Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Manusia Kera
2
Suka
16,992
Dibaca

"Apa-apaan ini, Mas?!” teriak Martini memecah keheningan malam.

Wanita itu tidak pernah menyangka suaminya akan terperosok dalam jurang kesesatan. Menurutnya, Romli adalah laki-laki realistis yang tidak akan percaya dengan hal-hal berbau mistis. Namun, semua anggapan itu runtuh ketika tanpa sengaja mendapati sang suami sedang melakukan ritual pemujaan. Aroma kemenyan bercampur dengan wangi bunga kenanga dan darah ayam hitam menyapa indera penciuman Martini, membuat wanita itu ingin memuntahkan makan malamnya.

“Aku bisa menjelaskan semuanya,” kata Romli kaget ketika melihat kehadiran istri cantiknya di ruang pemujaan.

“Tidak, aku tidak ingin mendengar apa pun!”

Martini membuang semua sesaji, melemparkan darah ayam hitam ke sembarang arah membuat lantai ruangan yang semula berwarna kuning menjadi merah.

“Hentikan, Sayang.” Romli mencoba menenangkan sang istri, “Jangan seperti ini, Sayang. Mereka bisa marah.”

“Mereka? Mereka siapa?” Martini mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, tapi tidak ada siapa pun selain mereka berdua.

“Persetan dengan semuai ini! Kamu berubah, Mas. Aku membencimu!” Tubuh Martini bergetar menahan tangis, hatinya hancur. Wanita itu kecewa dengan perbuatan sang suami.

“Aku tidak pernah berubah. Inilah diriku yang sebenarnya.” Romli mendekati istrinya, menghapus jarak di antara mereka.

Martini terbelalak menyaksikan perubahan Romli, bulu-bulu halus mulai menutupi tubuh lelaki itu, kukunya memanjang dan berwarna hitam, giginya menjadi runcing dan sebuah ekor menyembul keluar dari dalam celananya. Wujud sang suami kini menyerupai manusia kera.

Martini dengan cepat menepis tangan Romli yang hendak menyentuh bahunya. Dia berlari ketakutan meninggalkan ruangan. Namun, belum sempat Martini mencapai pintu keluar, tiba-tiba ratusan kera bermata merah seperti bara api datang dari segala arah. Mereka mengerubungi Martini, mencabik daging dan mengeluarkan isi perut wanita malang itu.

Tamat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Manusia Kera
Areta Swara
Cerpen
Bronze
Jangan Bawa Aku!
Novi Wu
Cerpen
Bronze
Panggilan 13
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kejadian Mistis Pada Pohon Dekat Masjid
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Hampir Disetubuhi Dalam Mimpi
Nila Kresna
Komik
Bronze
Sang Pembebas Arwah
Tethy Ezokanzo
Novel
Surat Misterius
Hidayatun Qudsiyah
Novel
Bronze
Penjara Sukma
Ravistara
Flash
The Puppet Master
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Azab untuk Satpam yang Mengikutiku
Nuel Lubis
Novel
Kisah Horor
Maghfira Izani
Cerpen
Bronze
Pareidolia
Godok
Novel
Bronze
Mistis Rimak
Keefe R.D
Cerpen
Bronze
Harmoni Kegelapan
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
1000 SUARA
Alvin Suhadi
Rekomendasi
Flash
Manusia Kera
Areta Swara
Cerpen
Takdir Cinta
Areta Swara
Flash
Sepenggal Doa di Ujung Malam
Areta Swara
Flash
Sepenggal Rasa Yang Tertinggal
Areta Swara
Cerpen
SENJA SEMERAH DARAH
Areta Swara
Flash
BAPAK
Areta Swara
Flash
PULANG
Areta Swara