Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
2
Suka
34,164
Dibaca

Saat di mana...

Tempat di sana...

Aku tidak berada...

Sering tidak di sini.

Di tempat lain,

Tak tahu di mana.

‘Hei... sudah berapa kali aku memergokimu tidak di sini! Di mana kamu? Ke mana?’ dia bertanya.

‘Aku tak tahu, yang jelas tidak di sini.’

Ragaku berada.

Tidak jiwaku, di sini.

Kenapa terjadi sering, aku tak tahu.

Ke mana perginya jiwaku?

Aku tak tahu.

‘Hei... kemarin aku melihat jiwamu menari-nari di atas awan! Kusapa, dan dia bilang salam untuk raganya.’

Seseorang berkata suatu hari.

Ragaku diam tak berkomunikasi, bahkan dengan jiwanya.

Raga yang kehilangan jiwanya.

Jiwaku tak merasa kehilangan raganya.

Jiwaku sepertinya bebas melayang, menari-nari.

‘Hei… kalau tidak salah aku baru saja papasan dengan jiwamu, dia berjalan sambil bernyanyi-nyanyi di taman kota.’ Orang yang lain lagi berkata pada ragaku, yang di sana, tapi tidak juga.

Raga yang kehilangan jiwanya, tak tahu ke mana perginya.

Ragaku di sana, duduk terdiam selama 20 tahun, tapi tidak juga.

Kapan kembalinya jiwa yang bebas untuk tak kembali?

Kapan berhentinya raga yang tak bebas untuk tak berhenti?

‘Hei... jiwamu mengalami kecelakaan, dia tertabrak kereta, remuk di dalam, tapi jangan kuatir, tak terlihat di luarnya.’

Kabar itu perlahan membuat ragaku mulai merasakan keberadaannya. Jiwaku. Jiwaku menyelinap datang mendekati ragaku yang tidak bebas untuk tidak menunggunya. Jiwaku. Sakit.

Sakit.

Sakit sekali yang terasa ketika jiwaku masuk.

Masuk ke dalam ragaku.

Pegal-pegal dahsyat seluruh tubuh yang cepat berakhir seketika sesaat jiwa dan ragaku menyatu.

Ragaku merasakan jiwaku yang telah remuk di dalamnya. Ragaku mempertanyakan kenapa jiwaku membiarkan kecelakaan itu terjadi.

Rupanya jiwaku sudah mulai ceroboh.

Akhirnya tidak akan baik.

Akhirnya tidak akan baik. Akhirnya tidak akan baik.

Jangan.

Jangan berjalan di atas rel kereta, bila tak ingin tertabrak.

‘Untung remukmu tak terlihat, jiwa. Kau bebas berkelana, tapi kembalimu tak selalu kepadaku, raga.’

‘Hei... kau sudah kembali, tapi kenapa masih ada yang kurang? Kau belum di sini.’ Seseorang berkata.

Aku memang belum di sini. Di mana aku tak tahu. Mungkin sebagian jiwaku menempel di roda kereta. 

Jiwa akan pulih sebentar atau lama lagi. Jiwa akan meninggalkan ragaku lagi.

Aku semakin tidak berada.

Aku semakin tidak di sini.

Di mana, aku tak tahu.

Suatu saat jiwaku akan lelah berkelana.

Suatu saat ragaku akan lelah duduk terdiam.

Suatu saat, jiwaku, ragaku, akan beristirahat.

Suatu saat, jiwaku, ragaku, akan menghilang.

Sepenuhnya tidak berada, sepenuhnya tidak di sini.

Selamanya.

(Tapi sebagian jiwaku masih menempel di roda kereta)

Senin, 19 April 2004

15.45

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Last Seen
madeinnight
Novel
Arjuna (Menata Mimpi, Menjalani Takdir)
Puspa Artheria
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Flash
Bronze
Ketua Kelas
Herman Siem
Novel
Abuelita
Tasyavira Indifatma
Novel
Gold
Setrum Warsito
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
KISAH CINTAKU
Yattis Ai
Novel
Bronze
DARK AND LIGHT Coalescare
Nengshuwartii
Cerpen
yang pahit terlalu manis
Raja Alam Semesta
Novel
Would you be my queen
Nadilla Karisya agustin
Novel
Bronze
Tangguh Perkasa
Rival Ardiles
Flash
KEROPOK LEKOR BASAH
Flora Darma Xu
Flash
Bronze
Vampire of Love
Silvarani
Cerpen
Seberkas Asa dalam Kisah
Aqil Azizi
Skrip Film
Terima kasih
Muhammad Sastria A
Rekomendasi
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Flash
Asap Rokok, Kopi dan Pisang Goreng
Aneidda
Cerpen
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
Aneidda
Flash
Kalah Sebagai Manusia
Aneidda
Skrip Film
Malam Mencari Pagi
Aneidda
Skrip Film
Jalan ke Awal
Aneidda
Flash
Aku Menulis Tentang Kau
Aneidda
Flash
Retori Ironi Cinta
Aneidda
Cerpen
Titik dan Koma
Aneidda
Flash
Ledakan
Aneidda
Flash
Dinda Mimpi
Aneidda
Flash
Coklat yang Meleleh
Aneidda
Cerpen
Bronze
Perjanjian Bersama Sehari Malam
Aneidda
Flash
Awan
Aneidda
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda