Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Pergumulan Pohon Cemara
0
Suka
7,812
Dibaca

Pergumulan Pohon Cemara

Manusia, makhluk biadab. 

Setiap tahun, mereka memantik kehangatan dengan batang kami. 

Kami bukanlah pendosa, kami hanya penjejak tanah. Sama seperti mereka, tuan kami sama. 

Entah mengapa, tuan memberi mereka kaki. Supaya mereka bisa melangkah membantu kami, katanya. 

Tapi nyatanya, kaki mereka menginjak kami yang telentang di bawah. 

Seakan kami adalah barang sial, kami ditebang sembarang. Katanya untuk natal. 

Entah apa hubungannya pohon cemara dengan hari raya itu. 

Tapi jika aku manusia, tidak sedikit pun aku tertarik masuk golongan itu. 

Ribuan pohon, teman-temanku, dijejal bak budak. 

Kami dihiasi lampu-lampu kerlap-kerlip persis seperti mendandani dara belian. 

Kami indah, tapi kami tidak hidup. Seolah menghias mayat pengantin mereka lukis kami. 

Padahal hari rayanya, tidak apa-apa jika tidak ada kami. Tapi mengapa, selalu kami diburu? 

Kami tak ada bedanya dengan bunga-bungaan. 

Kami disangka pohon-pohonan. Tapi kami pohon sungguhan. 

Betapa kami berharap yang menjual kami orang-orangan, yang sedang main tuhan-tuhanan, untuk natal-natalan. Semuanya penuh kemunafikan. 

Aku muak. Uang bisa membeli kebahagiaan, tapi bukan kebahagiaan kami. Uang, juga dari kertas. Kertas dari pohon, pohon teman kami. Apalah arti uang jika hidup kami dirampas demi kebahagiaan fana? 

Betapa suram nasib tanaman. Kenapa tuan beri kaki ke yang lebih tidak butuh ketimbang kami yang sangat butuh? 

Kami butuh kaki buat lari tuan! 

Janganlah pilih kasih! 

Kami beri mereka napas. Mereka ambil napas itu dan memantik api. Mereka menukar napas kami dengan api. 

Sungguh biadab! 

Oh tuan, tolong lepaskan kami dari tangan manusia. 

Kami hanya ingin hidup, apakah sebegitu murahnya hidup kami? 

Hidupku penuh kemelut. Di tengah-tengah kegelapan, 

Aku menyaksikan langit penuh bintang. 

Aku berharap, 

Kaki dan tangan itu jadi punya kami. 

Dan manusia hanya ditinggalkan mulut saja. 

Supaya ketika aku perbuat apa yang mereka perbuat kepadaku, 

Aku bisa mendengarkan jeritan mereka. 

Sampai batas waktu telah dicapai. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Pergumulan Pohon Cemara
Astromancer
Novel
ISLAM
safrudin
Skrip Film
Wanita Surga script
Dwi Kurnialis
Novel
Arisan Keluarga
Aruna Swardani
Flash
Bronze
Ramadhan Sederhana
Budi Sunarko
Novel
TARUNG
Kurnia Gusti Sawiji
Novel
Karmadhikara
Aqiel Hilmy Irawan
Novel
Bronze
Eclipse Blood
SthenosWhy
Flash
Bronze
Menulis Ulang Posisi Setan di Kehidupan Besar Manusia
Silvarani
Flash
Mobil Pembawa Pesan
Innuri Sulamono
Skrip Film
Bukan Aisyah
Apple Cherry
Novel
Bronze
Anak Pak Kyai
Nisa Salsabila
Novel
Bronze
Yabes
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Metamorfosa
Imajinasiku
Novel
My Truly Destiny Part 2
Vina Marlina
Rekomendasi
Flash
Pergumulan Pohon Cemara
Astromancer
Novel
Bronze
Gelombang°°
Astromancer
Cerpen
Manusia Bermain Tuhan
Astromancer
Flash
Tabula Rasa
Astromancer
Cerpen
Bronze
Sedan Lebaran
Astromancer
Cerpen
Senggol Tonjok
Astromancer
Skrip Film
-Gelombang-
Astromancer
Novel
Bronze
Sampah dan Bertuah
Astromancer
Cerpen
Masak-masakan
Astromancer
Cerpen
Lampu Merah
Astromancer
Cerpen
Cewek itu Gula
Astromancer
Cerpen
Celana Pensil
Astromancer
Cerpen
Bronze
Stranger's Jacket
Astromancer
Flash
Selamat Natal
Astromancer
Cerpen
Tiwah
Astromancer