Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bunda Terbang
12
Suka
37,047
Dibaca

"Aina, Bunda terbang dulu, yah? Baik-baik di rumah dengan Ayah dan Eyang. Esok lusa, bila Bunda sudah di rumah, kita main lagi..."

Almira mengecup lembut pipi halus putrinya yang belum genap dua tahun. Mata anak itu terpejam namun tak lama kemudian mengucurkan seberkas kesedihan. Almira tertegun. Tetesan air mata itu, untuk kesekian kalinya berhasil menghunjam hati. Aina kecil memang meringkuk dalam balutan selimut sedari berjam-jam yang lalu. Akan tetapi, setiap kali ibunya hendak pamit untuk bekerja pada dini hari, dia selalu terbangun. Mata memang tertutup tapi telinga tetap mendengar. 

"Unda tubang?"

Terngiang kalimat pendek yang selalu dilontarkan bocah itu setiap melihat ibunya bersiap pergi. Almira akan tersenyum dan mengangguk. 

"Iya, Bunda mau terbang."

Bunyi klakson sebuah mini bus yang berhenti di depan rumah membuyarkan lamunan Almira. Waktunya berangkat. Dia menatap Aina sekali lagi lantas berjalan keluar kamar, menarik koper hitam di dekat sofa yang bercetak logo maskapai penerbangan. Sang Eyang sudah menunggu di sisi pintu dengan raut segan. 

"Suatu saat nanti kamu harus berhenti." tutur wanita paruh baya itu pada putrinya yang berseragam pramugari. 

Almira menatap ibunya dengan mimik datar. 

"Mas Eko paham profesiku, Bu."

"Ibu tidak sedang membicarakan dia."

Almira mendesah lalu bergegas menuju mobil jemputannya. Tak ada waktu. Dia harus terbang dengan pesawat subuh. 

Seminggu kemudian, di siang yang cerah, Aina kecil riang bermain dalam pelukan neneknya. Sesekali dia mendongak, menatap langit sembari semringah. 

"Unda tubang?"

Telunjuk mungilnya terarah ke angkasa. Sang Eyang diam sejenak menahan pilu lalu memaksa bibirnya untuk tersenyum. 

"Iya, Bunda terbang, Sayang. Tinggi sekali. Jauh sekali."

Mata wanita tua itu lantas tertuju ke dalam rumah. Melalui jendela lebar, dia bisa melihat menantunya duduk nelangsa di depan televisi, menanti kabar lebih lanjut tentang pencarian korban pesawat jatuh di sebuah perairan Indonesia. Tak satu pun yang selamat. Semua telah terbang ke pangkuan Sang Pencipta, termasuk Bunda Aina.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bunda Terbang
Dania Oryzana
Flash
Bronze
Janji Setelah Nikah
syafetri syam
Flash
Bronze
Dari Sini, Semua Terlihat Sibuk
Neil E. Fratér
Flash
Pecah
Keita Puspa
Cerpen
Natal tanpa Bunda
Rizky Siregar
Novel
Aislinn
Nurul Khotimah
Novel
Gold
Terobsesi bungkus, lupa akan isi
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Menyesal Duluan
AdisCill20
Novel
HICKS (Hidup, Impian, Cinta, Keluarga dan Sahabat)
Sidik Setyo Hanggono
Flash
Bisikan
zee astri
Flash
Chandramaya
Donny Setiawan
Flash
Bronze
Homofobia
Rian Nugraha
Novel
KIARAFKA
Bella Mutia Tsany
Novel
Gold
BECOMING
Noura Publishing
Skrip Film
Pengacara Hana
Mahdania
Rekomendasi
Flash
Bunda Terbang
Dania Oryzana
Flash
Awas Monyet, Nak!
Dania Oryzana
Novel
Sweet Dream, Emily
Dania Oryzana
Novel
Bank(rut) Syariah
Dania Oryzana
Flash
Pondok Bulan
Dania Oryzana