Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
PETUALANGAN MIMPI: MAIL?
5
Suka
12,784
Dibaca

Tanggal tujuh, seperti biasanya. Pak Lurah akan berkeliling untuk mengumumkan kegiatan hening siang. Sebelumnya, rumah kami wajib diplafon agar sedikit cahaya dari luar yang dapat masuk rumah, termasuk kamar. Pada pukul dua sampai empat siang, kami harus menutup rapat rumah kami tanpa celah, walaupun tak mungkin tidak kebobolan.

Mereka akan datang, dan kampung akan sepi. Mereka bukan warga negara kami, juga bukan warga luar negara. Mereka kemari untuk mencari makanan. Biasanya hanya buah yang diambil, serta sedikit mengacak-acak rumah kami. Warga harus sembunyi dalam tempat paling aman. Di rumah sederhana kami, yang paling aman adalah kamarku, terletak di sebelah ruang tengah dan tidak ada jendela.

Sudah hampir jam dua. Aku menyeret adikku yang besar ke kamar dan menutup mulutnya dengan lakban, agar tidak banyak bicara. Ibuku otomatis masuk berkumpul dengan kami.

Tidak, adikku yang kecil masih tertinggal di kamar ibu. "Bod*h! Sudah umur 5 tahun, susah dibilangi," umpatku. Aku segera berlari dan menyambar bocah nakal itu. Kututup jendela di kamarnya keras. Padahal tadi sudah kututup.

Aku panik. Adikku dan lainnya kukunci di dalam kamarku. Sementara aku menyeret lemari, kursi, meja untuk menyangga pintu samping dan utama.

Selesai, aku berlari ke kamarku. Suara berisik terdengar samar, hingga ...,

brak!

Suara benda berjatuhan. Sudah pasti kebobolan. Kubungkam mulut adik dan ibuku. Ibu batuk-batuk terus. Samar-samar seperti suara bocah terdengar dari kamar kosong di samping. Aku sengaja menaruh rambutan di sana, agar mereka tidak mengacak ruang lainnya seperti bulan lalu.

"Mmm ...." Adik kecilku terus meronta. Ibu menampik tanganku dan keluar kamar. Mataku terbelalak. Ibu ingin minum. Kamar sedikit terbuka. Aku tidak bisa melihat ke arah pintu dan kubiarkan ibu. Aku hanya berharap dia selamat.

Bunyi 'krompyang' terdengar dari arah dapur. Ibu!

Adikku berhasil melepaskan bungkamanku. Setidaknya aku melirik ada bayangan hitam pendek. "Mail?" ucap adik kecilku.

"Korang takut ka?" Suara dari pintu membuatku merinding tapi penasaran. "Saya dengan kawan-kawan. Tak payah takut."

Kutoleh ke arah itu? Apa yang kulihat? Mail! Mail dua singgit! T-tapi sebelumnya alien aneh itu yang datang. Wajahnya seram dan tidak bisa berbicara.

"Kami datang nak lawan makhluk asing yang ganggu korang." Astaga ini episode berapa? Aku tidak pernah lihat di televisi. "Tak da makhluk asing masuk rumah korang."

"Heh, selesaikan kerjamu!"

Suara perempuan memekakkan telingaku. Ibu? Segera aku bangun dari tidurku. Tidak ada Mail di depan kamarku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Horor
Flash
PETUALANGAN MIMPI: MAIL?
Tirani K. C.
Flash
Peternakan Nenek
aleu
Cerpen
Bronze
Tiga Hari Berpetualang di Alam Lain
Siti Nashuha
Novel
Bronze
Tumbal Lorong Sewu
Dewie Sudarsh
Flash
Bronze
Bayangan di Atas Kamar
Hendra
Novel
Bronze
DAYU 1983
Nuraini Mastura
Cerpen
Tanda Gelap Di Perbukitan
Hilmi Azali
Novel
Kisah Penyap dari Rimbun Bambu di Belakang Taubah
Ariyanto
Cerpen
Bronze
Sesosok Hantu karya Guy de Maupassant penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Pertemuan Arwah
Dewie Sudarsh
Novel
Nini Curug
Kala Senja
Komik
VICTIM
irhamna ramadhan
Cerpen
Bronze
Ketika Malam
Refy
Novel
Bronze
Dikutuk
Bulan Separuh
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Rekomendasi
Flash
PETUALANGAN MIMPI: MAIL?
Tirani K. C.
Novel
Bronze
Kill the Kunti
Tirani K. C.
Flash
Petualangan Mimpi: Pingsan
Tirani K. C.
Flash
AWAS ADA ORANG
Tirani K. C.
Flash
INI COSPLAY?
Tirani K. C.
Flash
CERITA AMPAS
Tirani K. C.