Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Suara Misterius
2
Suka
14,269
Dibaca

Pagi yang dingin menyambutku saat itu. Ketika orang-orang masih terlelap dalam tidurnya, aku sudah menenteng papan dada yang menjepit beberapa lembar kertas dan stetoskop menuju ruang perawatan kala itu. Sesekali ku mendengar teriakan pasien yang mengerang kesakitan akibat rasa nyeri yang ditahan sejak tadi malam . . . sepertinya.

"Aduhhh ... Ihh ... Ughh ... Akhh ..."

Terkadang terdengar sayup-sayup suara inkubator dari unit perawatan intensif yang mengiringi derap langkahku.

"Tutetet ... tit ... tutetet ... tit ..."

Aku sudah terbiasa dengan suara-suara itu karena hampir setiap hari ku mendengarnya. Diriku hanya bisa melangkah terburu-buru mengejar waktu untuk memeriksa dan menanyakan keluhan mereka sambil acuh tak acuh dengan suara-suara tersebut.

Namun, hari ini ku mendengar suara lain yang tak pernah kudengar sebelumnya.

Setelah selesai memeriksa pasien cerewet di ruang rawat inap Ceriwis, aku keluar dari ruangan tersebut. Sesaat kemudian, telingaku seperti mendengar suara aneh yang cukup membuat bulu kudukku merinding.

"Puuuttt ... tut ... cepreeet ..."

Tiba-tiba, pintu di sebelah ruangan tadi terbuka sendiri di bawah cahaya remang-remang. Biasanya pintu ruangan itu tertutup rapat karena dikunci dengan gembok dan grendel. Namun, aku sekilas melihat gembok itu sudah rusak seperti dibuka secara paksa. Aku pun curiga ada seseorang yang jahat bersembunyi disana.

Diam-diam kudekati dengan melangkah tanpa suara. Namun, nyaliku kembali turun ketika mendengar suara aneh itu lagi. Kali ini lebih nyaring.

"Pruuuutttt ... cebrroott ..."

Aku pun diam mematung karena bingung antara harus lari ketakutan atau mencoba melihat siapa orang yang ada di dalam ruangan lembab itu. Karena diriku jarang berteriak meski ketakutan, aku memberanikan diri untuk melihatnya. Nampak siluet hitam orang yang sedang berjongkok dan tubuhnya gemetaran.

Ternyata dugaanku benar, dia adalah orang jahat. Orang yang seenaknya merusak sekaligus menggunakan fasilitas umum yang masih belum jadi dan membuatnya menjadi semakin "angker". Aku pun meneriakinya sambil menutup hidung rapat-rapat karena saking baunya.

"Deni, toilet ada di sebelah sana. Kenapa kesini? Ini kan masih belum jadi."

"Hah! Lalu, hajat yang kubuang barusan?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Flash
President Suite
𝔧 𝔞 𝔫 𝔱 𝔢 .
Flash
Bronze
Bolu untuk Awan
Rie Yanti
Flash
Kronik Tak Beretika #001--Terjerat Tali Kambing
Ayuning Dian
Flash
MAKANAN SULTAN
Maryanti Oktaviani
Flash
Bronze
Negara Makmur & Bahagia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Gara-gara Gosip
penulis kacangan
Komik
Gold
KOMIK RETJEH
Kwikku Creator
Flash
Pakar Dadakan
Penulis N
Cerpen
Parfum Pheromon Beraroma Mistis
cahyo laras
Flash
DENDAM PUKI
Aston V. Simbolon
Flash
Kejutan Ulang Tahun
Lovaerina
Cerpen
Paket Salah Alamat
Penulis N
Cerpen
Bronze
Peduli Upil
Hekto Kopter
Flash
Bronze
Standar Tiktok
Ron Nee Soo
Rekomendasi
Flash
Suara Misterius
Saifan Rahmatullah
Skrip Film
Dunia Awang-Awang
Saifan Rahmatullah
Flash
Obrolan Mengancam
Saifan Rahmatullah
Flash
Menjemput Teman
Saifan Rahmatullah