Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Gloomy Sunday
6
Suka
36,543
Dibaca

Mereka memilih duduk di meja paling sudut dalam ruangan itu. Kepulan asap rokok dan aroma alkohol yang keluar dari mulut keduanya saat mereka berbincang dalam canda tawa menyatu di udara, ditambah alunan musik klasik yang sesekali diganti dengan disco menambah kesan bahwa mereka yang berada dalam ruangan itu ialah orang-orang yang butuh hiburan.

Pertemuan yang teramat sederhana. Seorang perempuan kesepian tinggal di apartemen murahan dan seorang lelaki pebisnis yang sekedar mencari waktu untuk rehat sejenak dari sibuknya dunia bisnis (warisan dari orang tua, yang tak pernah diinginkannya) bertemu di sebuah Bar kecil di sudut kota pada minggu pertama musim gugur.

"Haha, sepertinya kau harus menginap di apartemenku, kau terlihat sangat kacau malam ini!!" Ujar Flow, disusul wine terahirnya.

"Sepertinya harus." Jeff beranjak menuju kasir.

Gerimis mulai mengguyur kota. Mereka berdua berlarian kecil meninggalkan Bar, bicara sembarangan. Menghentikan taksi.

***

Flow terbahak-bahak melihat Jeff menirukan gaya supir taksi membangunkan mereka berdua yang ketiduran saat sudah sampai di depan apartemen tadi.

"Jadi kau kesepian?" Jeff tersenyum tampan.

"Dan kau sedang penat?" Flow membelai dagu Jeff. Jeff tak sabaran membuka kancing kemeja putihnya, merampas pakaian Flow, membuangnya sembarangan.

Minggu pertama musim gugur dan akhir pekan yang diselimuti hujan. Ternyata cinta bisa tiba sesedarhana itu, tanpa harus ada kata siapa dan seperti apa. Pekan basah dipenuhi cinta.

***

Pagi minggu. Kepala Flow terasa berat. Ia mencium bibir Jeff di sampingnya. Dingin.

"Jeff? Ada apa?"

Hening.

Aaarrgghhhh!!!! Jeff!!!!

***

Setahun kemudian.

Minggu pertama musim gugur dan akhir pekan yang diselimuti hujan. Flow duduk di jendela apartemennya, ditemani sebotol bir, rokok yang tinggal separuh, lagu Gloomy Sunday dari speakernya, dan air mata. Kematian telah merenggut akar cinta yang barus saja jatuh kepada seorang lelaki berbadan tinggi pilihan hatinya tepat malam minggu setahun lalu. Beruntunglah Flow terbebas dari segala tuduhan. Karena semua diceritakannya kepada pihak berwajib dengan apa adanya. Keterusterangan akan selalu membawa kemudahan, bukan?

Flow tersenyum getir sambil menghisap rokoknya. Malaikat pasti tahu kalau aku jatuh cinta. Kata Jeff, seusai mereka bercinta.

Aku ingin kita menikah. Kalimat indah dari bibir Jeff sebelum ia jatuh tertidur dan mati esok pagi. Hingga minggu selalu menjadi suram.

Senyum getir dan ketidakterimaan tak kan merubah apa pun. Hanya akan menambah penyesalan. Flow tahu itu.

Sunday is gloomy, my hours are slumberless

Dearest, the shadows, i live with are numberless

Flow bernyanyi bersama tangisan. Setiap kali kembali ke Bar, hatinya perih. Setiap akhir pekan yang hujan, hatinya luka tak karuan.

Darling, i hope that my dream never haunted you, my heart is telling you how much i wanted you, gloomy sunday.

Flow bernyanyi lagi, seteguk bir masuk lagi. Ia mematikan lagu itu. Tertegun. Membelai perutnya yang mengandung anak Jeff, seharusnya, jika saja ia tidak banyak minum dan merokok.

"Aku tidak ingin menjadi alasan terciptanya lagu gloomy sunday yang kedua. Atau berita duka tentang seorang wanita malang yang melompat dari jendela apartemennya sendiri." Tertawa.

Flow menutup jendela. Mematikan lampu. Berbaring bersama bayangan Jeff.

Haha, kau wanita kuat yang mampu melewati kesepianmu sendiri. Kata Jeff, saat dulu mereka di bar.

I miss you.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Gloomy Sunday
Rolly Roudell
Novel
Vengeance
Ria Rahmawati
Novel
Bronze
Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)
Indra Afriza Arsad
Skrip Film
Cooking and Me
Lia Mulidiawati
Skrip Film
Matahari Kecilku
Mawar Hitam
Skrip Film
Cinta tak terhitung Cinta tiada ujung...
Siti Fatimah
Flash
JADI ORANG JANGAN TOXIC!
Maria Cecilia W T
Flash
Bronze
Suara Adzan Memanggil
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Lavender-Lavender yang Kita Sembunyikan
Lilith
Novel
Bronze
Can't Stop
Siti Soleha
Komik
INFECTION
Miftahur Rahmah
Flash
Bronze
Nyaris Gila
B12
Flash
Bronze
Perilaku Aneh Paman Go
Sulistiyo Suparno
Flash
Kesendirian
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
OUR LAST STORY
Mell Shaliha
Rekomendasi
Flash
Gloomy Sunday
Rolly Roudell
Novel
Bronze
Beda
Rolly Roudell
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Skrip Film
Kita, Kota dan Dosa
Rolly Roudell
Flash
Vey
Rolly Roudell
Flash
Bronze
KARAM
Rolly Roudell
Flash
GELAS PLASTIK
Rolly Roudell
Flash
Ingkar
Rolly Roudell
Skrip Film
Pamit
Rolly Roudell
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Cerpen
Bronze
Kerja / Dikerjain?
Rolly Roudell
Cerpen
Lelaki Yang Berjanji Untuk Tidak Menangis
Rolly Roudell