Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
The Puppet Master
0
Suka
19,002
Dibaca

"Crot! Crot! Crot!"

"Aaarrgh!!!"

Jauh di kedalaman jurang kegelapan, beberapa sosok iblis saling bertarung dan membunuh satu sama lain di atas tumpukan ratusan mayat iblis lainnya yang berceceran bersimbah darah kotor mereka.

"Crot!"

Sesosok iblis hitam bersayap berhasil memotong lengan kiri iblis hitam berekor kalajengking dengan pedangnya.

"Crot! Crot! Crot!"

Sedetik kemudian, iblis itu berhasil memotong lengan kanan, kedua kaki dan memenggal kepala sang iblis kalajengking, membuatnya memuncratkan darah hitamnya kedalam kegelapan di sekitarnya.

"Ha ... ha ... ha ...."

"Crot!"

Belum sempat beristirahat kepala iblis bersayap itu sudah berhasil terpenggal oleh iblis lainnya. Kepala dengan wajah kelelahan itu menggelinding dengan cepat di antara tumpukan-tumpukan mayat dan kepala iblis lainnya yang bernasib sama dengannya.

Pertarungan dalam jurang kegelapan itu semakin seru saja saat mulai mendekati akhirnya. Suara dan kilatan dentingan pedang dan senjata-senjata mereka, jeritan kesakitan dan kematian, serta teriakan keputusasaan menggema di seluruh kegelapan.

Sementara itu, jauh di atas panggung battle royal para iblis neraka, tepat di tepi jurang kegelapan, seorang pemuda berambut hitam dengan sebuah perban yang menutupi sepasang matanya terlihat sedang duduk santai menikmati pertunjukan kematian di bawah jari-jemarinya dengan sepasang telinga dan seluruh inderanya, terkecuali pengelihatannya yang sudah tak dimilikinya.

Dengan latar belakang merah api neraka yang menyala-nyala dengan sangat terangnya, sang pemuda terus memainkan ke sepuluh jari-jemarinya dengan sangat lincah bak seorang dirigen yang sedang memimpin sebuah orkestra. Hingga pada akhirnya hanya tersisa sesosok iblis yang tersisa. Dengan ekor ular dan cakar-cakar berbisanya, iblis itu mampu menghabisi dan membantai ratusan iblis lainnya. Namun, tanpa pernah terpikirkan dan terbayangkan olehnya sebelumnya, ular yang sudah menjadi satu dengan tubuhnya itu dengan cepat melahap dan menelan tuannya hidup-hidup kedalam perutnya, lalu memotong bagian yang menjadi penghubung antara mereka berdua, sehingga ular tersebut akhirnya terbebas dari tubuh majikannya.

Dengan perut buncit dan ekor buntung yang berdarah-darah, ular itu merayap keluar dari dalam jurang kegelapan menuju sang dalang di atasnya, melingkari tubuh sang dalang dan tidur di atas pangkuannya.

Sesaat kemudian, sang dalang mengepalkan tangan kanannya dengan sangat kuat hingga membuat tubuh sang ular meledak seketika dan menciptakan sebuah hujan darah yang membasahi tubuh dan pakaian sang dalang yang selesai memainkan pertunjukannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Horor
Flash
The Puppet Master
Rama Sudeta A
Flash
Pelukan Tanah Basah
Jasma Ryadi
Flash
Payu Nak Milu Mati
Oktabri
Cerpen
Bronze
Cerita Ratna, Seorang Pengarang, dan Sebuah Novel
Habel Rajavani
Flash
Bronze
Suamiku yang Kedua
Willia Mangun Putr
Novel
PULANG
Raihan Langit
Flash
Adik ku
Alyssa zalika. A
Flash
Jejadian
Carolina Ratri
Flash
PEREMPUAN YANG BERSAMAKU
Embart nugroho
Flash
Rumah Kunci
Putri Rafi
Novel
BELENGGU POCONG
Kelam Malam films
Cerpen
Tanda Gelap Di Perbukitan
Hilmi Azali
Cerpen
Bronze
Persimpangan Mimpi
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
CCTV & Videocall
Rere Valencia
Flash
Hantu Kesepian
Noer Eka
Rekomendasi
Flash
The Puppet Master
Rama Sudeta A
Flash
The Ex
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Tetangga Berisik
Rama Sudeta A
Cerpen
INFERNO
Rama Sudeta A
Flash
Titan
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Heaven
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Nokturnal
Rama Sudeta A
Cerpen
April
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Freeze
Rama Sudeta A
Cerpen
BOOM
Rama Sudeta A
Cerpen
Later
Rama Sudeta A
Flash
Flies
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Bubble Gum
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Sunday
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
The Writer
Rama Sudeta A