Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
SEMBUH
4
Suka
34,989
Dibaca

Hari ini aku melihat kau bersanding dengan perempuan itu. Kalian dibaluti pakaian serba putih. Selepas mengikat janji di depan altar, orang-orang bertepuk ria, mengucap syukur dan selamat atas ikatan kalian. Satu per satu menyalami dengan penuh kebahagian.

Aku masih duduk disini, melihatmu dari kejauhan, menunggu semuanya selesai dan menemuimu untuk salam perpisahan. Namun matamu menangkap mataku yang sedari tadi memerhatikan.

Aku tahu kau menemukan luka itu, kau bisa merasakannya dari kedua bola mata ini. Di sudut kerlinganmu pun terselip kesedihan yang begitu dalam. Sesungguhnya sedari dulu kita tahu kalau hari ini akan terjadi, perasaan ini akan tercabik karena kesepakatan kita. Semua keputusan ini telah kita sepakati, meski sebenarnya kita tidak akan benar-benar sembuh, kita hanya istirahat dari cinta yang salah. Bagaimana mungkin aku bisa rela membiarkan kau bercinta dengan perempuan itu, meski aku tahu kau tidak akan melakukan itu sepenuh hati. Kau hanya melakukannya karena tuntutan dunia yang tak mengizinkan kita bersama.

Aku sedikit terkejut melihatmu yang tiba-tiba berjalan ke arahku. Kau berdiri di depanku saat ini, kita begitu dekat, air matamu lebih dulu jatuh sebelum satu kata pun sempat terucap. Dadaku sesak, mataku dipenuhi tangis. Kita saling tatap dengan pandangan yang basah.

“Saka, tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku.” Ucapmu pelan, penuh keyakinan.

“Iya, Pras, aku tahu. Pergilah, kita terlarang, ditakdirkan untuk jangan.” Jawabku pasrah. Sebab apa lagi yang bisa kulakukan selain itu. Kau memelukku, erat. Aku terisak dalam pelukanmu. Pelukan yang akan selalu kurindukan.

Biarlah waktu yang menjadi obat untuk kesembuhan kita, Pras.

***

“Janji ya, aku orang terakhir.” Prasetya Nugraha mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji. Kamu juga loh ya, aku yang terakhir untukmu.” Jawabku seraya menyambut jarinya.

“Aji Saka, lelaki terakhir dalam hidupku. Hingga nanti sakit ini benar-benar sembuh.” Ucapmu mantap. Lalu kita tertawa.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Menanti Hujan Teduh
Isti Anindya
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Novel
Attention
KartikaSh
Novel
Tersenyapkan
Lada Ungu
Novel
Bronze
Rawan
Eko Hartono
Novel
Another Side of Sangkuriang
Elizabeth Wu
Flash
Bronze
Jam Tangan
AndikaP
Novel
Bronze
Untill We Meet Again
Nany Parker
Novel
[FAKE] IDOL
Diva Amane
Novel
Bronze
Tomorrow Me
Ahdrayaat
Novel
Bronze
Hari Raia
Dinda Anggita Putri
Novel
Namaku CINTA
Mutiara indah kamuning
Flash
Bronze
Kangen
Eva yunita
Cerpen
SUNYI SEKALI
Hans Wysiwyg
Novel
Our Galaxy
Pyoo
Rekomendasi
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Flash
Vey
Rolly Roudell
Cerpen
Bronze
Kerja / Dikerjain?
Rolly Roudell
Flash
Gloomy Sunday
Rolly Roudell
Skrip Film
Kita, Kota dan Dosa
Rolly Roudell
Skrip Film
Pamit
Rolly Roudell
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Novel
Bronze
Beda
Rolly Roudell
Flash
GELAS PLASTIK
Rolly Roudell
Flash
Bronze
KARAM
Rolly Roudell
Cerpen
Lelaki Yang Berjanji Untuk Tidak Menangis
Rolly Roudell
Flash
Ingkar
Rolly Roudell