Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
The City Of Gold
0
Suka
33,883
Dibaca

Gadis bermata coklat gelap itu menghembuskan napas dalam gerakan samar. Kemudian bangkit dari kursi tunggu untuk segera menuju lambung burung besi.

Langkahnya memang ringan. Sembari bercanda dengan rekan-rekan seperjalanan. Namun hatinya, tak seringan tawa yang tercetak jelas di bibirnya.

Ada raga yang harus dia tinggalkan. Pun hati yang selalu dia rindukan. Tapi titah surat tugas surga atas dirinya tak bisa dibantah. Dia harus memenuhi takdirnya untuk terus melangkah, berjuang dan bertahan demi hidup yang pantang redup.

Bandara memang bukan hal yang baru baginya. Tapi setelah burung besi ini mengantarnya dengan selamat sampai ke negeri di seberang sana, tentu saja semua ini tak lagi sama.

Setelah melihatnya makin menjauh. Aku kembali pada diriku. Yang juga berstatus sebagai penumpang tapi beda tujuan. Aku pergi ke salah satu kota di negeri benua Selatan bersama seperangkat kamera.

Sementara dia, ke tempat Burj Khalifa berada dengan visi masa depan yang lebih cerah.

"Dubai." 

Jawabnya saat kubertanya, tadi.

Sembari tersenyum tulus dari hati.

Ya, kami sempat berbincang, sebelum saling meninggalkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Bising
Rinov
Novel
Bronze
Izinkan aku memelukmu lebih lama lagi
eko susanto
Flash
The City Of Gold
Wanudara Haruta
Flash
Bronze
Firasat Hati
Silvarani
Cerpen
Bronze
Penulis Cilik
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Rapat Dekom
Deden Darmawan
Flash
Bronze
Cry Jiwa Yang Bersedih
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Tidak Ada Pesan Baru
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
RASA ITU
Atis Dee Jay
Novel
APRILIA
veren felicia
Novel
Sinar untuk Genta
Rika Kurnia
Flash
Bronze
DUTTON LANE
Onet Adithia Rizlan
Flash
Bronze
Sebilah Lidah
Silvarani
Flash
Bronze
Dating with Thousand Guys
Silvarani
Cerpen
Stevia
Heri Winarko
Rekomendasi
Flash
The City Of Gold
Wanudara Haruta