Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
SEMBUH
4
Suka
28,246
Dibaca

Hari ini aku melihat kau bersanding dengan perempuan itu. Kalian dibaluti pakaian serba putih. Selepas mengikat janji di depan altar, orang-orang bertepuk ria, mengucap syukur dan selamat atas ikatan kalian. Satu per satu menyalami dengan penuh kebahagian.

Aku masih duduk disini, melihatmu dari kejauhan, menunggu semuanya selesai dan menemuimu untuk salam perpisahan. Namun matamu menangkap mataku yang sedari tadi memerhatikan.

Aku tahu kau menemukan luka itu, kau bisa merasakannya dari kedua bola mata ini. Di sudut kerlinganmu pun terselip kesedihan yang begitu dalam. Sesungguhnya sedari dulu kita tahu kalau hari ini akan terjadi, perasaan ini akan tercabik karena kesepakatan kita. Semua keputusan ini telah kita sepakati, meski sebenarnya kita tidak akan benar-benar sembuh, kita hanya istirahat dari cinta yang salah. Bagaimana mungkin aku bisa rela membiarkan kau bercinta dengan perempuan itu, meski aku tahu kau tidak akan melakukan itu sepenuh hati. Kau hanya melakukannya karena tuntutan dunia yang tak mengizinkan kita bersama.

Aku sedikit terkejut melihatmu yang tiba-tiba berjalan ke arahku. Kau berdiri di depanku saat ini, kita begitu dekat, air matamu lebih dulu jatuh sebelum satu kata pun sempat terucap. Dadaku sesak, mataku dipenuhi tangis. Kita saling tatap dengan pandangan yang basah.

“Saka, tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku.” Ucapmu pelan, penuh keyakinan.

“Iya, Pras, aku tahu. Pergilah, kita terlarang, ditakdirkan untuk jangan.” Jawabku pasrah. Sebab apa lagi yang bisa kulakukan selain itu. Kau memelukku, erat. Aku terisak dalam pelukanmu. Pelukan yang akan selalu kurindukan.

Biarlah waktu yang menjadi obat untuk kesembuhan kita, Pras.

***

“Janji ya, aku orang terakhir.” Prasetya Nugraha mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji. Kamu juga loh ya, aku yang terakhir untukmu.” Jawabku seraya menyambut jarinya.

“Aji Saka, lelaki terakhir dalam hidupku. Hingga nanti sakit ini benar-benar sembuh.” Ucapmu mantap. Lalu kita tertawa.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
Anne of Green Gables
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Tetaplah Bersamaku
Santy Musa
Novel
Bronze
Tapak Kecil Gayatri
Rinmunchhhii
Komik
Do you hate me ?
takatin
Flash
Janji Santiago
Rafael Yanuar
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Flash
Bronze
Asisten Paling Paten
Afri Meldam
Novel
Mawar Biru
SZA
Novel
Kesempatan Kedua untuk Saling Menemukan
Jane Lestari
Flash
Mbah Karto
Ayumi Hara
Flash
Bronze
Why Don't You Stay?
B12
Flash
Memori Berduri
Edelmira (Elmira Rahma)
Flash
Bronze
Keputusan Bizi
Afri Meldam
Cerpen
Ada Apa dengan Cinta(ku)
hyu
Cerpen
Perang Dunia Kaiju
Rama Sudeta A
Rekomendasi
Flash
SEMBUH
Rolly Roudell
Flash
Ingkar
Rolly Roudell
Flash
KARAM
Rolly Roudell
Cerpen
Lelaki Yang Berjanji Untuk Tidak Menangis
Rolly Roudell
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Novel
Beda
Rolly Roudell
Flash
GELAS PLASTIK
Rolly Roudell
Flash
Gloomy Sunday
Rolly Roudell
Skrip Film
Pamit
Rolly Roudell
Flash
Vey
Rolly Roudell
Skrip Film
Kita, Kota dan Dosa
Rolly Roudell
Cerpen
Bronze
Kerja / Dikerjain?
Rolly Roudell