Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Rumah Besar Di Surga
4
Suka
15,350
Dibaca

“Fajar… Saya akan jelaskan sesuatu padamu, tapi sebelumnya saya ingin tanya kamu. Sekarang, coba taruh dulu buku bacaanmu.” Kiyai Misbah mengelus janggut putihnya yang panjang.”

“Apa yang mau Anda tanyakan, Kiyai?” 

“Saya ingin tanyakan ke kamu, apakah menurutmu Allah benar-benar akan membangun perumahan di Surga bagi orang-orang yang beriman? Sudahkah pernah saya sampaikan padamu tentang bangunan di Surga?”

“Saya percaya itu. Anda pernah menyampaikannya pada saya, Kiyai, bahwa kita akan terus membangun tempat yang lebih baik dan lebih baik lagi di Surga.”

“Itu adalah benar, Fajar… Kita bisa terus membangun! Ada proyek bersama di Surga dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Apakah kamu tahu bagaimana caranya? Bagaimana dengan materialnya? Apakah ada batu bata dan kayu, semen dan pasir di Surga?”

“Tidak tahu, Kiyai…”

"Dikatakan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam sehari, itu artinya apa yang diangkat ke langit adalah apa yang diproyeksikan di bumi. Allah mengangkat Dzikir manusia dan Dzakira atau ingatan manusia dari bumi, Fajar… Dan manusia yang terus berdo’a dan bekerja keras dalam hidup mereka akan terekam dalam ingatan Allah, kehidupan mereka juga akan tercatat dan terdaftar dengan baik di bumi. Dan Allah hanya akan mengangkat do’a dan ingatan mana saja yang Ia kehendaki ke langit. Dari manusia terdahulu hingga terakhir di masa depan. Semua sudah ada di Surga Ke Tujuh.”

“Saya mengerti, Kiyai.”

“Maka, sekarang kamu juga akan mengerti jika saya katakan bahwa umat Islam adalah Konstruktor terbaik! Karena mereka berdo’a dan mengharapkan hal-hal yang baik di dunia dan akhirat. Kertas-kertas kerja mereka semuanya baik. Maka mereka akan menjadi pengangkat Dzakira yang baik, karena Dzikir mereka paling afdal! Dan umat Kristen di bawah arahan Nabi Isa membuat karya dan perahlian yang baik di bumi! Sehingga, kedua umat ini akan menjadi rekan bisnis yang kuat di langit."

“Wow!” Fajar bergetar. “Ini adalah berita bagus!”

"Sekarang pikirkan saja, apakah manusia berkarya menurut keinginan mereka sendiri, Fajar? Ataukah berkarya menurut Creator atau Sang Khalik mereka?”

"Allah menurunkan tangan-Nya untuk memberikan yang terbaik bagi manusia. Manusia-manusia yang bekerja keras dan membantu sesama adalah tangan Allah yang dimaksud, Kiyai! Banyak karya-karya manusia yang tidak sejalan dengan keinginan Allah. Akan tetapi, Allah membesarkan karya-karya manusia yang sesuai dengan ciptaan-Nya, Allah mengangkat karya manusia hingga dikenal luas karena sesuai dengan keinginan-Nya.”

"Saya adalah seorang manusia, Fajar… Allah memerintahkan saya untuk menjadi Kiyai demi membantu sesama saya! Mereka semua harus membangun sesuai dengan kehendak Allah, kan?"

“Iya, benar, Kiyai.”

"Sekarang, jawab saya… Dapatkah saya memindahkan gunung bersama sesama saudara beriman yang kuat?" tanya Kiyai Misbah tenang. “Kita juga ingin melihat gunung di Surga, bukan?”

Fajar terkejut, ia bergeming. 

“Dengan terus melafalkan dzikir dan sebuah kalimat dari Allah, kun fa yakun, segalanya pasti bisa, Kiyai.”

“Itu jawaban yang benar, Fajar. Dengan kekuatan do’a dan kerasnya usaha, kita akan mendapatkan tempat yang lebih baik di Surga, dan lebih baik lagi. Kita akan terus berdo’a dan bekerja keras di Surga, diberi pahala atau gaji yang baik oleh Allah, sehingga kehidupan kita akan terus meningkat sejalan dan bahkan lebih tinggi dari pembangunan teknologi manusia di bumi.”

“Saya paham, Kiyai.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Rumah Besar Di Surga
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Senandung Bukit Cinta
Dudun Parwanto
Novel
Bronze
Jadi Cewek, Jangan Bodoh, ya!
Aroem Aziez
Novel
Bronze
HARGA SEORANG PEREMPUAN
Siti Nuzulia Regar
Novel
Bronze
Manusia Yang Telah Ditakdirkan
Relung Fajar Sukmawati
Flash
Bronze
Mimpiku
Nuzulul Rahma
Novel
Bronze
Di Tepian Pasifik
Akhmad Zamroni
Flash
Bronze
Adzan Terakhir
Bksai
Flash
Selembar Tikar di Masjid Tua
Penulis N
Novel
Bronze
Pundak Si Sulung
M Helmi Akhdan
Novel
Bronze
Istana Kedua
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Langit Tanpa Atap
G Wira Negara
Cerpen
Bronze
Lucifer
Ahmad Muhaimin
Novel
Pulang Itu Kamu
Bias Divhanka
Rekomendasi
Flash
Rumah Besar Di Surga
Vitri Dwi Mantik
Novel
INSIDER TRADING
Vitri Dwi Mantik
Novel
Halaman Paling Belakang
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Trauma Generasi
Vitri Dwi Mantik
Novel
RAJAWALI ORDER
Vitri Dwi Mantik
Flash
LUPA
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Biarkan Aku Pulang
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Misteri Gunung Halilintar
Vitri Dwi Mantik
Flash
Lara
Vitri Dwi Mantik
Novel
Paleis Bobrok
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Lilin Untuk Minora
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
RANJANG OPA & KERANJANG OMA
Vitri Dwi Mantik
Novel
Wangsit Siliwangi
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Riwayat Al-Arada
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Paleis Bobrok
Vitri Dwi Mantik