Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Kesatria Dangdut
2
Suka
10,194
Dibaca

Minggu pagi ini aku bangun di dalam ruangan serba putih. Tidak ada perabot apapun kecuali seperangkat ranjang tempat aku berbaring dan sebuah lemari kecil berlaci dua di sebelahku. Aku tak melihat adanya pintu di ruangan ini, tapi ada jendela berjeruji di salah satu sisi ruangan. Dari sana hawa dingin mengisi ruangan ini.

Aku tidak ingat bagaimana aku bisa sampai di sini. Anehnya, aku ingat kalau ini hari Minggu. Aku tahu ini masih pagi karena aku memang selalu bangun dini hari.

Aku beranjak ke jendela dan mengintip ke luar. Langit kelabu, entah oleh awan atau kabut, tapi yang jelas kepulan uap air itu amat dekat dan sudah menyentuh pucuk bangunan lain di kejauhan sana. Aku melirik ke bawah--ruanganku rupanya cukup tinggi--dan menemukan selusin manusia dengan pakaian yang sama. Nyaris setiap dari mereka ditemani seorang perawat. Ada yang sedang disuapi sambil berkejaran; ada yang merengek di pangkuan perawat; ada yang bermain pasir; ada juga yang menyanyikan seriosa sambil memeluk tiang listrik.

Aku menyadari pakaianku persis seperti orang-orang di bawah. Kurasa, aku tahu sedang berada di mana.

Kau tidak sedang berada di Rumah Sakit Jiwa, kata seseorang. Kalimat itu tidak disampaikan dengan suara, tapi langsung ada di dalam kepalaku. Itu pasti Gita, perempuan dengan kemampuan telepati. Aku sendiri kaget bagaimana aku bisa tahu.

Bagus, otakmu belum bersih dicuci, kata Gita lagi. Lalu ia mengirim semacam gelombang ingatan. Beberapa detik setelahnya, ratusan kejadian berputar di dalam kepalaku. Rasanya menyakitkan, seakan belasan kubik air dipompa ke dalam kepala, tapi aku jadi benar-benar tahu bagaimana aku bisa di sini.

Aku sedang menjalankan misi rahasia semalam. Aku bertugas untuk mengenyahkan seorang petinggi di pemerintahan, sementara rekanku yang lain meledakkan laboratorium gelap miliknya. Kami hampir gagal, tapi aku berhasil mengalihkan perhatian musuh dan tertangkap. Beruntung aku tidak dieksekusi malam itu juga.

Gita, bisa kau kirimkan senjataku?

Tentu, balas Gita, dan beberapa detik kemudian sebuah lagu dangdut mengalun.

Ya. Namaku Kesatria Dangdut. Aku sekuat Superman, asalkan ada iringan musik dangdut.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Kesatria Dangdut
Listian Nova
Cerpen
DENDAM ARJUNA
Darryllah Itoe
Flash
Nikmati Saja Hidup, Jangan Dilawan
Ari S. Effendy
Flash
Batik Ranger
Molena Banana
Flash
Bronze
Ani-Ani Potong Padi
Silvarani
Cerpen
Percaya Mitos Yang Kurang Lengkap
cahyo laras
Flash
Kuasi-surat XIII : Surat dari Mimpi yang Jelek
Ade Anugrah
Cerpen
Akew yang Menyakiti
E. N. Mahera
Cerpen
Kabur
Fazil Abdullah
Komik
Balada Budak Korporat
Jay Ryady
Flash
Bronze
Hantu galau
penulis kacangan
Flash
Bronze
BANDEL
Onet Adithia Rizlan
Cerpen
Misi Membeli Lipstik
cahyo laras
Flash
Bronze
manis manis manja
Okhie vellino erianto
Cerpen
Sakti Instan
Tulisan Tinta16
Rekomendasi
Flash
Kesatria Dangdut
Listian Nova
Novel
Nekrografi Sastra vol.1
Listian Nova
Flash
Yang Terlewat di Halte Bus
Listian Nova
Flash
Kursi Kosong di Sebelahku
Listian Nova
Flash
Rahasia Karim
Listian Nova
Novel
Aksarastra
Listian Nova
Flash
Larva
Listian Nova
Novel
Bronze
Sabtu Malam Lisa
Listian Nova
Cerpen
Bronze
Ibu Perbu
Listian Nova