Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
TERDAKWA
8
Suka
15,000
Dibaca

Berdebar, itu yang sedang aku rasakan. Sofa panjang yang menjadi tempat tumpuan tubuhku, nyaris tak terasa kelembutannya. Hatiku bahkan semakin cemas menyaksikan siaran langsung persidangan yang kian alot demi memutuskan keadilan bagi lelaki itu.

"Saya tidak melakukan sesuatu yang sudah mereka tuduhkan pada saya, saya difitnah!" teriaknya, frustasi.

Keadaan ruang sidang semakin riuh. Sejak dua hari lalu pengadilan akhirnya mengijinkan persidangan untuk dilakukan secara terbuka dan disiarkan langsung melalui media elektronik.

"Saudara, semakin berbelit-belit, bukti sudah jelas dan saudara bahkan sudah menyaksikan semua tayangan video yang sudah dikirimkan sebagai barang bukti. Apakah akan terus mengelak? Sekali lagi, saya pastikan kepada saudara, apakah saudara melakukan tindak pidana yang dituduhkan terlapor? Jawab dengan jujur dan tanpa ditutup-tutupi?" tanya Hakim.

Aku memainkan bibirku dengan tangan, menanti kebenaran yang akan segera menyeruak ke permukaan. Layar televisi menyorot kembali lelaki yang terduduk dengan wajah dingin itu. Loma, nama yang tertulis di layar televisi, tak terlihat merasa bersalah.

"Saya difitnah! Sudah berapa kali saya katakan! Saya difitnah!" elaknya lagi.

Raut wajah hakim semakin tegas, lembaran-lembaran dakwaan kembali dibuka, pengacara yang mendampingi lelaki itu siap mengajukan banding dengan menyerahkan beberapa berkas sebagai bahan bandingan untuk membela kliennya.

Hakim menerima berkas-berkas pendukung itu, kening yang mengerut dalam itu menyorot perhatian media. Peluhku semakin bercucuran menyaksikan hakim yang terus membuka lembaran banding dari lelaki itu. Aku panik, aku takut dan semakin gelisah.

Setelah hakim mempelajari dan menelaah berkas banding yang diberikan lelaki itu, mereka terlihat kembali berdiskusi. Aku gugup, hingga tak sadar bibirku berdarah akibat tarikan kasar pada kulit mati yang kuperbuat.

Semua orang yang berada di ruang sidang terlihat begitu fokus dan penuh amarah, berbeda denganku yang terus saja menahan risau di atas sofa, dengan kaki yang aku mainkan.

Hakim selesai berdiskusi, dan kembali menghadap ke depan, mempertemukan mata mereka. "Apakah semua yang saudara serahkan ini benar adanya? Ini bukan alibi yang sengaja saudara buat?" tanya Hakim.

"Banding yang saya ajukan tidak dibuat-buat dan bukan rekaan, itu kejadian sesungguhnya," jawab Loma dengan pasti dan penuh percaya diri.

Kemudian hakim membisikkan sesuatu pada seseorang yang menghampirinya, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, gerak bibirnya tidak terbaca olehku. Menyaksikan itu, napasku kian memburu, keringat dingin mulai kurasakan membasahi punggungku.

Di tengah sidang yang semakin panas itu, tiba-tiba saja pintu apartemenku diketuk. Aku semakin gemetar, bahkan kini bel pun ditekan terus menerus. Dengan tubuh lemah, aku beranjak dari sofa, melangkah dengan penuh keraguan, meskipun begitu aku akhirnya sampai di depan pintu dan membukanya.

"Saudari Lina, kami tangkap atas tuduhan pembunuhan berencanan," ucapnya, kemudian tanpa menunggu jawaban dariku, mereka segera memborgol kedua tanganku.

Aku tertawa terbahak-bahak ketika polisi berpakaian lengkap dengan senjata, menggiringku keluar dari apartemen. "Bajingan durhaka itu tidak bisa diandalkan."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (8)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
TERDAKWA
Yutanis
Cerpen
Bronze
Jiwa yang Terkutuk
Ron Nee Soo
Novel
Bisikan dari Masa Lalu
Adnan Fadhil
Novel
Bronze
Blood Moon
Maghfira Izani
Flash
Mencari Jenazah di Dalam Danau
Lumba-Lumba
Cerpen
Bronze
Cahaya Merah di Kebun Kopi Pupuan
Ratu Aisyah Noelle
Cerpen
Bronze
KUCING WANGSA PRIBUMI
brobin
Flash
Arsip Nomor 47
Penulis N
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Cerpen
Bronze
Proyek Memori: Subjek 27
Ron Nee Soo
Cerpen
Pengertian yang Tak Mudah
Fazil Abdullah
Flash
MURDER
Mr. Nobody
Novel
Tahukah Anda...?
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Ingin Mati saat Rekreasi
Arba Sono
Cerpen
Ndaru
Arumdalu
Rekomendasi
Flash
TERDAKWA
Yutanis
Flash
Kejar Woi, Kejar!
Yutanis
Cerpen
Tidak Ada Doa Panjang Umur
Yutanis
Cerpen
Balada Tempat Sampah
Yutanis
Cerpen
ELIZA: Ups, Aku Ketahuan!
Yutanis
Cerpen
Belenggu yang Memudar Dimakan Zaman
Yutanis
Novel
ZAGADKA: Di Ujung Pintu Rimba Gunung Marapi 2.891 mdpl
Yutanis
Flash
Masih Pantaskah Kau Kupertahankan
Yutanis
Flash
Masih Pantaskah Kau Kupertahankan
Yutanis
Novel
Bronze
EGOIS
Yutanis
Cerpen
Balik Gagang
Yutanis
Flash
Laras Hebat!
Yutanis
Flash
Masih Pantaskah Kau Kupertahankan
Yutanis
Flash
Hukuman Paling Berat
Yutanis
Flash
KECEWA
Yutanis