalkannya di sini. Tapi ia meyakinkanku, bahwa ini adalah jalan terbaik. Kulepaskan tautan jariku dan mulai berjalan menjauhinya.

Sosok di ujung jalan itu melihatku dengan wajahnya yang begitu sedih. Apakah ini akhirnya? Aku harus meninggalkan segalanya?

Namun entah mengapa, setelah berjalan cukup jauh, aku tak juga menoleh kebelakang. Ada rasa sedih yang begitu mendalam.

Sesampainya di ujung jalan, ia lalu memelukku dengan erat. Suara nafasnya begitu terasa. Air matanya juga mulai membasahi pipinya.

“Terima kasih, Key. Terima kasih karena telah kembali padaku,” katanya sambil memelukku semakin erat. Kupejamkan mataku, mengelus dengan lembut punggung gagahnya yang terasa bergetar.

Aku tidak tahu sudah berapa lama kami berpelukan. Saat ku buka mata, banyak orang yang menangis di sekitarku. Wajah-wajah yang kurindukan terlihat begitu sedih juga khawatir. Ada Ayah, Ibu dan juga...

“Dimas,” lirihku. Ia lalu menggenggam tanganku dan menempelkannya di dahinya.

“Iya ini aku, Key,” katanya dengan nada yang begitu sedih. “Terima kasih, terima kasih telah kembali.” Air matanya sudah tidak bisa dibendung kembali.

Ternyata selama dua bulan ini aku mengalami koma setelah kecelakaan mobil. Dokter sebenarnya mengatakan seharusnya keadaanku bisa pulih dengan cepat. Tapi entah mengapa, aku justru tidak sadar sampai dua bulan.

Ku pandangi langit-langit kamar Rumah Sakit. "Ternyata aku hanya bermimpi, Alex," lirihku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Mimpi Dari Bumi Siger
Arisandy Purnama Putra
Flash
Memories
Rahara Meraki
Flash
Bronze
Realita atau Mimpi yang sering di perdebatkan
Yadani Febi
Novel
WARNA RASA DISETIAP HUJAN
Vy
Novel
RUN(a)WAY
Verlita
Novel
Bisakah aku menjadi milikmu?
Uswatun Hasanah
Novel
Seandainya Waktu Bisa Berputar
Rika Kurnia
Novel
Pura-pura Buta
rarapinku
Skrip Film
CON'T
Chibi Chan
Flash
Sepatu Baru
Richard Geraldy Purba
Novel
Bronze
Madah Penyusup
Wiwien Wintarto
Novel
Bronze
jika rindu salah haruskah menyerah (?)
Nia Kurniasih
Novel
Culun tapi cantik
Belaamelristika
Novel
KEJORA
Lebah Bergantung
Novel
Bronze
Mengejar Mimpi, Menemukan Cinta
Suryaning Bawono
Rekomendasi
Flash
Memories
Rahara Meraki
Flash
BIAS
Rahara Meraki