Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pekerjaan Rumah Dua Puluh Tahun Lalu
5
Suka
4,369
Dibaca

Di bagian bawah kertas berisi karya yang kubuat, aku mengimbuhkan sebuah tanggal berjarak dua puluh tahun, sepuluh bulan dan sepuluh hari dari tanda pada kalender di mejaku.

Dengan demikian, esok pagi aku bisa berharap bertemu dengan sosok yang selalu kunantikan kemunculannya di pintu kelas, untuk menjemputku menuju kantin pada jam istirahat, di dua puluh tahun yang lalu.

Kukeluarkan gawai hitam pudar seukuran telapak tangan dari laci meja, kusapukan jemari pada barisan keypad hitam mungil yang dibubuhi angka dan alfabet warna putih di bagian atasnya. Lalu kutekan tombol power dan menggemalah sebuah irama yang seolah tak pernah tua.

Dadaku berdebar membuka kotak pesan, kugulirkan beberapa short message hingga kutemukan namamu sebagai sender.

"Hei, PR pesananku sudah kamu kerjain belum? Jangan lupa dibawa besok, ya!" Demikian isi teks yang kamu ketikkan untukku.

Begitulah kamu yang jago metematika mengandalkanku dalam hal mengerjakan tugas pelajaran kesenian.

Setelah memasukkan PR untukmu ke dalam tas selempang merah muda, akupun tertidur.

Mataku terbuka terkena cahaya mentari pagi yang menerobos kaca jendela, segera saja aku mandi dan menyiapkan diri. Kuraih seragam batik berwarna coklat muda dengan pattern logo Sekolah Menengah Atas tempat kita bersua dalam waktu yang lama, lalu kukenakan bersama rok hitam pekat. Aku mendengus bangga. Pakaian ini sangat pas dan sesuai dengan tubuh langsingku.

Aku melangkah keluar rumah setelah melambai dan bertukar senyum dengan orang-orang di sana. Dengan semangat yang memenuhi rongga dada, aku berjalan kaki menuju sekolah kita yang hanya berjarak beberapa blok saja dari tempatku berada.

Sesampainya di gerbang sekolah, sepatu pantofelku bergemeletuk menghampirimu, kuserahkan kertas berisi sektsa buatanku padamu, yang masih selalu sama seperti kamu dua puluh tahun lalu.

***

Beberapa menit sebelum pertemuan tadi dua orang lelaki berbincang dalam mobil yang terparkir agak jauh dari gerbang sekolah.

"Kenapa tidak turun menemui wanita itu?" tanya seorang pemuda berwajah rupawan.

"Aku tidak bisa meskipun mau, karena yang ingin ia temui adalah diriku... di dua puluh tahun yang lalu." Lelaki yang rambutnya beruban itu menjawab seraya menepuk pipi putranya, yang serupa dengan dirinya pada dua puluh tahun lalu.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pekerjaan Rumah Dua Puluh Tahun Lalu
verlit ivana
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Bronze
Jauh Dari Langit
Silvarani
Cerpen
Bronze
TERBANG BERSAMA GITAR
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Novel
After School
Nadya Wijanarko
Skrip Film
Kepingan Hati Milik Anggit (Script)
Yeni Shelpi Aliani
Flash
Surat Kabar
Yuanita Faridatun Ni'mah
Novel
Seperti awan,hujan dan ombak
athifsyaa
Novel
Sebelum Toga di Bawah Awan
Leni Juliany
Novel
Bronze
Matahari Terbenam bersama Cinta
Sarah Teplaka
Komik
Reff[RAIN]
Rii Zu
Komik
RECLIMB
Katsuri
Flash
Laba-Laba
H.N.Minah
Flash
Tunggu Iklan
Reyan Bewinda
Flash
Bronze
Tak Ingin Terulang
Nabilla Shafira
Rekomendasi
Flash
Pekerjaan Rumah Dua Puluh Tahun Lalu
verlit ivana
Cerpen
Secangkir Utopia
verlit ivana
Flash
Gadis Pembenciku
verlit ivana
Flash
Isi Lemari
verlit ivana
Novel
Halaman Sembilan
verlit ivana