Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Me Time
5
Suka
31,757
Dibaca

Rima, seorang ibu muda yang baru saja mengundurkan diri dari kantor kebanggaannya, kini ia duduk di tepi tempat tidur sambil memandang buah hatinya. Ia membelai ubun-ubun bayi empat bulan itu.

"Betapa beruntungnya aku karena telah memilikimu, Nak," bisik Rima, khawatir bayi kecilnya itu terbangun.

Tadi malam, bayi itu menangis tanpa henti. Rima tak mengerti apa yang diinginkan bayi malang itu. Memberinya asi sudah ia lakukan. Lalu ia mulai menggendongnya kesana-kemari, namun itu tetap tidak menghentikan tangisannya. Tak lama kemudian, sang bayi tertidur dengan sendirinya, mungkin kelelahan. Dibaringkannya bayi mungil itu di tempat tidur. Pukul tiga dini hari. Perasaannya tak keruan, bahkan bunyi jarum jam pun kini sungguh menjengkelkan.

Sang bayi mulai bergerak. Rima tersentak. Ia menepuk lembut kaki sang bayi dan akhirnya terlelap lagi. Kemarin lusa, Rima sampai tak bisa mandi. Menahan buang air kecil pun menjadi keahliannya. Entah mengapa, ketika di dalam kamar mandi, ia seperti mendengar suara bayinya menangis. Lalu ketika ia keluar dan melongok ke kamar, sang bayi masih tidur dengan pulasnya. Mungkin hal ini biasa dirasakan oleh semua Ibu di dunia.

Hari ini, dengan kantung matanya yang semakin melebar, Rima tersenyum bahagia. Sungguh ia tidak ingin mengeluhkan hal ini. Ia hanya perlu mandi air hangat beberapa menit saja.

Wanita itu beranjak dari tepi tempat tidur. Dikecupnya jemari kecil sang bayi. "Sebentar, ya. Ibuk mau mandi dulu," bisiknya lembut kepada sang bayi yang masih terlelap. Rima berjalan menuju kamar mandi dan menghidupkan keran. Air hangat mengucur deras menyentuh permukaan kulitnya. Ia memijat lembut tubuhnya.

Tidak ada suara bayi menangis ... tidak ada bayi menangis .... Itu cuma perasaanku saja.

Rima selesai. Wanita itu meraih handuk yang digantung di balik pintu. Lalu ia keluar dari kamar mandi. Sinar matahari dengan leluasa ke ruang tamu. Pintunya menganga lebar. Darah Rima berdesir kencang. Lekas ia berlari ke kamar tidur.

Bayinya tidak ada. Hilang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
KKPK The Melody of Twin
Mizan Publishing
Novel
Dinding Dingin Penyesalan
Bilsyah Ifaq
Skrip Film
Tutorial Patah Hati
hidayatullah
Flash
Me Time
Pikadita
Flash
Jalur Tiga
Martha Z. ElKutuby
Cerpen
Hujan di bulan juni
Nurul Ainun
Komik
Mellifluous
achaa
Flash
Pangkalan Bakso depan Sebuah Rumah Sakit
Emur Paembonan S
Flash
LOSE
mafaz mira
Flash
Tanpamu Duniaku Abu-Abu
winda aprillia
Flash
Bronze
Radio Kuna Kunawi
Sulistiyo Suparno
Flash
Berharap
Fatimah Ar-Rahma
Cerpen
Bronze
NARTI
ina marlena
Novel
Gold
Go Where Your Heart Takes You
Noura Publishing
Novel
Pernikahan Rini
Dadan Erlangga
Rekomendasi
Flash
Me Time
Pikadita
Flash
Cerita Pendek Tentang Toko Kue
Pikadita
Flash
Aquarium
Pikadita
Flash
Gerbong Nomor Tiga
Pikadita
Novel
Lost In You
Pikadita
Flash
Lagu Kesukaanmu
Pikadita
Novel
Semata Wayang
Pikadita