Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Barata dan Bahubali
4
Suka
12,930
Dibaca

“Kiyai… Ceritakan pada saya metafora yang tak mungkin saya dengar dari orang lain,” pinta Fajar pada Kiyai Misbah. 

“Kamu tahu, bahwa metafora pertama yang dikedepankan dalam Al Kahfi adalah tentang dua petani yang berselisih. Kisahnya ini bisa diperbandingkan dengan persaudaraan Barata dan Bahubali,” Kiyai Misbah mulai bercerita. “Bahubali ini ibarat petani sederhana yang menggunakan air seperlunya hingga hasil panennya berkecukupan. Sementara Barata ibarat petani rakus yang menggunakan teknologi irigasi yang menyebabkan hasil panen yang berkelimpahan. Kebun mereka dibatasi dengan pohon palma atau sejenis kelapa yang tidak memerlukan banyak air untuk pertumbuhannya. Kedua petani ini sama-sama puas dengan apa yang dihasilkannya. Namun pada saat memperbincangkan potensi masing-masing, Barata seperti berjalan melampaui garis batas pohon palma dan aliran air yang mengalir di antara ke dua kebun itu. Ia mengatakan bahwa ia menghasilkan lebih banyak panen dan anak buahnya lebih kuat. Kemudian ia mengingkari keterlibatan Tuhan di dalamnya dan juga Hari Penghakiman. Ia menganggap kebunnya tidak akan hancur, bahkan mengklaim jika ia dihidupkan kembali setelah mati, maka ia akan diberi sesuatu yang lebih besar dari pada yang telah dihasilkannya. Barata menjadi Cakrawartin atau kaisar universal dari awasarpini, menyajikan setengah siklus waktu sesuai kosmologi Jain. Cakrawartin adalah istilah yang digunakan dalam agama Dharma terutama Hindu dan Buddha untuk merujuk kepada sosok seorang penguasa jagat yang ideal, seorang maharaja yang bijaksana dan welas asih kepada seluruh makhluk di dunia. Namun, Bahubali mengatakan bahwa saudaranya itu telah ingkar kepada Allah yang menciptakannya dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikannya seorang laki-laki yang sempurna. Petani ini meyakini adanya Allah dan tidak akan menyekutukannya. Ia juga berkata, mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan “Mashaa Allah, la quwwata illa billah”. Bahwa sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu. Maka mudah-mudahan, Tuhanku akan memberikan kepadaku kebun yang lebih baik dari kebunmu ini; dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga kebunmu menjadi tanah yang licin atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, engkau pun tidak akan dapat menemukannya lagi. Bahubali telah melakukan meditasi dengan tanpa bergerak selama 12 tahun dalam postur berdiri atau kayotsarga dan selama masa itu mendaki tanaman yang tumbuh melalui kakinya. Setelah tahun-tahun meditasi, Bahubali dikatakan telah mencapai kemahatahuan atau Kewala Gyana. Akhirnya, harta kekayaan Barata dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya tanda menyesal terhadap apa yang telah dia belanjakan, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya. Dia pun berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.” Barata dikatakan mengakui kehebatan Bahubali yang memiliki rasa kasih dan pengampunan terhadap dirinya dan tidak jadi membunuhnya. Menurut kitab-kitab Jain, Bahubali terbebas dari siklus kelahiran dan kematian atau moksha di Gunung Kailash dan dihormati sebagai roh yang telah dibebaskan atau Siddha oleh penganut Jainisme. Jadi, siapa yang lebih baik daripada kedua adik kakak ini?”

“Bahubali!”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Barata dan Bahubali
Vitri Dwi Mantik
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Novel
Melamarmu
Rindiani Apriliyanti
Novel
Two Different World
Zaafatm
Flash
Bronze
Hujan Rintik-Rintik
Anisah Ani06
Skrip Film
Philophobia
ani__sie
Flash
Bronze
The Groom
Farida Zulkaidah Pane
Novel
Kitab tajwid
roma dhon
Cerpen
Bronze
Natal Gracia yang Berbeda
Nuel Lubis
Novel
Bronze
BORASPATI
Marfenas Marolop Sihombing
Cerpen
Bronze
Bala Riba
Maldalias
Flash
Bronze
Iblis Pun Berdoa Masa Kamu Nggak
Mukti Dwi Wahyu Rianto
Flash
Bronze
Perpisahan
Nisa Amalia
Novel
Gold
Hijrah Itu Cinta
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Gadis Penanam Bunga
Sulistiyo Suparno
Rekomendasi
Flash
Barata dan Bahubali
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Dat Rosa Mel Apibus
Vitri Dwi Mantik
Flash
LUPA
Vitri Dwi Mantik
Novel
BAJAK DARAT
Vitri Dwi Mantik
Flash
Prince of Peace
Vitri Dwi Mantik
Flash
Air Hujan Surga
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Moirai, Tiga Takdir
Vitri Dwi Mantik
Flash
Rumah Besar Di Surga
Vitri Dwi Mantik
Flash
Katja
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Lost Stars
Vitri Dwi Mantik
Flash
309
Vitri Dwi Mantik
Flash
Al Alaq
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Aku Dan Ariadne
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Keris Bima Sakti: The Return Of Jena Teke
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Misteri Gunung Halilintar
Vitri Dwi Mantik