Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Nasihat terakhir
2
Suka
31,861
Dibaca

“Aku sudah mengingatkanmu berkali-kali. Rena hanya memanfaatkanmu, seandainya kau tidak pintar, ia tak akan memintamu untuk mengerjakan tugas sekolahnya, ia pasti akan memilih orang lain. Aku sudah memberitahumu untuk mencoba menolaknya, tapi kau datang kembali dengan pengaduan yang sama terus-menerus."

 

Aku terdiam, masih menempelkan handphone di telinga kananku.

 

“Sudahlah. Berhenti berharap dan berangan-angan bahwa kelak ia akan balik menyukaimu. Itu mustahil dan tak akan bisa terjadi. Lihat penampilanmu, kau hanya seorang kutu buku yang pandai berimajinasi, berkacamata, berkulit hitam, kurus dan terlihat sangat culun. Bahkan kau tidak mempunyai satu orang teman pun di sekolah.”

 

Aku menatap kosong ke arah lantai. Pikiranku berkecamuk.

 

“Aku sudah bosan mengingatkanmu soal ini. Aku akan memberikan nasihat terakhir untukmu, aku harap setelah ini kau bisa berubah.”

 

Aku tidak mendengar apa-apa selama lebih dari 30 detik.

 

“Demi dirimu, demi kebaikanmu, dan demi masa depanmu. Mulailah bicara dengan orangtuamu tentang kegelisahanmu, bahwa kau sebenarnya penakut. Jangan ragu, jangan bimbang, karena itu akan menjadi langkah awal untukmu bisa berubah. Aku lebih mengenalmu dan kau juga lebih mengenalku. Percaya padaku, bahwa kau pasti bisa melakukannya, karena kita ini satu.”

 

Rekaman pun berhenti. Aku menghela napas, menaruh ponsel di atas meja. Aku memantapkan hati sebelum beranjak keluar kamar untuk berbicara dengan kedua orangtuaku tentang kegelisahanku selama ini, bahwa sebenarnya aku penakut.

 

Aku takut untuk berinteraksi dengan orang baru.

Aku tidak pandai mengutarakan apa yang ingin aku sampaikan.

Aku lebih memilih lari atau kabur ketika seseorang mencoba untuk mengajakku bicara.

Maka dari itu aku selalu berlatih dengan rekaman yang aku buat sendiri. Meskipun terdengar cukup aneh, tapi setidaknya membuatku tenang.

Rena hanya karanganku, yang nyata hanyalah fakta bahwa aku tidak memiliki satu orang teman pun disekolah. Aku selalu menghindari mereka sampai akhirnya mereka menjadi benci dan selalu menjahiliku.

 

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa
Novel
PINJAM DULU SERATUS
Euis Shakilaraya
Flash
Beruntung
IyoniAe
Flash
Bronze
APA SALAH KAMI, MAMA?
Safinatun naja
Novel
Bronze
Cinta Pertama Cinta Terakhir
Imajinasiku
Novel
Bronze
Bukan Lelaki Arimbi
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Bronze
Manusia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Silent Love
Zaky Uzumo
Novel
CINTA TERHALANG KRISMON
Lirin Kartini
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Antagonis Touch
Redfile
Novel
Gold
Rahvayana 2
Bentang Pustaka
Novel
Masha Man
Irvinia Margaretha Nauli
Rekomendasi
Flash
Nasihat terakhir
Gampil Saerupa