Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Hai, Apa kabarmu?
1
Suka
26,217
Dibaca

Hai, apa kabar?

Andai saja pertanyaan seperti itu dapat balasan mungkin aku tidak akan segan menanyakan kabar padamu. Tapi, kalau kamu maunya harus ada alasan mungkin aku tidak ada. Aku hanya mau tau kabarmu saat ini. Sudah, cukup itu.

Pertanyaanku saat itu bukan untuk mengulang agi percakapan asik beberapa tahun lalu. Pertanyaanku bukan untuk menarik kamu lagi, bukan itu. Kalau kamu bilang itu hanya alasan sebab pertanyaan kabar akan selalu ada pertanyaan selanjutnya, kamu salah.

Tapi ternyata kamu masih sama, ya. Setiap tanya harus ada alasannya. Bahkan, dulu waktu aku ajak kamu makan ala korea harus ada alasannya padahal aku suka itu. Sejelas itu kalau jalan sama kamu. Hal itu jadi buat aku yang tidak harus semua punya alasan jadi ngerasa gak cocok sama kamu. Kamu maunya ini, sedangkan aku maunya itu.

Kalau saja semesta masih mengizinkan kita bersama sampai saat ini, apakah mungkin aku bisa bertahan dengan sikap kamu. Atau, aku yang bisa menyeimbangkan sikap kamu? Aduh, maaf kali ini aku yang ngomongnya kepanjangan.

Tapi, aku jelaskan bahwa hanya ingin tau kabarmu saat ini? Kita tidak pernah tau kalau hari ini yang kebetulan tepat enam bulan kita berpisah bisa ketemu di tempat ini. Tempat dimana jadi saksi waktu aku bilang, lebih baik kita jalan masing-masing dulu, ya. Dan, kamu iya kan setelah minta alasan yang tidak perlu aku jelaskan lagi karena aku tau kamu pasti paham.

Baik.

Itu saja cukup, karena aku lihat kamu lagi menunggu seseorang. Jadi aku tidak akan menahanmu pergi. Walaupun aku sedikit penasaran siapa dia sebab kamu bukanlah tipe orang yang suka menunggu lama. Dari tadi aku lihat kamu bosan, sudah ada dua puntung rokok yang berhasil kamu injak dan kini kamu ingin menghidupkannya lagi. Kenapa tidak bilang saja kalau kamu ingin segera pergi? Tapi, ini sudah diluar kendaliku, makanya aku diam.

Kalau aku bilang akan pergi, apakah akan semakin membuatmu bosan? Seharusnya tidak karena mungkin kehadiran yang tidak sengaja kali ini sudah merusak mood kamu. Aku tidak ingin itu terjadi walau sungguh bertemu denggan kamu sudah meruntuhkan sedikit rasa rindu.

Tawamu, ceritamu, senyummu, dan pundakmu yang dulu senantiasa menjadi sandaraku ketika hal berat terjadi dalam hidup kini telah berbeda. Kamu sudah berhasil menjadi ruang buat perempuan yang tidak tau arti sebuah pulang selain ke kamu. Tapi, aku cukup berterimakasih kepada waktu yang mempertemukan kita waktu itu. Aku belajar begitu banyak atas hal yang terlewatkan dan tentang menghargai waktu.

Sedikit aku perhatikan penampilan kamu kali ini lebih baik, ya. Rambutmu lebih rapi, sudah sering di potong juga, kamu semakin tampan sekarang. Pasti dia lebih perhatian dari pada aku. Senang rasanya, tapi kaca matamu agak terlihat kusam. Belum diganti? Bukannya enam bulan lalu kamu harus menggantinya? Apakah belum kamu lakukan.

Maaf, aku terlalu jauh. Langkah yang seharusnya sudah membawaku hilang dari hadapanmu malah runtuh seketika. Kakiku seakan tertahan disini, ia belum enggak melangkah karena mungkin tau ia menemukan rumahnya kembali walaupun tidak bisa menjadi tempat pulang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Sebuah Usaha Meluk Mantan
Ifa Alif
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Flash
Bronze
Kata orang, jangan berhenti di satu titik.
Lisnawati
Novel
Bronze
Bunga Tidur
Ayzahran
Cerpen
Matched
Dear An
Novel
Deal, ya!
Salwaa Roudlootul
Flash
Jadi Pacar Kakakku
Sulistiyo Suparno
Novel
Study Dates
ArinaAsh
Flash
Alinya Rahmah
me_filyas
Cerpen
Bronze
StepMother
lidia afrianti
Novel
Bronze
Ujung Jalan Setapak
Fitri Manalu
Novel
Sebatas Luka
Juju Jumaroh
Cerpen
Semestaku yang Porak-poranda Karenamu
Galang Gelar Taqwa
Novel
Gold
Raelia
Mizan Publishing
Novel
FRIENDS WITH BENEFITS
Agsha Intan Aulia
Rekomendasi
Flash
Bronze
Kata orang, jangan berhenti di satu titik.
Lisnawati
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Flash
Di Kafe Kala Ini
Lisnawati
Flash
Ketupat Sayur Sudah Basi
Lisnawati
Flash
Seharusnya, selesai.
Lisnawati
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Flash
Aku Bungkam
Lisnawati
Flash
ZONA NYAMAN BUKAN ZONA AMAN
Lisnawati
Cerpen
Bronze
Pulang
Lisnawati
Flash
Setahun berlalu
Lisnawati
Flash
Bronze
Aku Menulis Lagi
Lisnawati
Novel
Aku sepi setelahmu
Lisnawati
Flash
Bronze
Menunggu Moment
Lisnawati
Flash
Bronze
Tentangmu
Lisnawati
Flash
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
Lisnawati