Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Bersalah
14
Suka
15,882
Dibaca

Dia merunduk dalam setelah menghentikan tampilan video yang aku perlihatkan. Tentu saja! Penyesalan menggelayut berat di tengkuknya, karena apa yang dia lihat adalah beberapa menit sebelum dia membunuh istrinya.

Dia melihat tampilan ruang makan dan istrinya sedang menyeduh kopi--tentu saja untuk suami tercinta.Bah! Aku ingin tertawa! Tapi memang kakakku ini memang mencintai perempuan itu. 

"Aku sudah mengaku, Wan .... Aku memang membunuhnya. Untuk apa aku melihat ini?"

Aku tidak menjawab. Dia benar. Meski tidak mengaku, semua bukti tertuju pada dirinya yang bersalah. Dalam tampilan video itu memang memperlihatkan bagaimana mereka adu mulut dan dia menyambar pisau dapur, menusuk diafragma istrinya. Fatal, meski tidak segera mati. Menyadari perbuatannya kakakku ini langsung melarikannya ke rumah sakit.

Ya. Kalap. Amarah sesaat. Itu motifnya. Sebelum menusuk istrinya, dia sempat membanting meja makan dengan lembaran print foto yang menunjukkan istrinya sedang bermesraan dengan pria lain. Footage foto yang cukup vulgar. Aku tahu karena aku yang mengirimkannya. Aku sudah menduga arah dinamika rumah tangga kakakku ini, bahkan sebelum mereka menikah. Tidak hanya aku saja, sebenarnya.

"Sungguh Ummi berat hati lihat mas-mu itu menikahi perempuan itu." Begitu kata ibu kami. 

"Tapi Mas Ardi sudah dewasa, Mi. Keputusannya biar dia yang tanggung sendiri," tanggapku kala itu, sekedar menetralisir cemas di hati Ummi. Namun, perhatianku agak menajam ke arah Ummi, karena Ummi saat itu memilin-milin ujung kerudungnya. Sekilas bagi orang lain mungkin tampak seperti kebiasan bocah, tapi bagiku yang dekat dengan beliau hanya sekali citra Ummi memilin-milin ujung kerudungnya yang hinggap di benakku; kala Ummi melepas Abbi berangkat ke Australia tapi pesawatnya merapat di lepas pantai. Yah, bisa dikatakan, Ummi punya firasat soal rumah tangga kakakku ini, tapi tidak aku sangka sefatal ini. Aku pikir, paling parah hanya bercerai.

"Lihat saja dulu," ucapku akhirnya sambil menyentuhkan jariku ke layar tablet itu. 

Dan tak lama kemudian, matanya mengerenyit menangkap kejanggalan dalam tampilan video itu. Ya, dia telah sampai pada istrinya yang mengaduk kopi, menyimpan sendoknya ke kantung plastik, lalu melepas sarung tangan berbahan latex dan juga menyimpannya ke kantung plastik yang sama. Dia gulung kantung itu dan menyimpannya ke saku dasternya.

"Di kopi itu terdapat potasium sianida," ujarku. "Istrimu berniat membunuhmu dan memfitnah pembantumu. Di kantung plastik itu adalah barang bukti yang hendak ia tanam."

Matanya terbelalak menatapku.

"Semua itu akan meringankan masa hukuman kamu. Sekarang jangan lihat ke belakang. Untuk sementara, biar putrimu aku yang urus."

Dia kembali merunduk dan tangannya yang terikat borgol menutupi wajahnya.

"Nissa," gumamnya menyebut nama putrinya.

"Soal Nissa, seharusnya kamu bangga. Meski masih dua belas tahun dia sangat dewasa," ucapku sambil mengambil ponsel dan menyodorkannya di meja interogasi. Memperdengarkan sebuah rekaman suara.

"Gimana perasaanmu, Nis?" Suaraku terdengar lembut dalam rekaman itu.

"Sedih. Tapi ... tapi apa Nissa jahat, Om? Kalo Nissa merasa lega?" Suara gadis itu terdengar parau dan membuat wajah ayahnya menekuk sedih.

"Lega?"

"Iya. Nissa sudah tahu Mama ... bukan mama yang baik. Selama ini Nissa ingin lepas dari perasaan ini ... perasaan bersalah karena tidak memberi tahu Papa. Tapi sekarang Nissa merasa lega seolah ... seolah Nissa telah sampai di lembaran baru."

Aku ingat setelah gadis itu mengucapkan itu, aku memeluknya. Ya, akan aku jaga dia sementara ayahnya di penjara.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (32)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Kebaikanku, Tak Perlu Kau Bayar
Ron Nee Soo
Cerpen
The Unseen Hand: Prolog
Sekar Kinanthi
Cerpen
Bronze
Wajah Batu Besar
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Tuju
EZAZ QI
Cerpen
Bronze
TAROT
Venus Candrika
Novel
KOPI DAN RACUN: Kebenaran Ditulis Oleh Para Penguasa
N. Y. YONS
Novel
HUAT123
Huat 123
Novel
Moonlit Mansion
Soraya Anastasia Natania
Novel
Bronze
RITUAL GUNUNG KEMUKUS
Citra Rahayu Bening
Novel
Bronze
MISTIS & MEDIS
Linda Fadilah
Novel
Bronze
Menguji Janji
Y. N. Wiranda
Novel
Gold
Rahasia Nenek Piju
Mizan Publishing
Skrip Film
Murders They Wrote
Rizal Nurhadiansyah
Cerpen
Bronze
MARWAH MENARI DI ATAS BUNGA-BUNGA
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Rekomendasi
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Cerpen
Sang Pembisik
DMRamdhan
Novel
My Fair Rebelle
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Novel
Bronze
Kecuali Monyet
DMRamdhan
Flash
Bakat
DMRamdhan
Novel
Janna dan Pria Bersayap Api
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sejatinya Keindahan
DMRamdhan
Flash
Bronze
Glitch
DMRamdhan
Flash
The End of Joni Oblong
DMRamdhan
Flash
Bronze
L'esprit de L'escalier
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan