Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bronze
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
0
Suka
38,749
Dibaca

“Angkat detik-detik silam itu dari hati, tetapi rekatkan semua itu di dalam benak.”

Awalnya, aku tak mengerti dengan makna dari kata-kata itu. Sampai akhirnya, lelaki pembuang jam itu mengetuk pintu rumah dan menjelaskan semuan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Raut Tanpa Nama
Kurnia Maya Sari
Flash
Bronze
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
Silvarani
Flash
Bronze
New Born
Moment
Novel
Juned dan Mitha
awod
Skrip Film
K: Kisah, Cinta & Kita
Vivin Aprilia
Flash
Bronze
Percakapan Terakhir
Majestic Journey
Novel
Reinan
3.R².L.A²
Flash
Engkau yang Pergi dengan Tersenyum
Kinalsa
Flash
LOSE
mafaz mira
Flash
Pengarang Idola
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Yang telah gugur akan pergi, yang masih ada akan tetap bertahan
Aldika R
Novel
Bronze
Atteindre
Agid Zoe
Novel
Hidup seperti Ren scarlett
Rivana
Novel
Bronze
Sang SENIMAN
Ign Joko Dwiatmoko
Novel
Gold
KKPK Lets Sing with me
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Bronze
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
Silvarani
Flash
Bronze
Pernikahan Politik
Silvarani
Flash
Bronze
Dewi Langit dan Dewa Laut
Silvarani
Flash
Bronze
Tengah Malam Terakhir (Membicarakan Adam Series Part 19)
Silvarani
Flash
Bronze
Don't Lose Yourself When You're Falling in Love
Silvarani
Flash
Bronze
Four Boots in Texas
Silvarani
Flash
Bronze
Perjalanan Tanpa Angan
Silvarani
Flash
Bronze
Cincin Mahar Saturnus
Silvarani
Cerpen
Bronze
The City of Night Eyed People
Silvarani
Flash
Bronze
Cerita-Cerita Bis Ibukota
Silvarani
Flash
Bronze
Eyang Putri Jawa dan Cucu Perempuan Bataknya
Silvarani
Cerpen
Bronze
Großmutters Zitronengericht (Masakan Lemon Nenek)
Silvarani
Flash
Bronze
Politik Berkesenian
Silvarani
Flash
Bronze
Kuikuti Kau di JalanNya
Silvarani
Flash
Bronze
Industrial Bakurocho Station Monologue
Silvarani