Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Wanitaku dan Mars
2
Suka
22,404
Dibaca

“Kamu tau gak kenapa Mars itu warnanya merah?” Tanya wanitaku suatu waktu. Saat itu seperti biasa kami sedang menikmati gemerlapnya bintang gemintang ditemani dua mug susu coklat panas yang mengepul di beranda rumahnya yang mungil. Aku menggeleng tidak tahu.

      “Itu karena ada jutaan bahkan milyaran kupu-kupu warna merah yang berterbangan disana,” ucapnya seraya menerawang ke angkasa. Aku tersenyum, mengalihkan pandanganku dari gemintang malam dan mendapati sosoknya yang bersinar mistis di bawah temaram lampu.

“Kamu pernah kesana?” Tanyaku. Wanitaku tersenyum lalu mengangguk. Matanya menatap dengan cemerlang menyisipkan sejumput perasaan hangat yang menyebar dalam kecepatan cahaya. Aku sungguh menyukai caranya bercerita. Dengan cara yang misterius, dia selalu berhasil membawaku hanyut dalam imajinya. Entah itu tentang kerajaan kerang dibawah laut, Lumba-lumba penyembuh atau tentang Mars, tempat tinggal keduanya setelah bumi.

“Disana ada apa aja? Apa semuanya berwarna merah?” tanyaku lagi

“Ya gak lah!” dia tertawa kecil mendengar pertanyaanku.

“Disana juga ada padang rumput hijau yang luas sekali! Ada banyak bunga matahari, dan air disana sangat bening. Oh iya, kelinci-kelincinya juga banyak. Hidup bebas berlarian, menyenangkan," jawabnya bersemangat. Aku menyeruput susu coklatku.

“Dan kamu tahu apa yang lebih istimewa disana?” kali ini dia melemparkan trivia. Aku menggeleng pelan.

 “Semua kupu-kupu merah itu bernyanyi. Dan nyanyiannya sangat merdu, seperti angin yang membelai dengan damai, terkadang saya jadi tidak ingin pulang mendengar mereka bernyanyi.”

 “Hmmm.... saya juga harus ke mars kalau begitu,” tanggapku. Kulihat air mukanya berubah menjadi sendu.

   “Apa saya salah?” Aku menatapnya khawatir.

  “Gak... tapi kamu gak boleh kesana,” jawabnya mengalihkan pandangan.

   “Kenapa? Saya tidak boleh ikut kamu?” Aku bertanya bingung. Dia hanya terdiam. Keheningan menelusup hingga ke hatiku dan aku tidak suka merasakannya, entah kenapa sosoknya jadi begitu tak tersentuh jika ia diam.

   “Kamu tiket saya pulang. Kalau kamu ikut saya ke Mars, bagaimana caranya saya pulang?” Kali ini aku yang terdiam. Wanitaku sungguh bisa memantrai tiap kata yang keluar dari bibirnya membuatku membatu. Dia kemudian meraih tanganku mendekapnya hikmat seraya menutup mata.

   “Kamu satu-satunya alasan saya untuk pulang Jyo, seberapapun jauhnya saya pergi, saya akan selalu ingat pulang jika ada kamu disini,” ucapnya membuka mata lalu meletakkan tanganku lagi. Semenit kemudian dia mulai beranjak dari duduknya membawa dua mug coklat yang telah tandas.

     “Kamu mau kemana?” Wanitaku tersenyum.

   “Saya ingin bermalam di Mars hari ini, kamu pulanglah! besok kita bertemu lagi,” ucapnya seraya berjalan masuk menuju pintu. Mataku mengawasi sosoknya yang berlalu meninggalkanku sendiri. Menyisakan segelintir rasa takut di dalam hati. Aku berfikir dengan cemas bagaimana seandainya tiket yang ada padaku kadaluarsa dan tidak bisa digunakan lagi? Bisakah ia tetap pulang padaku? Bagaimana jika pesona Mars membuatnya lupa pulang dan malah ingin menetap selamanya disana?..... hummm.... mungkin suatu saat nanti aku memang harus menyusulnya ke mars. Menjemputnya pulang entah dengan tiket ataupun tidak, yang jelas aku tidak ingin Mars memiliki wanitaku.****

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Wanitaku dan Mars
Mahia Kata
Novel
Sehelai Jiwa Sepi
Suyat Aslah
Novel
Bronze
ACCISMUS & PETRIKOR
Nareswari Tyaga Calya Dinhiari
Novel
Gold
Bride Wannabe
Bentang Pustaka
Skrip Film
SELECTIVE LOVE (SCRIPT)
Oliphiana Cubbytaa
Novel
Tira Miss U
CAS
Cerpen
Gara-Gara Kondangan
anaibeterbangan
Cerpen
Bronze
Di Antara Yogyakarta: Jejak Kenangan Cinta Mahasiswa Solo
Vincentius Atrayu Januar Dewanto
Novel
Bronze
QUINNSHA
Gina Hartina
Novel
MELTING ME SOFTLY
DW AMOUR
Komik
One day, my first love comeback
Asih Triastuti
Cerpen
Bronze
Cinta di Negeri Awan
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Bronze
SESIUN ALTHA
Yukariani
Flash
Untuk Ambisi yang Terlalu Merajai
Siska Ambar
Novel
VEX
Athaya Laily Syafitri
Rekomendasi
Flash
Wanitaku dan Mars
Mahia Kata
Novel
PINK
Mahia Kata
Flash
One Happy Day
Mahia Kata
Novel
PINK!
Mahia Kata