Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Sebuah Ritual Pemanggilan
4
Suka
9,991
Dibaca

Manusia itu memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Meskipun dibilang begitu, sebenarnya manusia itu terkadang hanya bodoh atau tidak tahu yang mereka lakukan saja. Semua hal yang dilakukan pasti memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban, bukan? 

Meskipun semua orang tahu bahwa ada konsekuensi untuk setiap perbuatan, tetapi entah kenapa tidak semua orang memiliki otak untuk memikirkan hal tersebut sebelum bertindak dan berbuat sesuatu. Tindakan sembrono tanpa pikir panjang seperti itulah yang menandai kisah kebodohan tiga manusia yang bernama Tora, Azri, dan Rengga yang terlibat kejadian yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

“Semuanya persiapan sudah selesai, kan?” tanya Tora kepada dua temannya.

“Tenang. Urusan persiapan, perlengkapan, keuangan, birokrasi, jodoh, nasib, dan feng shui, semuanya serahkan saja padaku,” sahut Azri dengan lagaknya yang agak congak.

“Waah! Hebat-hebat. Tidak salah kujadikan jadi wakil ketua Trio TARTAR,” sahut Tora dengan nada arogan sembari menepuk pundak Azri.

“Memang siapa ketuanya?” tanya Azri.

“Akulah. Siapa lagi memangnya?” sahut Tora.

“Ah … terserah kau saja,” Azri mengalah kemudian menoleh kepada Rengga yang sejak tadi terdiam dan memasang muka lesu. “Kenapa kamu, Ga?” tanyanya.

“Bukankah kita tidak seharusnya melakukan hal ini, ya?” tanya Rengga yang terdengar seperti gumaman.

“Tenang, tidak akan terjadi apa-apa, kok. Ini hanya ritual kecil saja. Tidak akan mengganggu keseimbangan alam semesta dan flora-fauna juga,” ujar Tora seolah tahu apa yang dibicarakannya. “Yang penting, kita semua bersatu bergandengan tangan untuk mencapai satu tujuan!” tandas Tora sembari mengacungkan tangannya ke atas.

“Meskipun gaya bicaramu tidak mencerminkan manusia berakal, tetapi kali ini aku setuju,” sahut Azri. “Ayo langsung saja kita mulai ritualnya,” ajak Azri sembari mengulurkan tangan kepada dua temannya.

“Semoga saja tidak terjadi apa-apa, ya,” gumam Rengga sembari menjabat tangan Azri dan Tora melingkar membentuk segitiga.

Mereka bertiga sedang melakukan ritual pemanggilan. Biasanya, ritual pemanggilan memerlukan media seperti boneka, papan ouija, atau cermin. Namun, mereka bertiga baru saja menemukan cara pemanggilan arwah yang lebih efektif menggunakan media yang didapatkan dari situs web yang membahas dunia mistis. Tora, Azri, dan Rengga mulai menggumamkan mantra-mantra tidak jelas sembari memejamkan mata, seketika itu pula suasana sekitar menjadi lebih mencekam dengan suara-suara benda di sekitar yang mulai berjatuhan dan suara angin berembus yang menambah kesan horor. 

Konon, dunia manusia dan dunia gaib terpisah oleh suatu sekat tak kasat mata yang bisa ditembus dengan adanya medium dalam ritual pemanggilan tertentu. Oleh karenanya, makhluk gaib tertentu terkadang bisa dipanggil dari alamnya ke alam manusia dalam bentuk fisik setelah dilakukan ritual pemanggilan. Namun dalam kasus ini, alih-alih makhluk gaib yang muncul dari alam gaib, tetapi malah manusia yang terpanggil menuju alam gaib.

Tora, Azri, dan Rengga terperanjat setelah membuka mata dan mendapati mereka berada di tengah tempat asing dengan hawa dingin yang menusuk serta bau yang tidak mengenakkan. Mereka masih bingung dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba, mereka didatangi sesosok perempuan dengan baju putih dengan tanduk di wajahnya dan memiliki mata merah menyala yang langsung mencengkeram ketiganya sebelum sempat bereaksi.

“Jadi, atas alasan apa kalian datang kemari?” tanyaku sembari menggenggam tiga manusia dalam cengkeramanku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Sebuah Ritual Pemanggilan
Matrioska
Cerpen
Bronze
Kota Mati/ Langit tanpa suara
Novita Ledo
Novel
Bronze
Sumur Ditengah Hutan
Faizal Ablansah Anandita, dr
Cerpen
Bronze
Teror Rumah Nenek
Yona Elia Pratiwi
Novel
Last Kiss from a Vampire
Roy Rolland
Skrip Film
ADARUSA
Nicko Falih Al Furqon
Novel
Gold
We Have Always Lived in the Castle
Mizan Publishing
Novel
Di Antara Rumah yang Kosong
Imajiner
Cerpen
Bronze
Bisikan Gaib Dari Ruang Bawah Tanah
umiyati123
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Anakku Pangeran Ular
Salim
Novel
Bronze
Penjara Sukma
Ravistara
Cerpen
Bronze
Jejak Sekuntum Mawar
Dwi Fitriani
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Novel
Gold
Fantasteen: Ivore dan Akoya
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Sebuah Ritual Pemanggilan
Matrioska
Skrip Film
Pirau
Matrioska
Flash
Titisan Dewi Sri
Matrioska
Flash
Suspicious Boyfriend
Matrioska
Flash
Anjangsana
Matrioska
Flash
Isyarat Alam
Matrioska
Flash
The Descendant of Murderer
Matrioska
Flash
Nir-Fana
Matrioska