Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bronze
Liontin Si Anak Kembar
3
Suka
31,897
Dibaca

Margot dan Martha adalah anak kembar. Ibu mereka telah meninggal saat melahirkan mereka. Tinggallah dua bayi mungil nan cantik itu bersama ayah mereka. Tetapi tak lama kemudian ayah mereka juga meninggal karena sakit malaria.

“Ka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Rasanya Seperti Mimpi
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Novel
Langit dan Bumi
Arum Gandasari NK
Novel
Gold
Rahasia Huruf T
Mizan Publishing
Flash
Catatan Abad Ini
Noyn
Flash
Bronze
Liontin Si Anak Kembar
Sulistiyo Suparno
Novel
Terima Kasih Ayah, Aku antar ke Syurga Nya
Arwin Suripto
Novel
Gold
When Patty when to College
Noura Publishing
Novel
Egois & Cinta
langit_senja
Novel
Bronze
Rasa Yang Tak Kunjung Usai
Desynata Purnamasari
Skrip Film
Semua Masih Sama
Syeihan Gus Sajad
Skrip Film
We Were Ship In The Night
Lilly Amundsen
Skrip Film
Bintang SMA 108
Yorandy Milan Soraga
Flash
Dar+Ling
Ang.Rose
Flash
Bronze
Kembali
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Burung Kolibri dan Burung Bangau
Ahmad Muhaimin
Rekomendasi
Flash
Bronze
Liontin Si Anak Kembar
Sulistiyo Suparno
Flash
Kursi Goyang Nenek
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Pembunuhan yang Sempurna
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Janji Seorang Badut
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Penggemar Ernest Hemingway
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Potong Tangan
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Surat dari Penjara
Sulistiyo Suparno
Flash
Wanita Terhormat Vs Perempuan Jalang
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Sisi Romantis Seorang Pembunuh
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Ibu Datang Membawa Seorang Gadis
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Ide-Ide Pak Edi
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Mimpi Indah
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Patmo & Cerita Kematian Anaknya
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
"Tolong, Sembelih Saya!"
Sulistiyo Suparno
Flash
Hanya Angin yang Datang
Sulistiyo Suparno