Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Api dalam Hujan
31
Suka
34,007
Dibaca

Katanya, 'ketika seseorang tak mempunyai mimpi, itu sama saja seperti mereka telah mati'. Dan aku adalah salah satunya. 'Keinginan' telah pergi dari hidupku. Tak ada yang ingin ku gapai. Aku lupa bagaimana rasanya mempunyai mimpi, mempunyai suatu hal menyenangkan yang harus dilakukan esok hari. Aku ingin mencari apiku kembali. Belakangan ini yang ingin kulakukan hanyalah melarikan diri, pergi tanpa tujuan.

Pagi ini aku terbangun seperti biasa—tak bersemangat dan ingin melarikan diri. Aku melihat jadwal kuliahku, ada empat kelas. Aku menghela napas, tak ingin pergi, namun tubuh robotku bergerak menuju kamar mandi dan bersiap.

Aku menaiki bus. Duduk diantara beberapa manusia kelelahan lainnya. Sebenarnya apa yang kita cari, bukankah hal yang kita miliki sekarang adalah hal yang membuat kita bahagia saat pertama kali mendapatkannya? Hari pertama bekerja, berkuliah, menjadi atasan, dan hari pertama menyenangkan lainnya. Mengapa hal-hal membahagiakan itu perlahan berubah menjadi hal yang ingin dihindari?

Tiga kelas telah selesai, dan kelas terakhir akan dimulai satu jam kemudian di lantai atas. Aku menyembunyikan wajahku di antara tangan yang kulipat di atas meja.

Seseorang mengelus kepalaku, "Kenapa?" katanya. Dia adalah Azky, teman terdekatku.

"Ke atas, yuk!" ajaknya.

Aku menghela napas, teringat kelas terakhirku hari ini.

"Bukan ke kelas, tapi ke atap," ucapnya.

Aku mendongakkan kepala, melihatnya.

"Udah lama kan gak ke sana? Gak kangen apa?"

"Gue gak ada niat ke sana."

"Belakangan ini lo kayak robot tau. Kuliah, pulang, ngerjain tugas, tidur, kuliah, terus berulang."

"Ya terus gimana? Tugas gue numpuk, mana mungkin gue ngabisin waktu gitu aja."

"Lo gak ngabisin waktu gitu aja, lo ngabisin waktu buat ngebahagiain diri lo. Kalau lo bahagia, semua hal gak akan kerasa berat." Azky bangkit dan menarik tanganku, "Ikut gue," lanjutnya.

"Ky, gue males.." Azky tak memedulikan ucapanku, dia menarikku sampai atap.

Entah karena hari sudah sore atau langit akan menurunkan hujan, angin berhembus cukup kencang. Aku merindukan tempat ini, tempat yang membuatku memutuskan berkuliah di sini.

Kami berbaring di meja besar yang tidak terlalu tinggi dengan kaki menggelantung.

Aku tersenyum, "Makasih udah nyeret gue ke sini".

"Lo inget gak, dulu, lo bilang ke gue, 'Saat dunia menjadi tempat mengerikan, gue harap lo pergi ke semesta kecil lo. Di sana semuanya menenangkan, semuanya baik-baik aja. Cuman ada lo dan semua hal yang lo sukai, dan mereka gak akan pernah nyakitin lo'. Gue rasa, lo lagi butuh kata-kata itu sekarang. Makanya gue ajak lo ke sini. Ini semesta kecil lo. Atap, angin, hujan. Sayangnya hujannya belum turun," ucapnya.

"Kayanya gue lupa sama semesta kecil gue. Dulu gue bisa seharian di sini, ngerjain tugas, nulis, nemenin lo buat lagu. Gue berubah jadi robot karena tugas-tugas itu."

Hujan perlahan turun. Aku tersenyum. Ini semesta kecilku. Aku berteriak panjang, berjalan menuju dinding pembatas dan meletakkan tanganku di atasnya. Azky menghampiriku.

"Mau tetep di sini? Atau masuk kelas?" Azky meledekku.

"Di sini, ujan-ujanan."

Kami tersenyum.

Hatiku kembali berdegup cepat, wajahku kembali melukiskan senyum, dan aku kembali mempunyai alasan untuk menantikan hari esok.

Semesta kecilku, aku mendatanginya.

Apiku yang padam, telah kutemukan sumbernya.

Di atas sini.

Aku menemukan apiku dalam hujan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Api dalam Hujan
Elysiaaan
Flash
Museum Kenangan
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Pundak Yang Di Pilih
Neil E. Fratér
Novel
Bronze
Happy Life
Rika Astuti
Novel
Bronze
TTM
Arslan Cealach
Novel
Senjakala
Rizal T Fadh
Skrip Film
Three Days Special
choirin nofianti
Flash
Sudut Kamera
Aksara Dvaita Varna
Cerpen
SETARA
nala fayzatira
Novel
Way back home
dilaja
Skrip Film
Dalam Busur Hujan
Dur
Cerpen
AKARNUSA
Tourtaleslights
Novel
PENULIS YANG MERANCANG KEMATIAN TOKOH UTAMANYA
Dee Hwang
Novel
coz i want to be...
Andini Septiani
Skrip Film
Surat dari Laut
Cahaya Muslim Prima Syam
Rekomendasi
Flash
Api dalam Hujan
Elysiaaan
Cerpen
Langit dan Jaraknya
Elysiaaan
Flash
Pupa
Elysiaaan
Cerpen
Melampaui Batas
Elysiaaan
Cerpen
Just One Person
Elysiaaan
Cerpen
Malioboro, dia menghilang
Elysiaaan
Novel
Bintang Utara
Elysiaaan
Flash
Penerimaan Rasa
Elysiaaan
Cerpen
Langit Malam
Elysiaaan
Cerpen
Tentang Gi
Elysiaaan
Cerpen
Dunia Sang Penjelajah
Elysiaaan