Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
CERMIN ANTIK
12
Suka
17,258
Dibaca

Sepi. Lengang. Rumah ini masih terlalu luas, jika hanya ditempati sepuluh orang. Aku benar-benar kesepian. SELASIH.

Bi Ratna sudah selesai membereskan meja makan saat Gendis mendekati Selasih. Diletakkannya nampan berisi kelopak-kelopak bunga mawar, kantil dan cempaka di atas meja, serta dupa kecil yang masih mengepul.

"Masih penasaran nggak?" bisik Gendis di telinga Selasih.

"Soal?"

Gendis, sang kakak melihat ke sekeliling. Lalu kembali membisiki adiknya. "Kamarnya Simbah."

Selasih menarik kepalanya menjauh. Matanya terbelalak. "Nggak, ah! Aku kan dipantang masuk ke sana!"

"Cekk. Simbah sudah meninggal ini," ujarnya enteng. "Katamu mau nyari inspirasi soal hal-hal klenik? Di kamarnya penuh tuh! Termasuk cermin antik."

Mata Selasih terbuka lebar. Tertarik. Tapi sejurus kemudian, ronanya kembali meredup. "Takut ah, aku!"

"Ish!" Gendis menepuk meja. Sebal. "Takut sama siapa? Rumah ini kan sudah resmi jadi milikmu. Kamu majikannya sekarang!"

Selasih goyah. Sedari kecil memang dia penasaran. Tapi selalu dilarang ke sana oleh Simbahnya. Sedangkan kakaknya, Gendis malah diserahi tanggung jawab mengurus kamar itu. Biasa disebut kuncen.

Kalau bisa jujur, Selasih sebenarnya iri. Daripada harta benda, dia lebih suka dipercaya jadi kuncen. Tapi karena sayangnya Simbah, terutama dengan mewariskan seluruh hartanya atas namanya, membuat Selasih cukup tahu diri agar tidak melanggar.

"Kebakaran!"

Gendis meraung-raung dalam dekapan Bi Ratna dan lainnya. Dia berupaya berontak, ingin berlari ke arah api. Sedangkan si jago merah tampak melalap rakus bangunan kuno di depannya.

"Jangan ke sana, Cah Ayu! Bahaya!"

Tak lama, atap rumah roboh. Menyemburkan percik-percik api. Semua orang yang melihat menjerit. Terutama Gendis. Gadis itu langsung tersungkur. Meraung. Menangis.

Selasih tak mungkin selamat. Dia pasti sudah mati terpanggang!

Kamu sebagai kuncen, jangan sampai membiarkan ahli warisku melihat cermin antik! Nanti dia bisa terbakar! Itu pesan Simbah.

Lalu, kenapa?

Apalah itu artinya jadi kuncen! Semua peninggalan Simbah, harusnya jadi milikku! GENDIS.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
CERMIN ANTIK
Call Me W
Cerpen
Surat yang Tidak Pernah Sampai
Aulia umi halafah
Skrip Film
RAJAWALI ORDER
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Antara Darah Dan Hati 2: Dream Reality Seri 1
Fahlevi Anggara Fajrin
Novel
Bayang-bayang Kematian di Kursi Nomor Satu
Shabrina Farha Nisa
Novel
Bronze
Awan Menggapai Langit
Utami NA Wibowo
Novel
Bronze
Aku, Dia & Kami
Joannes Rhino
Skrip Film
Jakarta Killing Ground - Script
Irza Fauzan
Flash
Suara-Suara
BANYUBIRU
Novel
Bronze
Antara Darah dan Hati 2: Dream Reality Seri 2
Fahlevi Anggara Fajrin
Novel
Bronze
Alice
Laurenzo Jordan Santana
Flash
Mini Marketnya Sudah Tutup
Sera Summer
Novel
Bronze
Alloohu Akbaru
Hermawan
Cerpen
Jangan Bercerita Dengan Kucing
A.F Huda
Novel
Setelah Sang Raja Tumbang
Naufal Abdillah
Rekomendasi
Flash
CERMIN ANTIK
Call Me W
Flash
Kopi & Gorengan
Call Me W
Novel
Bronze
Sang Penyihir
Call Me W
Flash
SHAMPOO
Call Me W
Flash
Kalau Bukan Jodoh
Call Me W
Flash
BUJANGAN BAJINGAN
Call Me W
Flash
KADO TERBAIK
Call Me W
Cerpen
Modus Operandi
Call Me W
Flash
SUARA LEBAH
Call Me W
Flash
MUSTIKA ULAR
Call Me W
Flash
PONSEL
Call Me W
Flash
PETELOT (Jawa)
Call Me W
Flash
PETELOT (PENSIL / INDO)
Call Me W