Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Cafe
4
Suka
31,841
Dibaca

Cafe, coffee, caffeine, nicotine, theine, morphine...

Lebih baik kita kembali ke cafe. Di sana ada orang-orang yang menikmati dirinya, menemukan dirinya, ada yang membenci dirinya. Malam sudah larut, tersisa dua orang, tampaknya tidak saling mengenal, aku sendiri tidak mengenal mereka. Mereka dua, dua hati yang berbeda, dua jiwa yang sama sekali lain.

Yang wanita, cantik, pucat, rambutnya hitam lurus sebahu, 20-an, matanya bulat indah, bibirnya karamel. Ia membalut tubuhnya dengan jaket yang ujung-ujungnya dari binatang. Wanita itu hot lemon tea. 

Di luar hujan.

Yang pria, rambutnya hitam cepak, kulitnya hitam, hidungnya mancung, bibirnya madu, matanya indah. Bulatnya lembut seperti mata anak anjing, menantang. Ia kurus, dengan jaket hitam, tampak tak peduli, muda, 20-an akhir. Pria itu Marlboro merah dan espresso panas.

Di luar hujan.

Wanitanya, dengan bibir karamel, sesekali melirik pria Espresso, aku, barista.  

Prianya, dengan bibir madu, sesekali melirik wanita hot lemon tea, aku, lilin-lilin mengapung yang tak pernah mati.

Di luar hujan.

Wanitanya kedinginan, ia keluarkan Capri, menyalakannya dengan lilin apung yang tak pernah mati. Mascaranya sedikit luntur mungkin habis menangis, mungkin memang begitu sejak semula. 

Prianya terkadang senyum-senyum sendiri, mungkin ia jatuh cinta, mungkin memang begitu sejak semula. 

Kini aku melihat ke luar café ke arah permainan lampu-lampu kota. Aku terbang ke sana sebentar.

Di luar hujan.

6 Februari 2003

delapan malam 

Bandung

-ketika bulan muram di atas kota di lembah dingin-

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Rasa yang hilang
Ratihcntiia
Novel
Forgetting her
SZA
Novel
H-365
Ludiamanta
Skrip Film
KOMITMENT
Purnama
Skrip Film
SIBLINGS (SERIES)
Ika Karisma
Skrip Film
FREKUENSI
Tira Riani
Flash
Bronze
PADA SEBUAH CAFE
Onet Adithia Rizlan
Flash
Keberadaanmu Tidak Lagi Nyata
Nurai Husnayah
Flash
Remahan
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Cafe
Aneidda
Flash
Menggambar Matahari
Sulistiyo Suparno
Flash
Asa dalam Suara
Rumpang Tanya
Novel
Kamu.
Sekar Ayu Lestari
Novel
When The Goddess Spread The Love
Vincentia Intan Andini Ayuningati
Novel
Bronze
R.E.F.U.N.D
Agnes Julianti Halim, S. MG
Rekomendasi
Flash
Cafe
Aneidda
Flash
Aku Menulis Tentang Kau
Aneidda
Skrip Film
Malam Mencari Pagi
Aneidda
Cerpen
Bronze
Perjanjian Bersama Sehari Malam
Aneidda
Cerpen
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
Aneidda
Skrip Film
Jalan ke Awal
Aneidda
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Flash
Retori Ironi Cinta
Aneidda
Cerpen
Bronze
Hawa: Homoseksual sapien
Aneidda
Cerpen
Bronze
Pelangi Satu Menit
Aneidda
Flash
Sedihnya Bahagia
Aneidda
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda
Flash
Kerinduan
Aneidda
Flash
Ledakan
Aneidda