Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Berakhirnya Pesta Karaoke
2
Suka
17,347
Dibaca

Kalau ada yang menanyakan siapa yang berani menghentikan karaoke malam itu, maka jawabannya adalah aku.

Minggu - pukul dua dini hari

Malam yang seharusnya tenang kini diusik oleh suara sumbang bapak-bapak yang sudah ketagihan karaoke. Kalau dihitung, ini sudah mejadi malam minggu ke-12 sejak acara karaoke itu dimulai. Awal mulanya karena hajatan dan kini malah menjadi kebiasaan. Sudah berulang kali aku menegur bapak-bapak itu, tapi sepertinya tidak mempan karena mereka adalah 'bapak-bapak'.

Aku mencoba menahan diri tapi sepertinya malam ini adalah malam terakhir aku bisa bersabar.

"Jangan jangan dulu, janganlah diganggu," begitu menurut liriknya.

"Jangan diganggu? Harusnya aku yang ngomong begitu," ucapku dengan sinis sambil beranjak membuka pintu kamar.

Suara sumbang itu semakin terdengar dengan jelas ketika aku sampai ruang tamu. Kini aku bisa mendengar suara bapak-bapak tertawa dengan keras dan bercanda satu sama lain. Aku semakin mempercepat langkah untuk keluar dari dalam rumah bersamaan dengan selesainya lagu yang tadi dinyanyikan.

Aku semakin mempercepat jalanku karena bertarung dengan waktu.

"Jangan keduluan," ucapku dalam hati dan benar saja, aku sampai terlebih dahulu dibandingkan dengan lagu selanjutnya.

Kini aku sudah berdiri di sebelah speaker yang langsung mengarah ke rumahku. Bapak-bapak itu sedang mengobrol sembari menyeruput kopi hitam, tidak lupa dengan rokok yang menggantung di sela-sela jari telunjuk dan jari tengah. Angin yang berhembus dengan pelan menggoyangkan dedaunan dan membuat malam itu menjadi lebih dingin.

"Permisi pak," ucapku.

Pak Heru melihatku.

"Astaghfirullah hal adzim!" Ucapnya dengan lantang dan membuat 7 orang bapak-bapak lainnya melihatku dengan terkejut.

"Maaf pak, udah malem," ucapku yang masih berusaha menahan diri untuk tidak membuat keributan. "Saya ngga bisa tidur."

"I ... iya mbak," jawab Pak Heru dengan terbata-bata.

"Makasih pak."

Aku meninggalkan mereka yang sepertinya terburu-buru mematikan speaker dan microphone. Terdengar pula ada seseorang yang merapalkan doa sambil membereskan makanan dan minuman yang mereka santap.

Ah ya, kalau kalian bertanya mengapa mereka terkejut saat melihatku malam itu, mungkin jawabannya karena malam itu aku memakai daster putih polos milik ibu dan tidak sempat mengikat rambutku yang panjangnya sudah mencapai pinggang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kisah LDR paling jauh
Ari Septiana
Novel
Nyctophilia
Erlia Yevi Rosta
Skrip Film
ALONA
Sierie Koto
Flash
Egoisme Imajiner
Syafira Muna
Flash
Tentang yang Hilang
AlifatulM
Flash
Berakhirnya Pesta Karaoke
Gita Sri Margiani
Novel
Masker dan Kopi Literan
Mutiarini
Novel
Gold
PCPK I Will Always Love You
Noura Publishing
Novel
SUKMA: Masa bermain yang hilang
Anggy Pranindya Sudarmadji
Skrip Film
BUKAN PILIHAN
essa amalia khairina
Flash
Bronze
Heart
Safitri
Flash
Bronze
TANDA SERU
Yadani Febi
Novel
Bronze
Kattok Mencari Dalang
Gusty Ayu Puspagathy
Novel
Mantri
Nova ari ismawan
Novel
Pion
Adiba
Rekomendasi
Flash
Berakhirnya Pesta Karaoke
Gita Sri Margiani
Flash
Jujur Untuk Kebenaran Atau Bohong Untuk Pencitraan?
Gita Sri Margiani
Novel
Bronze
Gang Sukacita, 1998
Gita Sri Margiani
Skrip Film
di balik layar : FIRASAT
Gita Sri Margiani
Novel
Namaku Pingku
Gita Sri Margiani
Novel
JOANA
Gita Sri Margiani
Flash
Pembunuh Mimpi
Gita Sri Margiani
Flash
Siapa Yang Tertawa Tadi Malam
Gita Sri Margiani