Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Nasihat terakhir
2
Suka
31,099
Dibaca

“Aku sudah mengingatkanmu berkali-kali. Rena hanya memanfaatkanmu, seandainya kau tidak pintar, ia tak akan memintamu untuk mengerjakan tugas sekolahnya, ia pasti akan memilih orang lain. Aku sudah memberitahumu untuk mencoba menolaknya, tapi kau datang kembali dengan pengaduan yang sama terus-menerus."

 

Aku terdiam, masih menempelkan handphone di telinga kananku.

 

“Sudahlah. Berhenti berharap dan berangan-angan bahwa kelak ia akan balik menyukaimu. Itu mustahil dan tak akan bisa terjadi. Lihat penampilanmu, kau hanya seorang kutu buku yang pandai berimajinasi, berkacamata, berkulit hitam, kurus dan terlihat sangat culun. Bahkan kau tidak mempunyai satu orang teman pun di sekolah.”

 

Aku menatap kosong ke arah lantai. Pikiranku berkecamuk.

 

“Aku sudah bosan mengingatkanmu soal ini. Aku akan memberikan nasihat terakhir untukmu, aku harap setelah ini kau bisa berubah.”

 

Aku tidak mendengar apa-apa selama lebih dari 30 detik.

 

“Demi dirimu, demi kebaikanmu, dan demi masa depanmu. Mulailah bicara dengan orangtuamu tentang kegelisahanmu, bahwa kau sebenarnya penakut. Jangan ragu, jangan bimbang, karena itu akan menjadi langkah awal untukmu bisa berubah. Aku lebih mengenalmu dan kau juga lebih mengenalku. Percaya padaku, bahwa kau pasti bisa melakukannya, karena kita ini satu.”

 

Rekaman pun berhenti. Aku menghela napas, menaruh ponsel di atas meja. Aku memantapkan hati sebelum beranjak keluar kamar untuk berbicara dengan kedua orangtuaku tentang kegelisahanku selama ini, bahwa sebenarnya aku penakut.

 

Aku takut untuk berinteraksi dengan orang baru.

Aku tidak pandai mengutarakan apa yang ingin aku sampaikan.

Aku lebih memilih lari atau kabur ketika seseorang mencoba untuk mengajakku bicara.

Maka dari itu aku selalu berlatih dengan rekaman yang aku buat sendiri. Meskipun terdengar cukup aneh, tapi setidaknya membuatku tenang.

Rena hanya karanganku, yang nyata hanyalah fakta bahwa aku tidak memiliki satu orang teman pun disekolah. Aku selalu menghindari mereka sampai akhirnya mereka menjadi benci dan selalu menjahiliku.

 

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa
Novel
Bronze
Celengan Rindu
Bisma Lucky Narendra
Novel
Dear Lily
Babrielle
Skrip Film
Sapaan Rindu
Bias Divhanka
Flash
RONI PULANG KAMPUNG
Sahrun Rojikin
Flash
JENDELA KAMAR SEBERANG
Putri Akira
Cerpen
Bronze
Kemenangan Alma, Seorang Ibu Hamil
Nuel Lubis
Skrip Film
Anak Kos
Kinanti Atmarandy
Flash
Bronze
Ketukan di Gerbang Manor. Franz Kafka. Penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
BULAN YANG TERLEPAS
Sri Wintala Achmad
Skrip Film
Rainbow In My Love
ArsheilaW
Skrip Film
Little Man
M. Faizal Armandika
Flash
Jalan Pulang
Khirnis
Novel
REYNA
Si Pena
Novel
PTSD
diana rahmatika
Rekomendasi
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa