Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Nasihat terakhir
2
Suka
29,063
Dibaca

“Aku sudah mengingatkanmu berkali-kali. Rena hanya memanfaatkanmu, seandainya kau tidak pintar, ia tak akan memintamu untuk mengerjakan tugas sekolahnya, ia pasti akan memilih orang lain. Aku sudah memberitahumu untuk mencoba menolaknya, tapi kau datang kembali dengan pengaduan yang sama terus-menerus."

 

Aku terdiam, masih menempelkan handphone di telinga kananku.

 

“Sudahlah. Berhenti berharap dan berangan-angan bahwa kelak ia akan balik menyukaimu. Itu mustahil dan tak akan bisa terjadi. Lihat penampilanmu, kau hanya seorang kutu buku yang pandai berimajinasi, berkacamata, berkulit hitam, kurus dan terlihat sangat culun. Bahkan kau tidak mempunyai satu orang teman pun di sekolah.”

 

Aku menatap kosong ke arah lantai. Pikiranku berkecamuk.

 

“Aku sudah bosan mengingatkanmu soal ini. Aku akan memberikan nasihat terakhir untukmu, aku harap setelah ini kau bisa berubah.”

 

Aku tidak mendengar apa-apa selama lebih dari 30 detik.

 

“Demi dirimu, demi kebaikanmu, dan demi masa depanmu. Mulailah bicara dengan orangtuamu tentang kegelisahanmu, bahwa kau sebenarnya penakut. Jangan ragu, jangan bimbang, karena itu akan menjadi langkah awal untukmu bisa berubah. Aku lebih mengenalmu dan kau juga lebih mengenalku. Percaya padaku, bahwa kau pasti bisa melakukannya, karena kita ini satu.”

 

Rekaman pun berhenti. Aku menghela napas, menaruh ponsel di atas meja. Aku memantapkan hati sebelum beranjak keluar kamar untuk berbicara dengan kedua orangtuaku tentang kegelisahanku selama ini, bahwa sebenarnya aku penakut.

 

Aku takut untuk berinteraksi dengan orang baru.

Aku tidak pandai mengutarakan apa yang ingin aku sampaikan.

Aku lebih memilih lari atau kabur ketika seseorang mencoba untuk mengajakku bicara.

Maka dari itu aku selalu berlatih dengan rekaman yang aku buat sendiri. Meskipun terdengar cukup aneh, tapi setidaknya membuatku tenang.

Rena hanya karanganku, yang nyata hanyalah fakta bahwa aku tidak memiliki satu orang teman pun disekolah. Aku selalu menghindari mereka sampai akhirnya mereka menjadi benci dan selalu menjahiliku.

 

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Kode Cerita Hari Ini
B12
Skrip Film
Break A Leg! (Literally) - Script
Nunahsana
Skrip Film
Purnama Kedua Belas
Puan Purnama
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa
Cerpen
Sampai Bertemu di Garis Finis
Suryawan W.P
Novel
New Face
Joanna Bee
Novel
Kuingin Kau Tahu Aku Mencintaimu
Elisabet Erlias Purba
Novel
Mengapa Aku, Ibu?
Riana Dewi
Novel
Bronze
Baihaqi98 (Perjalanan dan Tujuan)
Anggita Syarah Salsabila
Komik
oceanland
aiiscream
Komik
Bronze
Sandi Nusantara
Mr. Q
Skrip Film
Idola Indonesia
Elisabet Erlias Purba
Skrip Film
Kepingan Hati Milik Anggit (Script)
Yeni Shelpi Aliani
Skrip Film
The Hope Never Dies
Miftah Maulana Khan
Flash
Bronze
Pertemuan Terakhir
silvi budiyanti
Rekomendasi
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa