Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Singgah
7
Suka
17,119
Dibaca

Kenalkan temanku. Namanya, sebut saja Hero. Aku yang memberinya nama, karena dia tidak tahu namanya sendiri ketika kutemukan pagi tadi di halaman belakang rumah. Dia kupergoki menerobos pagar dan masuk ke halaman. Lalu berhenti di samping pot dan seperti kebingungan di sana.

Hero adalah seekor kelinci. Punya dua telinga panjang, beberapa helai kumis, dan pucuk hidung yang selalu berdenyut, seperti kelinci pada umumnya. Yang membedakannya adalah Hero langsung akrab denganku. Ketika aku mendapati dia kebingungan tadi, pelan-pelan aku mendekat. Anehnya, alih-alih berlari, dia justru menyambutku. Sejak itu kami seperti sepasang sahabat. Ngobrol ngalor ngidul tentang apa saja.   

Tapi ketika dia mulai membahas manusia, aku mulai sebal. Hero selalu mencibir. “Tahukah kau bahwa manusia itu pada dasarnya adalah makhluk yang cenderung selalu dirundung malang?” katanya. “Setiap kali menciptakan sesuatu untuk memudahkan hidupnya, yang terjadi justru kalian dibodohi dan diperbudak oleh ciptaan kalian sendiri. Uang, kendaraan bermotor, ponsel, internet, bahkan aturan hukum.”

Jelas harga diriku tercubit. Berkali-kali aku mempertahankan diri, berkali-kali pula dia berhasil mendapatkan kelemahanku. “Nah, ini bukti manusia mementingkan egonya. Tidak mau disalahkan. Baru dikritik sedikit langsung menyerang habis-habisan,” tukasnya sambil meludah.

Rasanya kami tidak sejalan. Barangkali kalau yang mengkritik sesama manusia okelah, tapi ini seekor kelinci! Cukup sudah persahabatan yang hanya berlangsung beberapa jam saja di teras rumah.

“Maaf, Hero. Aku harus menyelesaikan sesuatu di dalam. Kamu aku tinggal di sini ya. Atau kalau mau pergi, silakan saja,” kataku ketus. Hero mengangguk santai seperti tidak ada apa-apa. Hewan mana peka dengan hal-hal begituan….

Aku masuk dan mengintip Hero dari balik jendela. Dia masih berdiri di tempatnya, celingak celinguk seperti ada yang dia cari. Tiba-tiba seekor anjing beagle berlari masuk halaman sambil menggonggong. Dia mendekati Hero yang langsung menyambutnya. Mereka tampak saling berbicara, lalu pergi keluar pagar.

Aku penasaran. Kuikuti mereka diam-diam. Mereka berjalan melalui jalan kampung yang sepi, sepertinya menghindari bertemu dengan orang-orang. Di tengah jalan, bergabung seekor anjing beagle lain, lalu dua ekor angsa, seekor ayam jantan, dan seekor kucing kampung. Tiba di ujung jalan, mereka membelok masuk ke dalam hutan. Aku makin penasaran.

Sekitar 500 meter ke dalam, mereka sampai ke sebuah tanah lapang. Keenam hewan itu berkumpul melingkar di pinggir lapangan. “Sudah ya, kita putuskan sekarang,” kata Hero.

“Ya, sebaiknya begitu. Aku juga menemukan banyak manusia yang tidak peduli dengan planetnya, padahal ini adalah tempat tinggal mereka dan anak cucunya,” timpal ayam.

“Setuju. Mereka lebih hewani dari yang aku kira. Bahaya kalau kita tinggal di sini,” kata beagle pertama.  

“Oke, kita sepakat,” tegas Hero. Ia mengeluarkan sesuatu sebesar korek api dari balik bulunya dan memencet sebuah tombol. Tiba-tiba udara di tengah tanah lapang itu terbelah pelan-pelan dan menampakkan sebuah wahana sebesar mobil MVP berbentuk telur berkaki empat. Sebuah pintu di tengah telur membuka dan menjulurkan tangga ke tanah.

Hero kembali memencet tombol di gawainya. Tiba-tiba kulit tubuh para hewan itu menghilang dan memunculkan tubuh asli mereka—makhluk bertangan dan berkaki tiga dengan kepala dua kali lebih besar dari kepala manusia.

“Ayo kita cari planet lain!” seru Hero lalu memimpin mereka masuk ke dalam telur.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (11)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Singgah
hyu
Flash
Bronze
Biang Gila
Yuisurma
Flash
Bronze
Lambat Bukan Berarti Tak Berguna
Syafira Muna
Flash
Bronze
Pacar Seorang Pesulap
Afri Meldam
Novel
Bronze
The Motive
IyoniAe
Novel
Bronze
Love Death
Nenghally
Flash
Bronze
McQueen
Rere Valencia
Novel
Limit: Rahasia Si Pencuri
Syafira Muna
Cerpen
Bronze
Runtuhnya Ilmu Kualat
brobin
Cerpen
Bronze
Karina di Lorong Gelap
Ayesha Razeeta
Cerpen
Bronze
Blanchete
Centrifugal
Flash
Lukisan Tanpa Nama
Penulis N
Novel
Bronze
Uri, Suatu Hari di Ruang Bersalin
Ravistara
Novel
Otorten
Vincenti
Novel
Hayalism
Pipo Vernandes
Rekomendasi
Flash
Singgah
hyu
Novel
Bronze
Dalam Semesta Jiwa
hyu
Skrip Film
Ngelumpati Mbakyu
hyu
Flash
Sebelum Dipanggil
hyu
Cerpen
Bronze
Kiamat
hyu
Flash
What A Thrilling Night!
hyu
Cerpen
Buruk Cermin Muka Dibelah
hyu
Cerpen
Hero
hyu
Novel
Bronze
Dua Sejiwa
hyu
Flash
Jalan, Yuk!
hyu
Cerpen
Bronze
Conversation with Me
hyu
Cerpen
Bronze
Berhitung
hyu
Flash
Sam
hyu
Cerpen
Semar Mendem
hyu
Cerpen
Sihir Si Tunasihir
hyu