Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Setan Curhat
6
Suka
42,637
Dibaca

Di tengah keramaian, aku melihat sosok bertubuh hitam dengan aura merah membara tengah menangis di depanku, meneteskan darah dari kedua celah matanya yang berlubang, hanya ada kegelapan tak berujung di dalamnya. Tampaknya hanya aku sendiri yang bisa melihatnya, sementara orang-orang berlalu lalang tanpa terganggu sedikitpun. Apakah sosok yang ada di depanku ini benar-benar setan?

"Ya, aku setan. Persis seperti yang kau fikirkan." Suaranya mendesis, ia menatap tajam ke arahku. Aku terkejut. Rupanya ia dapat membaca fikiranku. Lalu kenapa ia menangis?

"Aku selalu begini sepanjang waktu. Pasrah melihat kalian mengutuk keberadaanku."

Belum sempat aku bertanya ia sudah menjawab tuntas pertanyaan yang muncul di kepalaku. Jika sudah begini lebih baik kubiarkan saja pertanyaan demi pertanyaan berikutnya mengalir. Toh ia akan segera menjawabnya.

Benarkah setan selalu ada dalam diri manusia sepanjang waktu?

"Sebenarnya aku bisa ada di mana saja, tetapi kalian lebih suka menempatkanku dalam fikiran busuk dan hati kalian yang kotor."

Matanya menyipit, melihatku dengan penuh kebencian, seakan-akan aku makhluk yang jauh lebih busuk darinya.

Mengapa begitu?

"Karena kalian merasa ada di dunia ini sebagai makhluk yang paling sempurna. Kalian tak pernah mau mengakui kesalahan yang jelas-jelas kalian perbuat dengan kaki, tangan, mulut, kemaluan, dan kesadaran kalian sendiri. Lalu, ketika tersudut dan terpuruk kalian tiba-tiba mengutukku sepuasnya. Kalian membutuhkanku untuk dikambing hitamkan."

Kepalanya mengeluarkan dua tanduk runcing dan panjang yang berwarna kuning keemasan. Ia menyeringai padaku. Air liurnya yang serupa lava menetes ke lantai.

Tapi, bukankah setan memang suka menggoda manusia?

"Hahaha. Kalian sangat lucu. Sekarang lihat baik-baik !"

Tiba-tiba jalanan berubah menjadi taman penuh bunga dan orang-orang menjadi kupu-kupu yang beterbangan. Sementara setan berubah menjadi gadis tercantik yang pernah kulihat dengan mahkota berlian di kepalanya.

"Aku mengetahui apa yang kalian inginkan. Aku dapat membaca arah fikiran kalian dengan baik. Lalu, aku hanya tinggal mengikuti alurnya."

Bukan setan yang membuat perangkap untuk manusia?

"Kalian boleh saja beranggapan begitu, tetapi kenyataannya kalian sendirilah yang membuat perangkapnya dan sengaja jatuh ke dalamnya."

Aku tertegun sejenak dan meneguk ludah, membenarkan apa yang ia katakan. Setan tertawa terbahak-bahak.

Jadi, yang akan kulakukan di tempat ini bukan karena hasutan setan?

"Bodoh sekali. Tak ada makhluk yang lebih menyedihkan dari kalian. Lihat, remote kontrolnya ada di tanganmu sendiri. Kenapa masih mencoba menyalahkan aku?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Komik
Kenangan
Billy Yapananda Samudra
Komik
Adik-ku Sayang
nurdianti khairunisa fitri
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Cerpen
Bronze
Perempuan Pemuja Hujan
Rosidawati
Skrip Film
Lelah yang Lillah
Aizawa
Flash
Black Horizon
Nurina Wahyu Setyani
Novel
Bronze
DARI IRON MAN HINGGA KAKAK TERBAIK
Habibah Umniyyah sahla
Novel
Bronze
Baihaqi98 (Perjalanan dan Tujuan)
Anggita Syarah Salsabila
Novel
HARA
FatmaCahaya
Novel
ATAP
Muhammad Agra Pratama Putra
Skrip Film
PACARAN!
M Fadly Hasibuan
Flash
Surat Kabar
Yuanita Faridatun Ni'mah
Novel
Bronze
Overcast Wedding
Ayu Andini Sekarmelati
Novel
Cerita yang Hilang
Johanes Gurning
Novel
Bronze
Perempuan yang Memilih Bertahan
Dara Kirana
Rekomendasi
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
Harmonika Tua
Sugiadi Azhar
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Flash
Sampah di Atas Aspal
Sugiadi Azhar
Skrip Film
PEBINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar
Flash
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Sisa Hujan
Sugiadi Azhar
Flash
Koran Pagi
Sugiadi Azhar
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
SLURRPPP
Sugiadi Azhar
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Novel
Kutang Untuk Prita
Sugiadi Azhar