Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Bronze
Pangeran di Bus Kota
0
Suka
26,391
Dibaca

Semarang, 1999.

Tak terhitung berapa kali Reyna melihat lelaki itu. Lelaki bertubuh jangkung, rambut gondrongnya selalu diikat ekor kuda, dan memakai topi hitam. Sorot matanya tampak teduh. Dada Reyna berdesir tiap kali melihat lel...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Cinta Abadi di Hatiku
Eternal Love
Novel
Kelahiran Kota Lumpur
Aimaru Roen
Skrip Film
BRAJA PUSAKA LANGIT
Altrada Aryo Istiyantho
Skrip Film
LOST BUT FOUND
Nadya Octaviana
Skrip Film
Anak Kos
Kinanti Atmarandy
Flash
Bronze
Pangeran di Bus Kota
Sulistiyo Suparno
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
Sampiran Durian
Azul
Skrip Film
Cinta tak terhitung Cinta tiada ujung...
Siti Fatimah
Flash
Bronze
Hi Kak!
Halimah RU
Flash
Bronze
Sitti Nurbaya di Abad Milenium
Abdi Husairi Nasution
Cerpen
Bronze
Seorang Lelaki Tergeletak di Jalan
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Rebah oleh tanah
artabak
Novel
Dua Perempuan dalam Rumah yang Sama
barabercerita
Skrip Film
Senyuman Bintang
Andika Ramadhan
Rekomendasi
Flash
Bronze
Pangeran di Bus Kota
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Seorang Lelaki Tergeletak di Jalan
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Merindukan Sonep
Sulistiyo Suparno
Flash
Doa Pedagang Sepatu
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Jangan Berurusan dengan Polisi
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Tali Pocong
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Warisan Tuan Reading
Sulistiyo Suparno
Flash
Gito dan Gitarnya
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Lelaki Penggali Tanah
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Nasi Megono Mak Kudung
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Setelah Tidak Bermotor Lagi
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Merpati Putih
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Kekasih Diam-Diam
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Bu Guru Hastin Ditangkap Polisi
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Seorang Novelis Telah Mati
Sulistiyo Suparno