Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Suara Misterius
2
Suka
13,534
Dibaca

Pagi yang dingin menyambutku saat itu. Ketika orang-orang masih terlelap dalam tidurnya, aku sudah menenteng papan dada yang menjepit beberapa lembar kertas dan stetoskop menuju ruang perawatan kala itu. Sesekali ku mendengar teriakan pasien yang mengerang kesakitan akibat rasa nyeri yang ditahan sejak tadi malam . . . sepertinya.

"Aduhhh ... Ihh ... Ughh ... Akhh ..."

Terkadang terdengar sayup-sayup suara inkubator dari unit perawatan intensif yang mengiringi derap langkahku.

"Tutetet ... tit ... tutetet ... tit ..."

Aku sudah terbiasa dengan suara-suara itu karena hampir setiap hari ku mendengarnya. Diriku hanya bisa melangkah terburu-buru mengejar waktu untuk memeriksa dan menanyakan keluhan mereka sambil acuh tak acuh dengan suara-suara tersebut.

Namun, hari ini ku mendengar suara lain yang tak pernah kudengar sebelumnya.

Setelah selesai memeriksa pasien cerewet di ruang rawat inap Ceriwis, aku keluar dari ruangan tersebut. Sesaat kemudian, telingaku seperti mendengar suara aneh yang cukup membuat bulu kudukku merinding.

"Puuuttt ... tut ... cepreeet ..."

Tiba-tiba, pintu di sebelah ruangan tadi terbuka sendiri di bawah cahaya remang-remang. Biasanya pintu ruangan itu tertutup rapat karena dikunci dengan gembok dan grendel. Namun, aku sekilas melihat gembok itu sudah rusak seperti dibuka secara paksa. Aku pun curiga ada seseorang yang jahat bersembunyi disana.

Diam-diam kudekati dengan melangkah tanpa suara. Namun, nyaliku kembali turun ketika mendengar suara aneh itu lagi. Kali ini lebih nyaring.

"Pruuuutttt ... cebrroott ..."

Aku pun diam mematung karena bingung antara harus lari ketakutan atau mencoba melihat siapa orang yang ada di dalam ruangan lembab itu. Karena diriku jarang berteriak meski ketakutan, aku memberanikan diri untuk melihatnya. Nampak siluet hitam orang yang sedang berjongkok dan tubuhnya gemetaran.

Ternyata dugaanku benar, dia adalah orang jahat. Orang yang seenaknya merusak sekaligus menggunakan fasilitas umum yang masih belum jadi dan membuatnya menjadi semakin "angker". Aku pun meneriakinya sambil menutup hidung rapat-rapat karena saking baunya.

"Deni, toilet ada di sebelah sana. Kenapa kesini? Ini kan masih belum jadi."

"Hah! Lalu, hajat yang kubuang barusan?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Flash
RIBUAN KM
Xianli Sun
Flash
Bronze
MACAN33 || Special Garansi New Member 100%
Macan33
Flash
Bronze
Pesawat Terbang Pembawa Kejutan
Siti rokhmah
Cerpen
Gadai Emas Bonus Cerita
Malichatus Sa'diyah
Flash
Gabut!!
Aurelia Joelyn Angdri
Cerpen
Bronze
Diary SMP
Haris Fadilah Hryadi
Cerpen
Ini Bukan Perkara Remeh-Temeh
Muhammad Ilfan Zulfani
Cerpen
Bronze
Begitulah Kelakuan Kawan Kita Si Rohim
Habel Rajavani
Flash
Tawa Tiwi
Binar N
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Flash
DENDAM PUKI
Aston V. Simbolon
Cerpen
CERMIN KERAMAT DI KAMPUNG SETAN
hadi wiyono
Cerpen
Bronze
pak m pengusung nomor di Jordan188
Jordan188
Flash
Kompetisi Memancing
R.Blodot
Rekomendasi
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Flash
Obrolan Mengancam
Saifan Rahmatullah
Skrip Film
Dunia Awang-Awang
Saifan Rahmatullah
Flash
Menjemput Teman
Saifan Rahmatullah