Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
SEMBUH
4
Suka
29,375
Dibaca

Hari ini aku melihat kau bersanding dengan perempuan itu. Kalian dibaluti pakaian serba putih. Selepas mengikat janji di depan altar, orang-orang bertepuk ria, mengucap syukur dan selamat atas ikatan kalian. Satu per satu menyalami dengan penuh kebahagian.

Aku masih duduk disini, melihatmu dari kejauhan, menunggu semuanya selesai dan menemuimu untuk salam perpisahan. Namun matamu menangkap mataku yang sedari tadi memerhatikan.

Aku tahu kau menemukan luka itu, kau bisa merasakannya dari kedua bola mata ini. Di sudut kerlinganmu pun terselip kesedihan yang begitu dalam. Sesungguhnya sedari dulu kita tahu kalau hari ini akan terjadi, perasaan ini akan tercabik karena kesepakatan kita. Semua keputusan ini telah kita sepakati, meski sebenarnya kita tidak akan benar-benar sembuh, kita hanya istirahat dari cinta yang salah. Bagaimana mungkin aku bisa rela membiarkan kau bercinta dengan perempuan itu, meski aku tahu kau tidak akan melakukan itu sepenuh hati. Kau hanya melakukannya karena tuntutan dunia yang tak mengizinkan kita bersama.

Aku sedikit terkejut melihatmu yang tiba-tiba berjalan ke arahku. Kau berdiri di depanku saat ini, kita begitu dekat, air matamu lebih dulu jatuh sebelum satu kata pun sempat terucap. Dadaku sesak, mataku dipenuhi tangis. Kita saling tatap dengan pandangan yang basah.

“Saka, tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku.” Ucapmu pelan, penuh keyakinan.

“Iya, Pras, aku tahu. Pergilah, kita terlarang, ditakdirkan untuk jangan.” Jawabku pasrah. Sebab apa lagi yang bisa kulakukan selain itu. Kau memelukku, erat. Aku terisak dalam pelukanmu. Pelukan yang akan selalu kurindukan.

Biarlah waktu yang menjadi obat untuk kesembuhan kita, Pras.

***

“Janji ya, aku orang terakhir.” Prasetya Nugraha mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji. Kamu juga loh ya, aku yang terakhir untukmu.” Jawabku seraya menyambut jarinya.

“Aji Saka, lelaki terakhir dalam hidupku. Hingga nanti sakit ini benar-benar sembuh.” Ucapmu mantap. Lalu kita tertawa.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
EXTRAS PAKE TELOR
Sonyaa
Flash
Bronze
AYAM JANTAN BERTELUR
Gusty Ayu Puspagathy
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Flash
Lalu Terdengar Suara Parang Ditebaskan
Habel Rajavani
Novel
Gak Sengaja Poligami
Indra Hermawan
Flash
Hanya Angin yang Datang
Sulistiyo Suparno
Flash
Home : Fake Smile
Dwi Budiase
Cerpen
Bronze
Tsar Muda; Leo Tolstoy; Penerjemah Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Gloomy Girl
RedApple
Skrip Film
Pamit
Rolly Roudell
Skrip Film
Siulan Malaikat
ANTON SYAHRONI
Flash
Berselimut
Berkat Studio
Novel
Terima Kasih Ayah, Aku antar ke Syurga Nya
Arwin Suripto
Novel
Cintai Aku Tanpa Buah Dada
Eka Retnosari
Novel
Pengantin Sang Badai
Arslan Cealach
Rekomendasi
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Skrip Film
Pamit
Rolly Roudell
Skrip Film
Kita, Kota dan Dosa
Rolly Roudell
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Flash
Vey
Rolly Roudell
Flash
KARAM
Rolly Roudell
Flash
GELAS PLASTIK
Rolly Roudell
Novel
Beda
Rolly Roudell
Flash
Ingkar
Rolly Roudell
Flash
Gloomy Sunday
Rolly Roudell
Cerpen
Lelaki Yang Berjanji Untuk Tidak Menangis
Rolly Roudell
Cerpen
Bronze
Kerja / Dikerjain?
Rolly Roudell