Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Borg-serker
1
Suka
17,123
Dibaca

"Roaaarrr!"

Sesosok raksasa setinggi 50 meter mendadak muncul di tengah sebuah kota.

Para warga yang kaget, panik dan ketakutan berhamburan tak tentu arah saling bertabrakan satu sama lain, sedangkan sang raksasa mulai melangkahkan kaki-kaki besarnya menginjak-injak kendaraan-kendaraan bermotor dibawahnya.

"Boom ... boom ... boom ... boom ...."

Suara langkah kaki itu terdengar seperti letusan gunung berapi di awal hari yang sibuk.

Hari Senin yang membosankan itu berubah menjadi hari Minggu yang tak terlupakan.

Para polisi mulai berdatangan hanya untuk diinjak-injak oleh sang raksasa kolosal.

Jet-jet tempur pun mulai menyerbu bagaikan segerombolan nyamuk yang mengganggu, yang sekali pukul langsung "hap", lalu ditangkap, oleh sepasang telapak dewa itu.

Berbagai serangan lanjutan dilancarkan tapi bagi sang raksasa kolosal mereka tak lebih dari sekedar sekumpulan serangga tidak berguna. Dengan mudahnya sang raksasa mengusir mereka kembali ke sarangnya.

Namun ....

"Boom!"

Sebuah roket menghantam dengan sangat keras tepat pada perut rata sang raksasa kolosal hingga menembus tubuh setinggi 50 meter itu. Dan sang raksasa pun jatuh terkapar menimpah bangunan-bangunan dibawahnya.

"Yeaaay!" teriak para penduduk kota bergembira.

Tapi tidak semudah itu untuk menghapus sang raksasa dari muka bumi ini. Raksasa dengan perut berlubang itu mulai bangun dari tidurnya dan bangkit seperti seorang bayi.

Lubang yang menganga dengan jelas itu mulai menutup secara perlahan namun pasti.

Keputusasaan mulai menghampiri para penduduk kota yang malang, yang hanya berpikir untuk mati saja mulai saat ini.

Namun tidak dengan pemuda satu ini.

"Ha! Merepotkan juga ternyata," ucap seorang remaja laki-laki dengan balutan mesin disekujur tubuhnya, yang menatap sang raksasa dengan tatapan merendahkan mata mekaniknya dari atas sebuah gedung pencakar langit.

"Sepertinya ini bukan saatnya untuk bercanda," pemuda cyborg itu bangkit dari duduknya.

Pemuda cyborg itu melompat dengan sangat tinggi ke udara dan mengeluarkan tangan bergergaji mesinya lalu ....

"Crooottt ...."

Dibawah pancaran sinar mentari yang menyengat seperti lebah, pemuda cyborg itu membelah tubuh sang raksasa kolosal menjadi dua bagian sama rata tanpa cacat sedikitpun pada potongannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Borg-serker
Rama Sudeta A
Novel
Lunas
Humming-Moon
Novel
Gold
Magnus Chase and the Gods of Asgard
Noura Publishing
Novel
TITIK BUTA
Shireishou
Novel
Bronze
RAJAPATI
Robby Kusumalaga
Novel
Gold
The Lost Hero
Noura Publishing
Novel
Bronze
98 JUNI
Putri Tari Lestari
Novel
Elang Angkasa: The Beginning
Kingdenie
Cerpen
ARKA DAN MALAM PENUH AKSI
Penulis N
Skrip Film
Para Joki (Skrip)
Farida Zulkaidah Pane
Flash
Penguntit
DIANAZ
Novel
Bronze
Rimba Jaya
E. Precious
Flash
Bakat
DMRamdhan
Cerpen
SEDALAM SUNGAI DAN SEGELAP BOLA MATAMU
Fakhrurrazi M. Qasim
Novel
Bronze
A Hollow Gift
R.J. Agathias
Rekomendasi
Flash
Borg-serker
Rama Sudeta A
Flash
The Ex
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Heaven
Rama Sudeta A
Cerpen
LOCK IT DOWN
Rama Sudeta A
Cerpen
Later
Rama Sudeta A
Flash
Titan
Rama Sudeta A
Cerpen
The Universe Next Door
Rama Sudeta A
Cerpen
Perang Dunia Kaiju
Rama Sudeta A
Cerpen
BOOM
Rama Sudeta A
Flash
Deathskull
Rama Sudeta A
Flash
Minus
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Bubble Gum
Rama Sudeta A
Novel
Bronze
Venus: The Dawn
Rama Sudeta A
Flash
LOSER
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
S
Rama Sudeta A